Pengamat Sebut Rupiah Menguat di Awal Tahun Hanya Sementara

Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan pemerintah tetap harus waspada meskipun pada pekan awal tahu 2019 nilai tukar rupiah tercatat menguat. Sebab, dia mengatakan penguatan tersebut diprediksi hanya sementara saja.

Simak: Akhir Pekan Pertama 2019, Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat

"Apakah ini akan terus berlangsung sepanjang tahun 2019? Harapannya tentu iya seperti itu, tapi itu too good to be true," kata Piter kepada Tempo, Sabtu 5 Januari 2018.

Mengawali pekan pertama 2019, nilai tukar rupiah mulai menunjukkan keperkasaannya dengan ditopang data fundamental Indonesia yang cukup baik. Pada Jumat lalu, rupiah tercatat bisa menguat mencapai level Rp 14.390 per dolar AS di pasar sekunder atau menguat sebanyak 178 poin sekitar 1,23 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Bahkan pada penutupan perdagangan rupiah mampu menembus level Rp 14.270 per dolar AS naik 147 poin atau 1,02 persen. Selain itu, penguatan rupiah tersebut menjadikan nilai tukar mata uang ini memimpin klasemen pada mata uang dia Asia terhadap penguatan terhadap dollar AS.

Piter menuturkan, kondisi rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh banyaknya modal asing yang masih karena kebutuhan investasi pada perekonomian lebih tinggi dari pada tabungan. Selanjutnya modal asing yang masuk tersebut memang didominasi sejumlah portfolio atau melalui surat utang. Dua kondisi ini, kata dia, menyebabkan rupiah kita sangat rentan terhadap pergerakan modal asing.

Menurut Piter, pemerintah dan investor dalam negeri masih tetap harus waspada terhadap sentimen-sentimen dari luar seperti kebijakan suku bunga The Fed, perkembangan politik di Amerika Serikat, proses Brexit hingga perkembangan politik dan ekonomi di Argentina dan Turki. Selain itu, kebijakan negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC dan perkembangan politik di Timur Tengah tentu perlu juga diperhatikan.

Sebab, Piter menjelaskan dinamika global masih lebih banyak yang tidak bisa tertebak. Misalnya masih mungkinnya kenaikan suku bunga The Fed dan perang dagang yang belum terjamin akan berhenti.

"Selain itu banyak isu lain yang bisa mengubah persepsi dan keyakinan investor asing. Ketika semua berubah arah tentu rupiah akan kembali terguncang," kata Piter.







Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

2 hari lalu

Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah.


Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

3 hari lalu

Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

Kurs rupiah melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 28 November 2022.


Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

3 hari lalu

Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

Kementerian Keuangan menyebutkan utang pemerintah per Oktober 2022 mencapai Rp 7.496,7 atau mendekati Rp 7.500 triliun.


Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

5 hari lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih senilai Rp11,71 triliun.


Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

6 hari lalu

Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan akhir pekan ini, mata uang rupiah ditutup melemah 7 poin.


1 Riyal Qatar Berapa Rupiah? Begini Penjelasan Cara Hitungnya

7 hari lalu

1 Riyal Qatar Berapa Rupiah? Begini Penjelasan Cara Hitungnya

Penjelasan mengenai 1 Riyal Qatar berapa rupiah beserta sejarah dan cara menghitungnya.


Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

8 hari lalu

Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 16 poin ke level Rp 15.696 per dolar AS dalam perdagangan Selasa sore, 22 November 2022.


Terpopuler: PUPR Tangani Longsoran Usai Gempa Cianjur, BI Mati-matian Stabilkan Rupiah

9 hari lalu

Terpopuler: PUPR Tangani Longsoran Usai Gempa Cianjur, BI Mati-matian Stabilkan Rupiah

Berita terpopuler bisnis pada 21 November 2022, dimulai dari PUPR yang memobilisasi personel dan alat berat ke tempat terjadinya gempa Cianjur.


Curhat Gubernur BI Mati-matian Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Turun jadi USD 130,1 M

9 hari lalu

Curhat Gubernur BI Mati-matian Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Turun jadi USD 130,1 M

Gubernur BI Perry Warjiyo blak-blakan menjelaskan bahwa pihaknya selama ini berupaya semaksimal mungkin agar bisa menstabilkan kurs rupiah.


Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Dibuka Melemah

10 hari lalu

Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Dibuka Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin 21 November 2022.