Stok Banyak, Menteri Enggar Yakin Harga Beras Bakal Stabil

Reporter

Petugas Ditkrimsus Polda Metro Jaya melakukan pengecekan sebuah gudang yang diduga melakukan penimbunan sembako di Jalan Sumur Batu Raya, Jakarta, 23 Mei 2017. Barang bukti yang berhasil diamankan dari gudang di antaranya beras seberat 86 ton yang terdiri dari 1.700 karung kemasan 50 kilogram. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah optimistis bahwa harga komoditas beras pada tahun ini bakal terkendali karena jumlah ketersediaan stok beras yang diyakini masih memadai serta adanya penambahan dari panen, serta pasokan distribusi yang dinilai lebih lancar.

Baca juga: Pantau Harga di Pasar Tulungagung, Jokowi Beli Beras dan Ayam

"Bila suplai ada, distribusi oke, penimbunan tidak berjalan, maka (stabilitas harga) akan teratasi," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.

Menurut Enggartiasto, tingkat harga sangat tergantung dengan pasokan dan permintaan, sedangkan pada saat ini selain stok di Bulog masih cukup, sebentar lagi masa panen juga akan tiba. Sedangkan di sisi pasokan, ujar dia, dengan pembangunan sejumlah infrastruktur seperti beragam ruas tol serta program Tol Laut juga diyakini akan dapat menekan biaya logistik pengiriman komoditas ke depannya.

Mendag juga mengingatkan bahwa dari sisi penegakan hukum juga telah berjalan dengan baik sehingga diharapkan pada masa mendatang tidak ada lagi yang berani untuk menimbun bahan pangan pokok.

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan penerapan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras karena berpotensi menghambat serapan beras oleh Bulog. "Bulog sebaiknya diberikan keleluasaan untuk menyerap beras dan tidak terpaku pada HPP," kata Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman.

Menurut dia, banyak faktor yang mempengaruhi serapan beras Bulog selain penerapan HPP, antara lain musim kemarau yang lalu tentunya juga memengaruhi jumlah beras yang diproduksi petani.

Ia berpendapat karena jumlahnya lebih sedikit, ada kecenderungan petani untuk menjual gabah dengan harga yang lebih tinggi. "Pada akhirnya, tidak menutup kemungkinan petani memutuskan untuk menjual ke tengkulak dan pada akhirnya akan mengganggu stabilitas harga beras di pasaran," paparnya.

Untuk itu, Ilman menyarankan sebaiknya pemerintah tidak usah fokus untuk mematok harga jual beli, dan sebaiknya pemerintah justru perlu meninjau ulang, jika perlu mencabut skema HPP yang diatur dalam aturan tersebut dan fokus menjaga stabilitas harga beras melalui operasi pasar menggunakan cadangan beras yang tersedia di gudang Bulog.

Pemerintah memutuskan untuk tidak mengimpor beras pada awal 2019 dikarenakan stok di gudang Bulog dianggap masih mencukupi dan kekurangan beras di pasaran bisa ditutupi melalui operasi pasar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus kepada harga kebutuhan pokok beras dan mengupayakan harganya terus stabil. "Yang pertama yang saya lihat beras karena ini pengaruhnya terhadap inflasi. Harga beras sangat berpengaruh sehingga beras yang terlebih dahulu yang saya lihat," kata Jokowi di Kampus STKIP PGRI Tulungagung, Jawa Timur, Jumat, 4 Januari 2019.

ANTARA






RI Impor Beras 200 Ribu Ton, CIPS Nilai Ketahanan Pangan Sedang Terancam

6 jam lalu

RI Impor Beras 200 Ribu Ton, CIPS Nilai Ketahanan Pangan Sedang Terancam

Pemerintah sepakat melakukan impor beras sebanyak 200 ribu ton setelah Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggelar dua kali rapat terbatas.


Ingatkan Impor Beras Berpotensi Maladministrasi, Berikut Penjelasan Ombudsman

12 jam lalu

Ingatkan Impor Beras Berpotensi Maladministrasi, Berikut Penjelasan Ombudsman

Ombudsman RI memandang keputusan impor beras berpotensi menimbulkan maladministrasi.


Kronologi Kisruh Data Beras Mentan Vs Buwas hingga Wanti-wanti Jokowi

14 jam lalu

Kronologi Kisruh Data Beras Mentan Vs Buwas hingga Wanti-wanti Jokowi

Keputusan impor beras 200 ribu ton hingga akhir 2022 diambil setelah kisruh data beras versi Bulog dan Kementan ramai mengemuka. Simak kronologinya.


Pemerintah Bersiap Impor Beras, Ombudsman Peringatkan 12 Indikator Ini

20 jam lalu

Pemerintah Bersiap Impor Beras, Ombudsman Peringatkan 12 Indikator Ini

Ombudsman menilai pemerintah belum memenuhi 12 indikator dalam pengambilan keputusan impor beras berdasarkan UndaUU 18 Tahun 2012 tentang Pangan.


Impor Beras Banyak Kendala, Bulog: Masih Diupayakan sampai Akhir Desember 2022

1 hari lalu

Impor Beras Banyak Kendala, Bulog: Masih Diupayakan sampai Akhir Desember 2022

Pemerintah telah bersiap melakukan impor beras hingga 200 ribu ton akhir tahun ini


Terpopuler: Buwas Pertanyakan Data Beras Kementan, Lowongan Kerja di Astra Honda Motor

1 hari lalu

Terpopuler: Buwas Pertanyakan Data Beras Kementan, Lowongan Kerja di Astra Honda Motor

Berita terpopuler pada Rabu, 7 Desember 2022, dimulai dari Dirut Bulog Budi Waseso atau Buwas yang mempertanyakan data beras Kementerian Pertanian.


Ribut Impor Beras, Masalah Klasik Lintas Lembaga

1 hari lalu

Ribut Impor Beras, Masalah Klasik Lintas Lembaga

Usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Selasa, 6 Desember 2022, Badan Pangan Nasional mengumumkan ihwal impor beras sebanyak 200 ton.


Persoalkan Data Beras Kementan, Buwas: Saya Cek di Lapangan Enggak Ada

2 hari lalu

Persoalkan Data Beras Kementan, Buwas: Saya Cek di Lapangan Enggak Ada

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas buka suara ihwal impor beras di tengah klaim surplus dari Kementerian Pertanian (Kementan).


Banjir Beras di Atas Kertas

2 hari lalu

Banjir Beras di Atas Kertas

Polemik data beras kian meruncing.


Beras Basmati, Beras Asli India yang Diimpor Indonesia

2 hari lalu

Beras Basmati, Beras Asli India yang Diimpor Indonesia

Bukan untuk kebutuhan pangan, Indonesia mengimpor beras basmati dari India untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi khusus.