Perencana Keuangan: Dana Darurat Minimal 3 Kali Pengeluaran

Ilustrasi perencanaan keuangan. Mommysdiary.com

TEMPO.CO, JakartaPerencana keuangan OneShildt M. Andoko menilai masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya dana darurat. Namun tak sedikit mereka belum maksimal membangun dana darurat.

Baca: Memulai Bisnis, Perencana Keuangan: Modal Bukan Segalanya

"Ini terkait dengan pengetahuan dan kebiasaan. Kebiasaan terkadang bisa mengalahkan pengetahuan, misalnya contoh kecil rokok. Sudah tahu (merokok) berbahaya, namun masih dilakukan. (Ini) sama dengan dana darurat," kata Andoko, Jumat, 4 Januari 2019.

Andoko menjelaskan, semuda apapun, setiap orang harus mempersiapkan dana darurat. Pasalnya, kita tak dapat memprediksi bagaimana kondisi keuangan di masa yang akan datang. 

Meskipun saat ini kondisi keuangan terlihat sehat, menurut Andoko, kondisi di kemudian hari belum tentu akan serupa. Dana darurat dalam sebuah keluarga memiliki peran penting, khususnya dalam keadaan genting. Banyak perencana keuangan independen di Indonesia yang setuju dana darurat adalah salah satu tujuan keuangan yang harus disiapkan paling awal.

Lebih jauh Andoko menjelaskan individu memiliki dana darurat sebesar 3 kali hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Besaran tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, apakah masih single atau sudah berkeluarga.

Ketika belum menikah, misalnya, besaran dana darurat cukup ideal sebesar 3 kali pengeluaran bulanan, sudah menikah belum punya anak sebesar 6 kali pengeluaran bulanan, dan sudah menikah dan punya anak (dana darurat menjadi) 12 kali biaya pengeluaran bulanan.

Selanjutnya, kata Andoko, kegunaan dana darurat berbeda dengan dana yang dipakai sehari-hari. Dana darurat sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan terjepit atau benar-benar darurat.

Andoko menekankan bahwa dana darurat harus dipisahkan dari rekening harian, investasi, ataupun tabungan jangka pendek yang dimaksudkan untuk memenuhi tujuan keuangan jangka pendek. Tak hanya itu, dana darurat harus mudah diambil kapan saja dan di mana saja. Artinya dana tersebut harus likuid dan dapat dicairkan pada saat dibutuhkan, atau ditempatkan dalam instrumen yang memiliki risiko sangat kecil.

Kalau secara teori, kata Andoko, paling ideal sebaiknya (ditempatkan) di tabungan. "Kalau di deposito kan harus dicairkan saat jatuh tempo. Bisa juga ditempatkan di logam mulia yang gampang dicairkan," katanya.

Baca: Perencana Keuangan Sarankan 10 Persen Gaji untuk Kesehatan Anak

Selain itu, perencana keuangan tersebut mengatakan sebenarnya dana darurat dapat ter-cover melalui kartu kredit apabila pencairan dana darurat lebih lama. Apabila hal tersebut terjadi, yang paling penting Anda harus mengembalikan uang tersebut sebelum jatuh tempo.

BISNIS






Warga AS Belanja Rp143 Triliun pada Black Friday

12 hari lalu

Warga AS Belanja Rp143 Triliun pada Black Friday

Pembelanja AS mengatasi tekanan inflasi dengan menghabiskan rekor $9,12 miliar atau Rp143 triliun selama hari belanja nasional Black Friday.


Orang Tua Harus Cerdas Atur Pengeluaran agar Gizi Anak Optimal

30 hari lalu

Orang Tua Harus Cerdas Atur Pengeluaran agar Gizi Anak Optimal

Investasi pemberian makanan sehat dan bergizi dalam keluarga seharusnya menjadi prioritas orang tua. Ini cara atur pengeluaran untuk siapkan gizi anak


Jeremy Hunt Ingin Pangkas Anggaran Pengeluaran Inggris Sampai Rp 600 Triliun

32 hari lalu

Jeremy Hunt Ingin Pangkas Anggaran Pengeluaran Inggris Sampai Rp 600 Triliun

Jeremy Hunt diwartakan Guardian ingin memangkas anggaran pengeluaran Inggris setidaknya 35 miliar GBP (Rp 620 triliun).


BSU Tahap Empat Cair, Perencana Keuangan Ingatkan Pemenuhan Kebutuhan sebagai Prioritas

4 Oktober 2022

BSU Tahap Empat Cair, Perencana Keuangan Ingatkan Pemenuhan Kebutuhan sebagai Prioritas

Perencana Keuangan mengatakan dana BSU mestinya difokuskan untuk bisa mengatasi kewajiban dulu, seperti untuk kurangi utang dan biaya anak sekolah.


Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

28 September 2022

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

Untuk menjaga aliran dana atau cashflow saat resesi terjadi, Aidil mewanti-wanti masyarakat untuk menekan konsumsinya.


Mengusahakan Keamanan Finansial di Masa Tak Pasti

1 September 2022

Mengusahakan Keamanan Finansial di Masa Tak Pasti

Ketika keadaan memungkinkan, menabung, dan menabung dana darurat sangat dianjurkan untuk menjaga keamanan finansial.


Akun Instagram Jouska Kembali Aktif, OJK Wanti-wanti Masyarakat untuk Tidak Akses

22 Agustus 2022

Akun Instagram Jouska Kembali Aktif, OJK Wanti-wanti Masyarakat untuk Tidak Akses

Ketua SWI Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing menanggapi kembali aktifnya akun Instagram PT Jouska Finansial Indonesia.


4 Kiat Mencegah Keinginan Belanja Impulsif

15 Agustus 2022

4 Kiat Mencegah Keinginan Belanja Impulsif

Perilaku membeli produk secara seketika tanpa pertimbangan kebutuhan bisa saja menandakan belanja impulsif


OCBC NISP Financial Fitness Index 2022: Kesehatan Finansial Generasi Muda RI Rendah

15 Agustus 2022

OCBC NISP Financial Fitness Index 2022: Kesehatan Finansial Generasi Muda RI Rendah

Pada tahun ini, skor indeks yang menggambarkan kondisi kesehatan finansial generasi muda Indonesia itu naik, tapi angkanya masih rendah dan terhambat.


6 Kiat Mencegah Kebiasaan Belanja Kompulsif

7 Agustus 2022

6 Kiat Mencegah Kebiasaan Belanja Kompulsif

Belanja kompulsif atau compulsive shopping jenis gangguan kontrol perilaku untuk berbelanja terus-menerus