Libur Natal dan Tahun Baru, Polisi: Kecelakaan Lalu Lintas Turun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu (22/12/2018), dan ditaksir sekitar 85 ribu kendaraan. ANTARA/Risky Andrianto

    Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu (22/12/2018), dan ditaksir sekitar 85 ribu kendaraan. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan jumlah kecelakaan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru kemarin menurun 30 persen. Sementara angka kerugian materi turun sebesar Rp 1,75 miliar.

    Baca: Libur Natal dan Tahun Baru, BNI Buka Puluhan Gerai Terbatas

    Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Refdi Andri mengungkapkan operasi lilin sudah berakhir sejak 1 Januari 2019 lalu. Dia melaporkan jumlah kecelakaan dan kerugian yang disebabkannya mengalami penurunan.

    "Laka lantas terjadi penurunan kejadian sebanyak 292 kasus apabila dibandingkan dengan tahun 2017 atau sekitar 30 persen, sedangkan untuk korban meninggal dunia juga terjadi penurunan sebanyak 74 orang atau 30 persen," kata Refdi, Ahad, 6 Januari 2019.

    Refdi menjelaskan, total kecelakaan lalu lintas mencapai 673 kecelakaan. Angka tersebut turun dari 2017 yang mencapai 965 kecelakaan.

    Sementara itu, korban meninggal dunia sebanyak 176 jiwa turun dari tahun lalu yang mencapai 250 jiwa, luka berat 150 orang turun dari tahun sebelumnya 232 orang, dan luka ringan 813 orang yang juga turun dari tahun sebelumnya sejumlah 1.139 orang.

    Selain itu, kerugian materi mencapai Rp 1,99 miliar atau turun dari tahun 2017 yang mencapai Rp 3,74 miliar. Adapun perbaikan saran dan prasarana jalan pada jalan tol dan non tol atau arteri diduga menjadi salah satu penyebab menurunnya angka kecelakaan.

    Tak hanya hal tersebut, kata Refdi, upaya-upaya pengecekan gabungan bus angkutan umum dan wisata melalui ramp check, serta penindakan pelanggaran Over Dimension & Over Load (ODOL) menjadi salah satu faktor utama penurunan kecelakaan. 

    Faktor lain, lanjutnya, adalah kesiapsiagaan Kepolisian dan Kementerian Perhubungan di lapangan dalam menjaga daerah rawan laka dan optimalisasi pos pengamanan dan pos sepanjang jalur mudik, baik pada ruas tertentu sepanjang tol maupun jalan arteri.

    Baca: KAI Siapkan 394 Perjalanan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

    Selain itu, sosialisasi kepada pemudik untuk berhati-hati selama libur Natal dan Tahun Baru dianggap berhasil. "Penyampaian pesan keselamatan secara terus menerus dengan memanfaatkan media," jelasnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.