Ribuan Turis dari Sebelas Kapal Pesiar Singgah di Lombok

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kapal Pesiar

    Ilustrasi Kapal Pesiar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan siap menerima dan memberikan pelayanan kenavigasian, keselamatan, dan kepelabuhanan untuk 11 kapal pesiar yang menurut rencana singgah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, melalui Pelabuhan Lembar.

    Baca: Agar Kapal Pesiar Internasional Mau Sandar di Pelabuhan Lokal

    Pelayanan itu dimulai dari alur pelayaran, keselamatan pelayaran, hingga kapal labuh dan sandar di Pelabuhan Lembar, serta menyiapkan kemudahan dan kecepatan pengecekan dokumen kapal.
     
    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar Hermawan mengatakan 11 kapal pesiar mancanegara akan berlabuh di Pelabuhan Lembar untuk berwisata di Pulau Lombok.
     
    "Kedatangan kapal-kapal pesiar ini merupakan salah satu indikator kebangkitan industri pariwisata di Lombok pascagempa bumi tahun lalu dan Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut siap mendukung dengan menerima dan memberikan pelayanan kepelabuhanan yang terbaik," katanya dalam siaran pers, Sabtu 5 Januari 2019.
     
    Menurut dia, saat ini sudah ada dua kapal pesiar yang berlabuh di Lembar sejak awal tahun. MV Star Legend yang tiba 1 Januari di Lembar telah membawa 200 orang wisatawan mancanegara setelah sempat singgah perairan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. 
     
    Selanjutnya, kapal pesiar MV Aida Vita yang tiba di Lembar pada 2 Januari membawa 426 orang anak buah kapal dan 1.179 wisatawan mancanegara. MV Aida Vita telah melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 
     
    Hermawan menambahkan jajaran Ditjen Perhubungan Laut di Pelabuhan Lembar bekerja sama dengan Dinas Perhubungan NTB dan unsur maritim lainnya di wilayah Lombok terus mengadakan kegiatan sosial, seperti trauma healing, untuk para korban gempa Lombok. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.