Utang per Kapita Dikritik, Kemenkeu: Lebih Rendah dari Malaysia

Pegawai Kementerian Keuangan bisa menjadi teladan yang nyata dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air.

TEMPO.CO, Jakarta - Kritik soal pengelolaan utang kembali mencuat. Kali ini kritik soal utang per kapita dilontarkan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno pada pekan lalu.

Baca: 2019, Pemerintah Diminta Waspadai Jatuh Tempo Utang Luar Negeri

Sandiaga Uno saat itu mengaku prihatin dengan tingginya nilai utang negara. Ia mengatakan saat ini setiap bayi yang baru lahir pun telah dibebani utang Rp 13 juta.

"Setiap bayi yang lahir, belum apa-apa, dia sudah dibebani utang Rp 13 juta. Ini yang ngomong ibu Sri Mulyani sendiri," ujar Sandiaga dalam rekaman video yang diunggah melalui akun Twitter-nya  @sandiuno, Kamis, 3 Januari 2019.

Dalam video itu Sandiaga juga menyayangkan utang negara yang sangat besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu ia mengusulkan pembangunan tanpa dengan cara berutang adalah dengan mendorong kemitraan pemerintah dan swasta.

Menanggapi hal itu, Kementerian Keuangan menyebut utang pemerintah masih dalam keadaan aman dan dikelola secara hati-hati. Hal tersebut, menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti, dibuktikan dengan perbandingan kondisi utang Indonesia dengan negara-negara peers.

"Dibandingkan dengan beberapa negara lainnya, kondisi utang Indonesia jauh lebih baik," kata Nufransa, Sabtu malam, 5 Januari 2018.

Pada tahun 2018, ujar Nufransa, rasio utang per kapita Pemerintah Indonesia adalah sebesar US$ 1.147 dengan rasio utang per PDB sebesar 30 persen. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan Thailand yang U$D 2.928 perkapita dengan rasio utang 42 persen per PDB.

Angka itu juga lebih rendah dari utang Malaysia yang sebesar US$ 5.898 perkapita dengan rasio utang 55 persen per PDB, juga utang Filipina yang sebesar US$ 1.233 per kapita dengan rasio utang 40 persen per PDB. "Pemerintah masih sangat mampu untuk membayar utangnya tersebut dan telah disiapkan anggarannya dalam APBN setiap tahun," kata Nufransa.

Atas kritik Sandiaga itu, Nufransa menjelaskan bahwa pembayaran utang pemerintah tidak hanya berasal dari pajak, namun juga dari hasil investasi pemerintah, penerimaan negara bukan pajak, royalti, dan lainnya. "Jadi tidak benar kalau disebutkan bahwa semakin besar utang Indonesia maka rakyat akan semakin terbebani dengan besarnya pajak yang harus dibayar," kata Nufransa.

Pembayaran pajak dikelola pemerintah dengan mekanisme penerimaan negara melalui APBN lebih difokuskan pada Pembangunan Manusia Indonesia, bukan untuk pembayaran utang. Dengan demikian masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih berusia produktif dapat berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan Indonesia melalui pembayaran pajak.

Baca: Bukan Cina, Ini Negara Pemberi Utang Terbesar ke RI

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pada akhir November 2018 utang Pemerintah Indonesia tercatat sebesar Rp 4.396 triliun, sementara rasio utang per PDB tercatat sebesar 29,9 persen. "Masih jauh di bawah 60 persen sebagaimana ketentuan Undang-undang no 17 tahun 2003," tutur Nufransa. "Hal ini menunjukkan bahwa utang Indonesia aman dan mampu dibayar kembali."






Anwar Ibrahim Disindir Pakai Sepatu Rp19 Juta, Ini Jawabannya

1 jam lalu

Anwar Ibrahim Disindir Pakai Sepatu Rp19 Juta, Ini Jawabannya

Anwar Ibrahim disentil netizen, bahwa tokoh reformasi ini menolak menggunakan mobil dinas Mercedes Benz S600, tapi memakai sepatu berharga Rp19 juta


Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

5 jam lalu

Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

Top 3 dunia adalah China memburu peserta unjuk rasa, Anwar Ibrahim dituding jadi agen Israel hingga demonstran Iran merayakan kemenangan AS.


Jokowi Ingatkan Bahlil Target Investasi Rp 1.200 Triliun: Jangan Nanti Minta Maaf, Tidak Tercapai

20 jam lalu

Jokowi Ingatkan Bahlil Target Investasi Rp 1.200 Triliun: Jangan Nanti Minta Maaf, Tidak Tercapai

Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengingatkan Bahlil Lahadalia bahwa target investasi sebesar Rp 1.200 triliun harus tercapai.


Tuding Anwar Ibrahim Agen Israel, Pemimpin Partai Islam Malaysia Dilaporkan

1 hari lalu

Tuding Anwar Ibrahim Agen Israel, Pemimpin Partai Islam Malaysia Dilaporkan

Presiden Partai Islam Malaysia dilaporkan ke polisi karena diduga menyebut Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebagai agen Israel.


Prediksi Utang Lunas 17 Tahun Mendatang, Dirut Krakatau Steel: Bisa Lebih Cepat Lagi

1 hari lalu

Prediksi Utang Lunas 17 Tahun Mendatang, Dirut Krakatau Steel: Bisa Lebih Cepat Lagi

Emiten baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) memproyeksikan baru dapat melunasi sisa utang senilai US$1,7 miliar dalam 17 tahun.


Upaya Wujudkan Wisata Kesehatan di Bali, Pengembangan KEK Sanur Hingga Gaet Mayo Clinic

1 hari lalu

Upaya Wujudkan Wisata Kesehatan di Bali, Pengembangan KEK Sanur Hingga Gaet Mayo Clinic

Wisata kesehatan ini perlu dikembangkan agar masyarakat Indonesia sendiri memanfaatkan layanan kesehatan di tanah air.


Anwar Ibrahim Jadi PM, Pengusaha Ini Traktir Pengunjung Restoran

1 hari lalu

Anwar Ibrahim Jadi PM, Pengusaha Ini Traktir Pengunjung Restoran

Seorang pengusaha Malaysia mentraktir makan pengunjung di beberapa restoran dan kedai kopi karena senang Anwar Ibrahim terpilih sebagai PM


Omnibus Law Sektor Keuangan Masih Dibahas, Wamenkeu: Semoga Selesai Secepat Mungkin

1 hari lalu

Omnibus Law Sektor Keuangan Masih Dibahas, Wamenkeu: Semoga Selesai Secepat Mungkin

Omnibus Law Sektor Keuangan ini telah masuk program legislasi nasional (prolegnas) prioritas.


Tolak Mobil Mewah dan Gaji, Anwar Ibrahim Juga Larang Pengadaan Tanpa Tender

1 hari lalu

Tolak Mobil Mewah dan Gaji, Anwar Ibrahim Juga Larang Pengadaan Tanpa Tender

PM Malaysia Anwar Ibrahim melarang pengadaan barang dan jasa tanpa tender. Ia sebelumnya menolak menerima gaji sebagai perdana menteri.


Bali Jadi Destinasi Wisata Health Tourism, Sandiaga Rangkul Mayo Clinic dan John Hopkins University

1 hari lalu

Bali Jadi Destinasi Wisata Health Tourism, Sandiaga Rangkul Mayo Clinic dan John Hopkins University

Wisata kesehatan atau wellness tourism memiliki potensi besar dalam pariwisata di Tanah Air, terutama di Bali.