Lion Air Dipanggil ke DPR Soal Pencabutan Layanan Bagasi Gratis

Reporter

Seorang penumpang meletakkan barangnya pada bagasi kabin saat menaiki pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER MH318 dari Kuala Lumpur menuju Beijing, (17/3). REUTERS/Edgar Su

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi V DPR RI segera memanggil Kementerian Perhubungan serta manajemen maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air terkait pencabutan bagasi cuma-cuma. Rencana ini akan diberlakukan mulai Selasa, 8 Januari 2019.

Baca: Lion Air Hapus Bagasi Gratis, Berikut Detail Aturan Kemenhub

"Kami segera memanggil pihak dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub serta manajemen dua maskapai itu terkait persoalan yang menimbulkan keresahan publik dalam beberapa hari terakhir," kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis kepada wartawan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, 7 Januari 2019.

Hal ini disampaikan saat ditanyai terkait polemik penghapusan atau pencabutan bagasi cuma-cuma 20 kilogram oleh dua maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air. Dalam rapat dengan agenda dengar pendapat itu pihaknya akan mencari alasan terkait pencabutan bagasi cuma-cuma itu.

Terkait Polemik itu Komisi V DPR RI meminta operator maskapai penerbangan nasional senantiasa melaksanakan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk ketika ada perubahan prosedur operasional. "Setiap maskapai penerbangan harus menaati peraturan perundang-undangan. Artinya bahwa perubahan peraturan harus sampaikan ke pihak Kemenhub," ujar dia.

Komisi V DPR RI juga meminta operator maskapai penerbangan nasional dalam hal pengaturan bagasi berbayar bagi maskapai dengan pelayanan standar minimum (no frill) untuk mensosialisasikan pengaturan tersebut kepada seluruh konsumen dan masyarakat agar tidak terjadi miskomunikasi.

Di samping itu pihaknya juga meminta agar operator maskapai penerbangan nasional senantiasa melaksanakan dan meningkatkan standar keselamatan dan keamanan penerbangan serta melakukan peningkatan pengawasan terhadap bagasi yang sebelumnya gratis menjadi berbayar. "Jangan sampai pencabutan itu tidak dibarengi dengan peningkatan standar keselamatan serta keamanan bagasi," ujar dia.

Sementara itu Markus, pengguna jasa angkutan udara saat ditemui di Bandara El Tari, mengaku keberatan dengan rencan pencabutan itu. "Ini sosialiasinya sudah minim, terus tiba-tiba dengan bahwa akan ada penghapusan. Inikan tidak masuk akal," ujar dia.

Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Lion Air dan Wings Air tak sebanding dengan pelayananan yang diterima oleh konsumen. Salah satunya adalah masalah keterlambatan keberangkatan pesawat milik maskapai penerbangan itu yang selama ini terus terjadi.

ANTARA






Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

8 hari lalu

Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

Lion Air meminta maaf atas keluhan dari salah satu penumpang yang tak lain adalah Putra Kedua Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.


ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

9 hari lalu

ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) disebut melakukan pemotongan anggaran Boeing Community Investment Fund. Dalam penggunaannya tak libatkan ahli waris


ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

16 hari lalu

ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

Jaksa mengatakan, ACT tak pernah melaporkan progres penggunaan dana bantuan sosial Boeing senilai Rp 138 miliar.


Sidang Dakwaan Ahyudin ACT, Pengacara: Jaksa Tak Sertakan Pasal Pencucian Uang

16 hari lalu

Sidang Dakwaan Ahyudin ACT, Pengacara: Jaksa Tak Sertakan Pasal Pencucian Uang

Jaksa membacakan dakwaan terhadap terdakwa eks Presiden ACT Ahyudin. Dalam dakwaannya, jaksa tak menyertakan pasal pencucian uang.


ACT Sebut Ditunjuk Boeing untuk Kelola Dana Santunan Kecelakaan Lion Air JT610

16 hari lalu

ACT Sebut Ditunjuk Boeing untuk Kelola Dana Santunan Kecelakaan Lion Air JT610

ACT menyatakan kepada ahli waris kecelakaan pesawat Lion Air JT610 bahwa telah ditunjuk Boeing untuk mengelola dana santunan


Batik Air Investigasi Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

17 hari lalu

Batik Air Investigasi Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

Batik Air member of Lion Air Group melakukan proses investigasi kejadian penanganan bagasi nomor penerbangan ID-7130.


Batik Air Minta Maaf Soal Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

18 hari lalu

Batik Air Minta Maaf Soal Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

Batik Air memberikan klarifikasi soal layanan bagasi nomor penerbangan ID-7130 yang sebelumnya dikeluhkan Kaesang Pangarep.


Kaesang Pangarep Curhat Naik Batik Air ke Surabaya tapi Kopernya Sampai Kualanamu

18 hari lalu

Kaesang Pangarep Curhat Naik Batik Air ke Surabaya tapi Kopernya Sampai Kualanamu

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan saat naik pesawat Batik Air. Begini kisahnya.


Terkini Bisnis: Bahlil Minta Investor Tak Ragu Tanam Modal di RI, Belanja Tamu G20 Akan Tembus 10 T

19 hari lalu

Terkini Bisnis: Bahlil Minta Investor Tak Ragu Tanam Modal di RI, Belanja Tamu G20 Akan Tembus 10 T

Berita terkini pada siang ini dimulai dari ajakan Menteri Bahlil Lahadalia ke para investor agar tak ragu membenamkan investasi di Indonesia.


KTT G20, Lion Air Minta Calon Penumpang Sesuaikan Jadwal Penerbangan ke Bali 13-17 November

20 hari lalu

KTT G20, Lion Air Minta Calon Penumpang Sesuaikan Jadwal Penerbangan ke Bali 13-17 November

Lion Air mengimbau agar calon penumpang melakukan penyesuaian mengatur kembali rencana penerbangan dari dan menuju Bali Periode 13 - 17 November 2022.