Survei Bank Indonesia: Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pedagang tengah memilih cabai rawit yang baru turun di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, 7 Maret 2017. Harga cabai rawit merah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sebesar Rp 150.000 per kilogram hal tersebut menjadi harga cabai rawit merah termahal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Para pedagang tengah memilih cabai rawit yang baru turun di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, 7 Maret 2017. Harga cabai rawit merah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sebesar Rp 150.000 per kilogram hal tersebut menjadi harga cabai rawit merah termahal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2018 menunjukkan bahwa optimisme konsumen terus menguat. Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 127,0 poin dari sebelumnya berada pada 122,7 pada bulan November 2018.

    Baca juga: Di Medan, BI Terima Penukaran Uang Lama Rp 526 Juta

    "Adapun scara keseluruhan tahun 2018, rata-rata IKK adalah sebesar 123,6 lebih tinggi dari rata-rata tahun sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman Zainal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 7 Januari 2019.

    Secara kuartal, Survei Konsumen Bank Indonesia pada kuartal empat (IV) 2018 juga mencatatkan peningkatan. Tercatat, rata-rata tingkat IKK berada pada angka 123,0. Jumlah ini tercatat meningkat jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya.

    Agusman juga mengatakan bahwa peningkatan keyakinan konsumen ditopang perbaikan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan. Persepsi yang juga membaik tersebut tercermin dari peningkatan pembelian barang tahan lama.

    Sementara itu, optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan didukung oleh ekspektasi di bidang kegiatan usaha. Secara umum, peningkatan keyakinan konsumen terjadi pada seluruh tingkat pengeluaran responden dan secara spasial kenaikan keyakinan konsumen terjadi pada sebagian besar kota yang disurvei.

    Agusman melanjutkan, hasil survei Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang (Maret 2019) diperkirakan meningkat dibandingkan dengan tekanan harga pada bulan sebelumnya. "Peningkatan itu terutama disebabkan oleh adanya kekhawatiran konsumen terhadap potensi kenaikan harga BBM, khususnya BBM nonsubsidi," kata Agusman.

    Kondisi itu terindikasi lewat meningkatnya Indeks Ekspektasi Harga 3 bulan yang akan datang sebesar 175,2 dari bulan sebelumnya di level 174,1. Pada 6 bulan mendatang (Juni 2019), konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga meningkat disebabkan oleh permintaan yang meningkat selama bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan mendatang dari 175,1 pada bulan sebelumnya menjadi sebesar 176,7.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.