Respons Sri Mulyani Soal Mundurnya Presiden Bank Dunia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah), didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan), dan Gubernur BI Perry Warjiyo saat menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. Keterangan pers ini terkait Paket Kebijakan Ekonomi XVI. TEMPO/Subekti.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah), didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan), dan Gubernur BI Perry Warjiyo saat menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. Keterangan pers ini terkait Paket Kebijakan Ekonomi XVI. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut merespons keputusan Presiden Bank Dunia, Jim Young Kim untuk mengundurkan diri dari jabatanya. Sri Mulyani mengatakan bahwa dirinya baru mendapat kabar mengenai pengunduran Jim pada hari ini.

    Baca: Sri Mulyani Sebut Rupiah Menguat Karena APBN Bagus

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan keputusan Jim tersebut patut dihormati. "Jim menyampaikan bahwa ia akan bergabung suatu perusahaan swasta yang bekerja di bidang infrastruktur," kata Sri Mulyani ditemui di Ballroom Hotel Ritz Charlton, Jakarta Selatan, Selasa 8 Januari 2019.

    Sebelumnya, keputusan Jim Young Kim untuk mengundurkan diri dari jabatan dikabarkan mengejutkan banyak pihak. Ia mengundurkan diri setelah menduduki posisinya selama 6 tahun ke belakang.

    Keputusan Jim untuk mengundurkan diri akan mulai berlaku pada 1 Februari 2019. Untuk sementara jabatan Kim akan dipegang oleh Kristalina Georgieva yang saat ini memegang jabatan sebagai Kepala Eksekutif.

    Bendahara negara ini berharap, keputusan Jim untuk bergabung dengan perusahaan infrastruktur tersebut bisa banyak berguna bagi negara negara berkembang di dunia.

    Kendati demikian, perempuan yang mendapat penghargaan sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik di dunia ini berharap mundurnya Jim tak akan mengganggu kinerja Bank Dunia. Khusunya, untuk meningkatkan pemerataan perekonomian.

    "Saya berharap insitusi ini bisa berjalan sesuai dari visi misinya meningkatkan pemerataan dan kesejahteraan. Termasuk di Indonesia sebagai salah satu anggota," ujar Sri Mulyani.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.