Bursa Efek Indonesia Denda Enam Emiten, Berikut Daftarnya

Layar menunjukkan waktu hitung mundur dalam pembukaan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, JakartaBursa Efek Indonesia melayangkan peringatan tertulis ketiga serta denda senilai Rp150 juta kepada 6 emiten yang masih belum menerbitkan laporan keuangan yang tidak diaudit per 30 September 2018. 

Baca: 2019, Bursa Efek Indonesia Targetkan Perusahaan yang Melantai Lebihi Tahun Lalu

Keenamnya yakni PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA), PT Golden Plantation Tbk. (GOLL), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU), PT Capitalinc Investment Tbk. (MTFN), PT Dua Putranya Utama Makmur Tbk. (DPUM), dan PT Evergreen Invesco Tbk. (GREN).

"Bursa telah mengenakan sanksi kepada 6 perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan triwulan III per 30 September 2018 yang tidak ditelaah secara terbatas atau yang tidak diaudit oleh akuntan publik berupa surat peringatan tertulis III dan denda sebesar Rp150 juta," ungkap BEI dalam pengumumannya, dikutip Selasa 8 Januari 2019.

Berdasarkan pengumuman yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia pada Senin 7 Januari 2018, BEI mengungkapkan bahwa batas bagi penerbitan laporan keuangan periode 30 September 2018 adalah pada 31 Oktober 2018.

Bursa Efek Indonesia mencatat ada 599 perusahaan tercatat yang wajib menyampaikan laporan keuangan, sedangkan yang tidak wajib ada 101 perusahaan tercatat. Dari 599 perusahaan tercatat tersebut, masih tersisa 6 perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangan per 30 September 2018.

Adapun, 101 perusahaan tercatat yang tidak wajib untuk menyampaikan laporan keuangan yakni 20 emiten baru yang tercatat setelah 30 September 2018, 48 obligasi, 24 ETF, 1 DIRE KIK, 6 EBA KIK, 1 Obligasi dan EBA SP, dan 1 DJPPR.






IHSG Sesi Pertama Ditutup Melemah, Saham BCA dan Telkom Paling Aktif Diperdagangkan

29 menit lalu

IHSG Sesi Pertama Ditutup Melemah, Saham BCA dan Telkom Paling Aktif Diperdagangkan

IHSG di sesi pertama ditutup di level 7.013,1 atau turun 0,09 persen dari perdagangan Jumat lalu.


Saham GOTO Marak Diobral di Pasar Negosiasi Rp 3,25 Triliun, Begini Penjelasan BEI

1 hari lalu

Saham GOTO Marak Diobral di Pasar Negosiasi Rp 3,25 Triliun, Begini Penjelasan BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) blak-blakan menjelaskan pemicu saham GOTO marak ditransaksikan di pasar negosiasi.


Analis Ungkap Prospek Bisnis Cinema XXI yang Bakal IPO Tahun Depan

2 hari lalu

Analis Ungkap Prospek Bisnis Cinema XXI yang Bakal IPO Tahun Depan

Analis Trimegah Sekuritas Rovandi menanggapi kabar operator bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya, bakal IPO tahun depan.


Besok Periode Penguncian Saham GoTo Berakhir, Ini Rencana Manajemen

5 hari lalu

Besok Periode Penguncian Saham GoTo Berakhir, Ini Rencana Manajemen

Periode penguncian saham atau lock-up PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akan berakhir pada 30 November 2022.


IHSG Turun ke Zona Merah di Sesi Pertama, GoTo dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan

5 hari lalu

IHSG Turun ke Zona Merah di Sesi Pertama, GoTo dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan

IHSG kembali turun ke zona merah di sesi pertama perdagangan hari ini. Menurut analisis PT Samuel Sekuritas Indonesia indeks menutup sesi di level harha 7.006,5.


Emiten TBS Energi Catat Laba Bersih USD 54,75 Juta, Naik 60 Persen

7 hari lalu

Emiten TBS Energi Catat Laba Bersih USD 54,75 Juta, Naik 60 Persen

Emiten tambang batu bara PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mencetak peningkatan kinerja hingga September 2022


Bursa Efek Umumkan Potensi Delisting ke Empat Emiten Ini, Penyebabnya?

9 hari lalu

Bursa Efek Umumkan Potensi Delisting ke Empat Emiten Ini, Penyebabnya?

Bursa Efek Indonesia telah mengumumkan 4 emiten di Bursa yang berpotensi mengalami delisting.


IKN Siapkan Lahan Khusus Pusat Kegiatan Keuangan, OJK: Mungkin 2,5 Kalinya BSD

10 hari lalu

IKN Siapkan Lahan Khusus Pusat Kegiatan Keuangan, OJK: Mungkin 2,5 Kalinya BSD

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengalokasikan anggaran untuk perpindahan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tahun depan.


Sebelum Akhir Tahun, Berikut Daftar Emiten-emiten yang Tebar Dividen Setelah BCA

10 hari lalu

Sebelum Akhir Tahun, Berikut Daftar Emiten-emiten yang Tebar Dividen Setelah BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi satu dari 5 emiten yang bakal membagikan dividen interim dalam waktu dekat.


Bursa Efek Indonesia Suspensi Saham PT Hanson International, Sebab...

11 hari lalu

Bursa Efek Indonesia Suspensi Saham PT Hanson International, Sebab...

Hanson International telah dikenakan notasi khusus selama lebih dari satu tahun berturut-turut sejak tanggal 14 Oktober 2021.