Jokowi: Harga Beras Mulai Turun, Tapi Tak Bisa Cepat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, (kedua kiri) berbincang bersama Menteri Perdagangan Enggar Lukito (kedua kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai melakukan peninjauan gudang beras milik Perum Bulog di divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. Operasi pasar digelar serentak di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga beras di awal tahun 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, (kedua kiri) berbincang bersama Menteri Perdagangan Enggar Lukito (kedua kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai melakukan peninjauan gudang beras milik Perum Bulog di divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. Operasi pasar digelar serentak di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga beras di awal tahun 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa harga beras di pasaran yang sempat naik, sudah mulai beranjak turun. Jokowi mengklaim hasil ini merupakan dampak dari operasi pasar yang telah dilakukan oleh Perum Bulog dalam beberapa hari terakhir.

    BACA: Jokowi Puji Berkali-kali Perum Bulog Pimpinan Buwas

    "Saya dapatkan info dari Kepala Bulog (Budi Waseso, saya juga cek juga di Cipinang (Pasar Induk Beras Cipinang) sudah mulai tren harga turun, tapi baru 50 rupiah," kata Jokowi di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 10 Januari 2019.

    Jokowi mengatakan stabilitas harga memang sang diperlukan, tapi tidak bisa dilakukan secara cepat. "Kalau mau harga turun cepat ya, suplai aja semua ini (stok beras Bulog) ke pasar, tapi kan petaninya yang rugi." Pemerintah, kata Jokowi, harus menjaga keseimbangan antara harga produksi dan harga di pasaran agar petani beras pun tidak menjerit.

    BACA:Dedi Mulyadi Minta Prabowo Tunjukkan Data Lengkap Warga Kelaparan

    Sejak akhir Desember 2018 lalu, Jokowi sudah mewanti-wanti anak buahnya agar mewaspadai kenaikan harga beras. Kamis, 27 Desember 2018, Jokowi memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ke Istana Negara. "Ngobrol saja, presiden mengecek, kok saya dengernya harga beras naik?" kata Darmin menirukan ucapan Jokowi saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat,

    Darmin membenarkan bahwa terjadi kenaikan harga beras di bulan terakhir 2018 ini, namun besarnya dinilai tak banyak. Beras kualitas medium, kata Darmin, naik sekitar 0,4 persen saja atau sekitar Rp 45 untuk 1 kilogramnya. Sedangkan beras kualitas premium hanya naik 0,04 persen. "Jadi, kesimpulannya ya memang naik tapi kecil."

    Dikutip dari laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis atau PIHPS Nasional, harga sejumlah jenis beras sebenarnya beragam, ada yang sudah turun, tetap, dan ada juga yang malah masih naik. Perinciannya dalam seminggu terakhir yaitu harga beras kualitas bawah I Rp 10.850 per kilogram (kg) atau naik Rp 50 dari 4 Januari 2019. Lalu beras kualitas bawah II Rp 10.500 per kg atau naik Rp 100. Selanjutnya beras kualitas medium I tetap Rp 10.900 dan beras kualitas medium II Rp 11.700 per kg atau turun Rp 50.

    Baca berita tentang Jokowi lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.