Subsidi PSO untuk 5 Kereta Api Ekonomi Dihapus, Ini Alasan Menhub

Pemudik menunggu kereta api Brantas tujuan Jawa Tengah dan Kediri di Stasiun Pasar Senen, 12 Juli 2015. TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan alasan kementeriannya menghapuskan subsidi Public Service Obligation untuk lima kereta api ekonomi mulai awal tahun 2019. Menurut dia, dalam beberapa waktu ke depan kementeriannya telah memiliki program pengembangan di sektor kereta api.

Baca: KAI: 1.400 Petugas Jaga Titik Rawan Perlintasan Kereta Api

Misalnya saja rencana investasi untuk membangun jalur kereta semi-cepat Jakarta - Surabaya, reaktivasi beberapa jalur kereta api, serta peningkatan kapasitas Kereta Rel Listrik. "Karena itu kami menstimulir bahwa kooporasi harus semakin punya kemampuan untuk mengukur subsidi," ujar Budi di Sarinah, Jakarta, Ahad, 6 Januari 2019.

Kementerian Perhubungan belakangan menghapus subsidi PSO untuk lima kereta api ekonomi pada 2019. Lima kereta ekonomi itu antara lain Kereta Api Logawa rute Purwokerto – Jember, KA Brantas rute Blitar – Pasarsenen, KA Pasundan rute Surabaya Gubeng – Kiaracondong Bandung, KA Gaya Baru Malam Selatan rute Surabaya Gubeng – Pasarsenen, dan KA Matarmaja rute Malang – Pasarsenen.

Ihwal kebijakan subsidi itu, ujar Budi, telah dibahas bersama sejumlah pelaku kepentingan lantaran itu berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional. "APBN itu tidak dikuasai oleh kita saja tapi semua stakeholder, Bappenas, hingga Kementerian Keuangan," kata dia.

Ke depannya, Budi mendorong PT Kereta Api Indonesia untuk meningkatkan kegiatan komersial seperti pengangkutan batubara di beberapa tempat. "Sehingga pelan-pelan subsidi ini akan kami buat kurang tetapi terukur," ujar dia. Namun, ia menegaskan subsidi kereta ekonomi sejatinya masih belum berkurang dan tetap berlangsung.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, sebelumnya menyatakan kembali menaikkan besaran subsidi Public Service Obligation (PSO) untuk pelayanan kereta api kelas ekonomi untuk Tahun 2019. Kenaikan PSO ini ditandatangani oleh oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri dan Diretur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro.

Zulfikri mengatakan besaran PSO di tahun 2018 sebesar Rp 2,27 triliun, sedangkan pada tahun 2019 sebesar Rp 2,37 triliun. "Ada kenaikan PSO sekitar 4,5 persen di tahun 2019," ujar dia di Stasiun Gambir, Senin, 31 Desember 2018.

Pada tahun 2019, kata dia, pemerintah memiliki fokus untuk memberikan subsidi pada kereta commuter atau KRL sebesar Rp 1,3 triliun. Ia juga menjelaskan ada kenaikan sebesar 956 perjalanan kereta commuter di tahun 2019 dari yang sebelumnya hanya 936 perjalanan.

Selain untuk kereta commuter, subsidi juga diberikan untuk kereta antar kota dan kereta perkotaan. Zulfikri mengatakan untuk kereta api antar kota mendapatkan alokasi subsidi PSO sebesar Rp 326,3 miliar dengan rincian KA ekonomi Jarak Jauh sebesar Rp 79,9 miliar, KA Ekonomi Jarak Sedang sebesar Rp 244,4 miliar dan KA Lebaran sebesar Rp 2 miliar.

Baca: Dana PSO Kereta Api Naik Jadi Rp 2,37 Triliun di 2019

Sedangkan alokasi dana untuk kereta api perkotaan terdiri atas KA Ekonomi Jarak Dekat sebesar Rp 640 miliar dan KRD Ekonomi sebesar Rp 88 miliar. Zulfikri berharap dana PSO yang sudah dialokasikan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna kereta api secara optimal.






Inilah 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia

15 jam lalu

Inilah 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Indonesia memiliki total panjang rel kereta api jutaan kilometer. Berikut adalah lima kereta api dengan rute terpanjang.


Inilah Sejarah KA Argo Parahyangan yang Dikabarkan Bakal Ditutup jika KCJB Beroperasi

15 jam lalu

Inilah Sejarah KA Argo Parahyangan yang Dikabarkan Bakal Ditutup jika KCJB Beroperasi

KA Argo Parahyangan dikabarkan akan ditutup saat KCJB mulai beroperasi. Begini sejarah dan fasilitas di KA Argo Parahyangan.


Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

22 jam lalu

Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

Luhut memperkirakan besaran subsidi motor listrik bakal berkisar Rp 6,5 juta per unit. Apa sebenarnya alasan pemerintah menyubsidi kendaran listrik?


Luhut: Subsidi Motor Listrik Berlaku Tahun Depan, Berapa Besarannya?

1 hari lalu

Luhut: Subsidi Motor Listrik Berlaku Tahun Depan, Berapa Besarannya?

Untuk saat ini, pemerintah baru menentukan besaran subsidi untuk pembelian motor listrik.


Rel Bersisian Jalan Raya, Naik KA Batara Kresna Bisa Sambil Nikmati Kota Solo

1 hari lalu

Rel Bersisian Jalan Raya, Naik KA Batara Kresna Bisa Sambil Nikmati Kota Solo

Waktu tempuh KA Batara Kresna dari Stasiun Purwosari ke Stasiun Wonogiri sekitar 1 jam 45 menit.


PT KAI Promosikan KA Batara Kresna: Solusi Transportasi Murah dan Anti Macet

1 hari lalu

PT KAI Promosikan KA Batara Kresna: Solusi Transportasi Murah dan Anti Macet

PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyosialisasikan kembali pengoperasian Kereta Api (KA) Batara Kresna yang melayani rute khusus Solo ke Wonogiri.


Dinikmati Warga Kaya, Anwar Ibrahim Tinjau Pemberian Subsidi

4 hari lalu

Dinikmati Warga Kaya, Anwar Ibrahim Tinjau Pemberian Subsidi

Malaysia Anwar Ibrahim sedang mempertimbangkan program subsidi BBM, listrik, minyak goreng, gula yang selama ini diberikan ke seluruh warga.


Bantu Korban Gempa Cianjur, Kemenhub Kirim Sembako, Pakaian, hingga Obat-obatan

4 hari lalu

Bantu Korban Gempa Cianjur, Kemenhub Kirim Sembako, Pakaian, hingga Obat-obatan

Kemenhub menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.


BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

6 hari lalu

BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

BLT BBM merupakan subsidi untuk masyarakat yang diberikan setelah pemerintah mengerek harga Pertalite dan Solar.


KA Blambangan Ekspres, Kereta Baru yang Layani Rute Semarang-Ketapang Banyuwangi

7 hari lalu

KA Blambangan Ekspres, Kereta Baru yang Layani Rute Semarang-Ketapang Banyuwangi

KA Blambangan Ekspres terdiri dari 4 kereta eksekutif dan 3 kereta ekonomi dengan total 440 tempat duduk dalam sekali perjalanan.