Rupiah Fluktuasi Terlalu Cepat, Ketua Kadin: Repot Bikin Planning

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Penurunan nilai ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar US$ 14,54 miliar, turun 4,51% dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani menyebut naik dan turun nilai tukar rupiah yang terlalu cepat belakangan membuat pengusaha serba salah. Pengusaha, kata dia, lebih mengharapkan nilai tukar rupiah bisa stabil.

Baca: Rupiah Menguat, Chatib Basri Beri Warning untuk Pemerintah

"Kalau naik turunnya cepat, kami repot bikin planning-nya, karena kita harus ambil asumsi yang mana," kata Rosan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Rosan mengatakan penguatan rupiah yang signifikan tidak selalu bagus bagi pengusaha. Meskipun, banyak orang yang menilai penguatan rupiah itu sangat baik. "Bagi pengusaha yang orientasinya ekspor mungkin juga kurang happy dengan penguatan yang begitu kencang."

Lantaran pemerintah pada mulanya mengasumsikan rupiah di kisaran Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2019, Rosan berharap rupiah tidak berfluktuasi secara signifikan dari asumsi tersebut, atau paling tidak di kisaran Rp 14.500 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah menguat 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp 14.067 per dolar AS pada siang hari ini. Hal tersebut terjadi di saat indeks dolar AS naik 0,26 persen atau 0,246 poin ke posisi 95,912.

Sebelumnya kurs rupiah sempat berfluktuasi sejak Selasa pagi hari ini. Pada pembukaan perdagangan pagi pada pukul 08.53 WIB nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 14.034 per dolar AS dan Rp 14.040 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB.

Sedangkan pada pukul 11.16 WIB kurs rupiah melemah 17 poin atau 0,12 persen ke level Rp 14.100 per dolar AS. Pelemahan itu terjadi seiring penguatan indeks dolar AS sebesar 0,282 poin atau 0,29 persen ke level 95,948.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan salah satu penopang penguatan rupiah adalah optimisme pelaku pasar terhadap negosiasi dagang antara AS dengan Cina yang akan tercapai kesepakatan. Hal ini tak saja menguatkan rupiah, tapi juga mata uang di kawasan Asia. "Di tengah minimnya data ekonomi, pelaku pasar terlihat optimistis akan ada progres pada pertemuan kali ini," katanya.

Baca: BI Beri Ruang Rupiah Menguat Lebih Lanjut, Begini Caranya

Sementara itu, kata Ariston, mata uang berisiko seperti rupiah kembali membuka peluang untuk melanjutkan penguatannya. Selain itu, sentimen dovish mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) tahun ini turut menjadi faktor yang menopang mata uang berisiko. "Sikap dovish The Fed mengenai pengetatan kebijakan pada 2019 memicu peralihan dana ke aset berisiko," katanya.

ANTARA






Rupiah Hari Ini Diprediksi Bergerak di Level Rp 15.400

4 jam lalu

Rupiah Hari Ini Diprediksi Bergerak di Level Rp 15.400

Rupiah kemungkinan akan bergerak di level Rp 15.400-15.470 sepanjang hari ini.


Kadin: Memajukan UMKM Indonesia agar Naik Kelas Menjadi Salah Satu Fokus Kami

2 hari lalu

Kadin: Memajukan UMKM Indonesia agar Naik Kelas Menjadi Salah Satu Fokus Kami

Kamar Dagang dan Perindustrian (Kadin) Indonesia bakal berfokus pada sektor usaha mikro, kecil, menangah (UMKM) pada tahun 2023.


Punya Potensi Besar, Jokowi: 60 Persen Produksi EV Battery Akan Ada di Indonesia

2 hari lalu

Punya Potensi Besar, Jokowi: 60 Persen Produksi EV Battery Akan Ada di Indonesia

Presiden Joko Widodo alias Jokowi meyakini di masa mendatang, produksi 60 persen EV battery atau baterai kendaraan listrik ada di Indonesia.


Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

3 hari lalu

Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

Rupiah menguat 0,85 persen dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp 15.563.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

3 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Kadin: Industri Fashion Sumbang 17 Persen Ekonomi Kreatif, tapi Berefek ke Emisi Karbon

4 hari lalu

Kadin: Industri Fashion Sumbang 17 Persen Ekonomi Kreatif, tapi Berefek ke Emisi Karbon

Arsjad menekankan aspek berkelanjutan pada industri fashion perlu menjadi perhatian.


Harap-harap Cemas Menjelang Penerapan Kenaikan UMP

4 hari lalu

Harap-harap Cemas Menjelang Penerapan Kenaikan UMP

Buruh dan pengusaha terus mempersoalkan kenaikan UMP. Padahal, pemberlakuan upah itu tinggal menghitung hari. Bagaimana pelaksanaannya nanti?


Terpopuler: Daftar Lengkap Kenaikan UMP, Energy Watch Soroti 680 Ribu Rice Cooker Gratis

5 hari lalu

Terpopuler: Daftar Lengkap Kenaikan UMP, Energy Watch Soroti 680 Ribu Rice Cooker Gratis

Berita mengenai penetapan UMP hingga rencana pemberian 680 ribu rice cooker paling banyak dibaca sepanjang Selasa, 29 November.


Kadin Sebut Penetapan Kenaikan UMP 2023 Bisa Sebabkan PHK hingga Relokasi Industri

5 hari lalu

Kadin Sebut Penetapan Kenaikan UMP 2023 Bisa Sebabkan PHK hingga Relokasi Industri

Kadin menganggap akan ada banyak imbas terhadap ekosistem usaha tahun depan setelah penetapan UMP 2023.


Kadin Pede Pengusaha Bakal Menang soal Gugatan UMP 2023: Feeling Enggak Mungkin Kalah

5 hari lalu

Kadin Pede Pengusaha Bakal Menang soal Gugatan UMP 2023: Feeling Enggak Mungkin Kalah

Kadin mengklaim pengusaha tidak terlibat dalam proses formulasi UMP 2023.