Lion Air Hapus Bagasi Gratis, Berikut Detail Aturan Kemenhub

Pesawat Lion Air. TEMPO/Dimas Aryo

TEMPO.CO, Depok - Maskapai penerbangan Lion Air Group  menyampaikan informasi terbaru terkait dengan kebijakan bagasi tercatat dan barang bawaan untuk layanan penerbangan domestik, Lion Air dan Wings Air. "Akan diberlakukan kebijakan baru berupa penyesuaian kapasitas (berat) barang bawaan dan bagasi terdaftar gratis atau cuma-cuma (free baggage allowance)," kata Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Januari 2018.

Simak: Lion Air Buka Penerbangan Langsung Bangkok - Bali

Ketentuan barang bawaan dan bagasi tersebut, yaitu seluruh penerbangan domestik Lion Air tidak diberlakukan bagasi cuma-cuma 20 kg per penumpang. Juga seluruh penerbangan domestik Wings Air tidak diberlakukan bagasi cuma-cuma 10 kg per penumpang. Artinya, bagasi tercatat untuk penumpang akan mulai dikenai biaya, dari yang sebelumnya gratis.

Saat dikonfrimasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ternyata belum mendapat informasi bahkan berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan Lion Air Group soal penghapusan bagasi gratis. Padahal, Lion Air akan mulai menerapkannya tiga hari lagi yaitu Selasa, 8 Januari 2018. "Belum, belum," kata Budi saat ditemui di Transmart Depok, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 5 Januari 2018.

Akan tetapi, Lion Air sudah mengumumkan kebijakan ini secara luas ke publik. Menanggapi hal itu, Budi hanya menyebut bahwa sebenarnya tidak ada masalah sepanjang Lion tidak merugikan masyarakat. "Tapi yang tidak boleh dilanggar itu safety (keselamatan) jadi kami lihat nanti."

Lalu seperti apa aturannya?

Ketentuan soal bagasi ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengelompokkan masing-masing maskapai berdasarkan layanannya masing-masing.

Daftarnya yaitu maskapai full service seperti PT. Garuda Indonesia dan PT. Batik Air, lalu medium service seperti PT. Trigana Air service, PT. Travel express, PT. Sriwijaya Air, PT. NAM Air dan PT. Transnusa Air Service, kemudian no frill service yaitu PT. Lion Air, PT. Wings Air, PT. Indonesia AirAsia, PT. Indonesia AirAsia Extra, PT. Citilink Indonesia dan PT. Asi Pudjiastuti Aviation.

Nah, di pasal 22 dijelaskan aturan ketersediaan bagasi tercatat bagi seluruh kelompok pelayanan maskapai. Di antaranya yaitu kelompok full service paling banyak 20 kg tanpa dikenakan biaya, kelompok medium service, paling banyak 15 kg tanpa
dikenakan biaya, dan kelompok no frills service seperti Lion Air dan Wings Air dapat dikenakan biaya.

Lalu, Kemenhub pun mewajibkan maskapai untuk menyesuaikan SOP (Standard Operating Procedure) ketika ingin mengubah aturan bagasi. Dalam pasal 63 aturan ini juga disebutkan setiap perubahan SOP wajib mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Permohonan dari maskapai harus disampaikan secara lengkap paling lama 60 hari kerja sebelum pelaksanaan perubahan SOP.

Selanjutnya, persetujuan atau penolakan akan disampaikan Kemenhub ke maskapai paling lama 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diterima secara lengkap. Tempo mencoba mengkonfirmasi ini kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti, namun belum mendapat respon.

Simak berita tentang Lion Air hanya di Tempo.co






Lion Air Minta Maaf Setelah Pesawatnya Gagal Lepas Landas di Jambi

4 hari lalu

Lion Air Minta Maaf Setelah Pesawatnya Gagal Lepas Landas di Jambi

Sebanyak 152 penumpang mengalami keterlambatan jadwal akibat pesawat Lion Air rute Jambi-Jakarta gagal lepas landas.


Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

4 hari lalu

Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

AP II menyeimbangkan kapasitas terminal atau rebalancing capacity di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.


Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

16 hari lalu

Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

Lion Air meminta maaf atas keluhan dari salah satu penumpang yang tak lain adalah Putra Kedua Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.


ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

17 hari lalu

ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) disebut melakukan pemotongan anggaran Boeing Community Investment Fund. Dalam penggunaannya tak libatkan ahli waris


ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

24 hari lalu

ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

Jaksa mengatakan, ACT tak pernah melaporkan progres penggunaan dana bantuan sosial Boeing senilai Rp 138 miliar.


Sidang Dakwaan Ahyudin ACT, Pengacara: Jaksa Tak Sertakan Pasal Pencucian Uang

24 hari lalu

Sidang Dakwaan Ahyudin ACT, Pengacara: Jaksa Tak Sertakan Pasal Pencucian Uang

Jaksa membacakan dakwaan terhadap terdakwa eks Presiden ACT Ahyudin. Dalam dakwaannya, jaksa tak menyertakan pasal pencucian uang.


ACT Sebut Ditunjuk Boeing untuk Kelola Dana Santunan Kecelakaan Lion Air JT610

24 hari lalu

ACT Sebut Ditunjuk Boeing untuk Kelola Dana Santunan Kecelakaan Lion Air JT610

ACT menyatakan kepada ahli waris kecelakaan pesawat Lion Air JT610 bahwa telah ditunjuk Boeing untuk mengelola dana santunan


Batik Air Investigasi Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

25 hari lalu

Batik Air Investigasi Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

Batik Air member of Lion Air Group melakukan proses investigasi kejadian penanganan bagasi nomor penerbangan ID-7130.


Batik Air Minta Maaf Soal Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

25 hari lalu

Batik Air Minta Maaf Soal Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

Batik Air memberikan klarifikasi soal layanan bagasi nomor penerbangan ID-7130 yang sebelumnya dikeluhkan Kaesang Pangarep.


Kaesang Pangarep Curhat Naik Batik Air ke Surabaya tapi Kopernya Sampai Kualanamu

25 hari lalu

Kaesang Pangarep Curhat Naik Batik Air ke Surabaya tapi Kopernya Sampai Kualanamu

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan saat naik pesawat Batik Air. Begini kisahnya.