Tak Terduga, Presiden Bank Dunia Menyatakan Mundur

Reporter

Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim menjadi pembicara dalam sesi Mitigating Famine Risks dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Kelompok Bank Dunia Jim Yong Kim mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri dari posisinya, setelah lebih dari enam tahun di lembaga pemberi pinjaman internasional itu. Pengunduran diri diumumkan pada Senin, 7 Januari 2019.

Baca: Sri Mulyani Tanggapi Laporan Bank Dunia Soal Pembangunan Infrastruktur

CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva akan berperan sebagai presiden sementara efektif mulai 1 Februari 2019. Pengunduran diri Kim dari Bank Dunia tidak terduga, karena ia ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun kedua sebagai presiden bank pembangunan multilateral itu pada 2016.

Kim pertama kali menjadi presiden Bank Dunia ke-12 pada 1 Juli 2012. Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia menjabat sebagai presiden lembaga akademik terkenal di Amerika Serikat, Dartmouth College.

"Merupakan kehormatan besar menjadi Presiden lembaga luar biasa ini, penuh dengan individu bersemangat yang didedikasikan untuk misi mengakhiri kemiskinan ekstrem dalam hidup kita," kata Kim dalam sebuah pernyataan.

"Pekerjaan Kelompok Bank Dunia lebih penting sekarang daripada sebelumnya, karena aspirasi-aspirasi masyarakat miskin meningkat di seluruh dunia, dan masalah-masalah seperti perubahan iklim, pandemi, kelaparan serta pengungsi terus tumbuh dalam skala dan kompleksitas mereka," katanya.

Setelah mundur dari jabatannya, Kim akan bergabung dengan sebuah perusahaan dan fokus pada peningkatan investasi infrastruktur di negara-negara berkembang. Bank Dunia menyatakan rincian posisi baru ini akan segera diumumkan.

ANTARA






Terpopuler Bisnis: GoTo dan Ruangguru Umumkan PHK Massal, Bank Dunia Dukung Pensiun Dini PLTU

13 hari lalu

Terpopuler Bisnis: GoTo dan Ruangguru Umumkan PHK Massal, Bank Dunia Dukung Pensiun Dini PLTU

Berita terpopuler bisnis pada 18 November 022, dimulai dari GoTo yang disebut jor-joran merekrut lulusan luar negeri sebelum melakukan PHK massal.


Tempo Economic Forum: Ancaman Resesi 2023, IMF Cermati 3 Dampak Invasi Rusia

13 hari lalu

Tempo Economic Forum: Ancaman Resesi 2023, IMF Cermati 3 Dampak Invasi Rusia

IMF melihat krisis global karena ketegangan geopolitik akan memperburuk kondisi ekonomi. Krisis pun mendorong negara maju jatuh ke jurang resesi.


Dukung RI Pensiunkan PLTU Batu Bara, Bank Dunia: Kita Seharusnya Kembali ke EBT

13 hari lalu

Dukung RI Pensiunkan PLTU Batu Bara, Bank Dunia: Kita Seharusnya Kembali ke EBT

Bank Dunia mendorong percepatan pensiun dini PLTU batu bara di Indonesia. Energi baru dan terbarukan dari panas bumi, surya, hingga air jadi solusi.


Pandemic Fund Terkumpul Rp 21,7 T, Jokowi: Belum Mencukupi

18 hari lalu

Pandemic Fund Terkumpul Rp 21,7 T, Jokowi: Belum Mencukupi

Presiden RI Joko Widodo menyerukan komunitas internasional untuk mendukung pandemic fund atau inisiatif yang disepakati oleh negara-negara anggota G20 untuk pencegahan, persiapan dan respons bagi ancaman pandemi mendatang.


Direktur Eksekutif Bank Dunia: Indonesia Sukses Pertahankan G20 di Tengah Perang Ukraina

18 hari lalu

Direktur Eksekutif Bank Dunia: Indonesia Sukses Pertahankan G20 di Tengah Perang Ukraina

Direktur Eksekutif Bank Dunia menilai Indonesia sebagai presidensi G20 berhasil mempertahankan forum dari keterpecahan imbas perang Ukraina.


Riset UI: Tamu G20 Akan Habiskan Belanja Rp 10 Triliun di Indonesia

20 hari lalu

Riset UI: Tamu G20 Akan Habiskan Belanja Rp 10 Triliun di Indonesia

Selain dampak langsung terhadap perputaran uang, pertemuan para kepala negara di KTT G20 ini diperkirakan bakal memberi efek ekonomi yang jauh lebih besar.


COP27: Bank Dunia Siap Danai Negara Miskin Untuk Atasi Perubahan Iklim

20 hari lalu

COP27: Bank Dunia Siap Danai Negara Miskin Untuk Atasi Perubahan Iklim

Dalam COP27, Bank Dunia mengatakan membutuhkan dana segar dari negara-negara donor kaya untuk mengatasi perubahan iklim di negara miskin


REDD+ di Kalimantan Timur, Indonesia Terima Pembayaran Pertama Rp 327 Miliar

22 hari lalu

REDD+ di Kalimantan Timur, Indonesia Terima Pembayaran Pertama Rp 327 Miliar

Indonesia menerima pembayaran pertama dari Bank Dunia atas kesepakatan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) di Kaltim.


Sering Beri Utang, Apa Beda IMF dengan Bank Dunia?

29 hari lalu

Sering Beri Utang, Apa Beda IMF dengan Bank Dunia?

Berikut perbedaan IMF dan Bank Dunia sebagai pemberi utang ke negara berkembang seperti Indonesia


Pengertian Bank Dunia: Sejarah, Tugas, dan Daftar Presidennya

29 hari lalu

Pengertian Bank Dunia: Sejarah, Tugas, dan Daftar Presidennya

Mengenal apa itu bank dunia, sejarah, tujuan serta daftar orang yang pernah menduduki jabatan presiden bank dunia