Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan, 11.377 Orang Teken Petisi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak sedikit orang mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat khususnya untuk penerbangan domestik. Salah satu netizen bernama Iskandar Zulkarnain memulai petisi online melalui laman Change.org untuk meminta diturunkanya harga tiket pesawat domestik.

    Baca: Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan, Menhub: Belum Lampaui Batas Atas

    "Penerbangan domestik yang biasanya pulang pergi bisa di bawah Rp 1 juta, kini rata-rata di atas Rp 1 juta bahkan bisa Rp 2-4 juta pulang pergi per orang. Harga tersebut terpantau stabil tinggi dari Januari hingga beberapa bulan ke depan," tulis Iskandar dalam keterangan dalam petisi tersebut seperti dikutip pada Kamis, 10 Januari 2019.

    Hingga hari ini pukul 17.24 WIB, petisi tersebut telah ditandatangani sebanyak 11.377 orang. Sedangkan petisi yang dibuat oleh Iskandar ini meminta dukungan berupa tanda tangan dari 15.000 orang. Merujuk pada profil dalam situs Change.org, Iskandar mengaku berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

    Petisi dibuat oleh Iskandar sejak tiga minggu lalu atau tepatnya pada 20 Desember 2018. Dalam petisinya, permintaan Iskandar itu disampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Garuda dan juga Lion Air.

    Dalam petisi tersebut, Iskandar menulis bahwa di negara kepulauan seperti Indonesia, tentu maskapai penerbangan berperan penting dalam perkembangan dan kemajuan negara. Tapi ia menilai, kenaikan harga tiket pesawat bakal sangat mencekik masyarakat. Apalagi kebanyakan masyarakat Indonesia adalah perantau. "Dengan harga tiket yang melambung tinggi tentu akan sangat memberatkan," kata dia seperti dikutip dari laman Change.org.

    Iskandar juga menulis bahwa naiknya harga tiket pesawat domestik tersebut hingga berada pada batas atas bakal menjadi hambatan tersendiri terutama bagi wisawatan. Padahal saat ini pemerintah tengah gencar melaksanakan promosi tempat wisata yang terekam dalam "Wonderful Indonesia. "

    "Kenaikan tiket domestik yang tidak wajar ini bertolak belakang dengan maraknya promo tiket ke luar negri dari maskapai luar, sehingga masyarakat Indonesia lebih memilih berlibur ke luar negeri daripada ke dalam negeri," tulis Iskandar.

    Karena alasan ini, kata Iskandar, ia membuat petisi ini supaya maskapai lebih memikirkan kemajuan pariwisata Indonesia dan kemampuan masyarakat dalam membeli tiket pesawat. Ia meminta maskapai dan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat domestik agar bisa bersaing dengan tiket pesawat ke luar negeri. 

    Salah satu netizen lainnya yang ikut meneken petisi itu adalah Imam Khoeruddin. "Kami yg bekerja jauh dari keluarga sangat terbebani dengan tiket yg mahal dan pembatasan oleh pihak maskapai," ujarnya tiga minggu yang lalu.

    Baca: Tiket Pesawat Padang - Jakarta Dikeluhkan Mahal

    Ada juga Luthfi Andi, netizen lainnya yang menandatangani petisi itu mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat. "Saya merasakan mahalnya penerbangan, berhubung keluarga saya di Pontianak sementara saya bekerja di Timika. Harga tiket sangat tidak wajar terutama di hari hari besar, bahkan bisa sampai 6 jutaan hanya untuk satu kali jalan dan belum PP," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.