Lion Air Hapus Aturan Bagasi Gratis, YLKI Ingatkan Konsumen ..

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI, Tulus Abadi mengatakan konsumen pengguna pesawat terbang perlu berhati-hati mengenai adanya kebijakan penghapusan bagasi gratis oleh salah satu maskapai, yakni Lion Air. Tulus mengatakan jangan sampai konsumen justru mendapatkan tarif mahal dengan adanya kebijakan tersebut.

Baca juga: Dikabarkan Turunkan Batas Bagasi Penumpang, Ini Respons Lion Air

"Konsumen harus cerdas jangan sampai terjebak ingin naik pesawat karena murah, tapi akhirnya malah mahal karena adanya tarif bagasi," kata Tulus ketika dihubungi Tempo, Sabtu 5 Januari 2019.

Sebelumnya pada Jumat lalu dua maskapai milik Lion Air Group yakni Lion Air dan Wing Air telah mengumumkan bahwa perusahaan akan meniadakan pemberian bagasi cuma-cuma untuk penerbangan domestik. Peniadaan bagasi secara cuma-cuma tersebut akan berlaku efektif 8 Januari 2019 sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan atau until further notice.

Namun, jika penumpang sudah membeli tiket sebelum 8 Januari 2019 tetap akan memperoleh bagasi cuma-cuma sebesar 20 kg untuk Lion Air dan 10 kg untuk Wings Air. Setiap calon penumpang kecuali bayi diperbolehkan membawa satu bagasi kabin dengan maksimum berat 7 kilogram dan satu barang pribadi seperti tas laptop, perlengkapan bayi, bahan membaca, binocular, tas jinjing wanita dengan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin 40 cm x 30 cm x 20 cm.

Tulus juga mengatakan dari sisi konsumen tidak adanya bagasi gratis tersebut cenderung agak merepotkan. Sekaligus berpotensi menimbulkan antrian di bandara terutama saat melakukan check in. Karena itu, operator harus menjamin bahwa sistem baru tersebut tidak merepotkan konsumen dan menimbukan antrian di bandara.

"Dari sisi bisnis, hal ini bisa menjadi kontro produktif bagi maskapai, karena ada potensi bahwa konsumen bisa bermigrasi ke maskapai lain karena konsumen tak ingin repot," kata dia.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantono mengatakan untuk mengganti kebijakan bagasi cuma-cuma tersebut Lion Air memiliki dua jenis pengenaan tarif bagasi. "Ada dua produk yakni excess baggage dan voucher prepaid baggage. Adapun untuk nominal tarif tersebut berbeda-beda sesuai rute," kata Danang kepada Tempo, Sabtu 5 Januari 2018.

Danang menjelaskan untuk excess baggage merupakan kebijakan perusahaan untuk mengenakan tarif berat bagasi yang dibayar sesuai berat bagasi aktual saat penumpang melakukan check in di bandara. Misalnya, jika bagasi yang dibawa melebihi ketentuan maka penumpang akan dikenai tambahan biaya per kilogram sesuai dengan rute masing-masing.

Sedangkan untuk voucher prepaid baggage ini, penumpang bisa membelinya sekaligus saat memesan tiket baik melalui situs resmi Lion Air maupun melalui agen travel. Danang menjelaskan voucer prepaid baggage ini dijual mulai dari berat 5 kilogram hingga 30 kilogram dengan harga yang disesuaikan dengan rute tujuan.

"Voucher prepaid baggage, bisa dibeli jauh hari sebelum keberangkatan, harga lebih murah ketimbang excess baggage," kata Danang.







Peternak Desak Pemerintah Serius Tangani Penggunaan Antibiotik Berlebihan pada Ayam

4 jam lalu

Peternak Desak Pemerintah Serius Tangani Penggunaan Antibiotik Berlebihan pada Ayam

Koalisi Ayam Sejahtera mendesak pemerintah dan dunia usaha serius mengendalikan resistensi antimikroba pada industri peternakan ayam.


Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

4 hari lalu

Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

Lion Air meminta maaf atas keluhan dari salah satu penumpang yang tak lain adalah Putra Kedua Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.


ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

5 hari lalu

ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) disebut melakukan pemotongan anggaran Boeing Community Investment Fund. Dalam penggunaannya tak libatkan ahli waris


Soal Produsen Kecilkan Ukuran Produk, YLKI: Hal Biasa, tapi Wajib Disampaikan ke Konsumen

11 hari lalu

Soal Produsen Kecilkan Ukuran Produk, YLKI: Hal Biasa, tapi Wajib Disampaikan ke Konsumen

YLKI menyatakan produsen memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi berat isi produk dalam label kepada konsumen.


ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

12 hari lalu

ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

Jaksa mengatakan, ACT tak pernah melaporkan progres penggunaan dana bantuan sosial Boeing senilai Rp 138 miliar.


Sidang Dakwaan Ahyudin ACT, Pengacara: Jaksa Tak Sertakan Pasal Pencucian Uang

12 hari lalu

Sidang Dakwaan Ahyudin ACT, Pengacara: Jaksa Tak Sertakan Pasal Pencucian Uang

Jaksa membacakan dakwaan terhadap terdakwa eks Presiden ACT Ahyudin. Dalam dakwaannya, jaksa tak menyertakan pasal pencucian uang.


ACT Sebut Ditunjuk Boeing untuk Kelola Dana Santunan Kecelakaan Lion Air JT610

12 hari lalu

ACT Sebut Ditunjuk Boeing untuk Kelola Dana Santunan Kecelakaan Lion Air JT610

ACT menyatakan kepada ahli waris kecelakaan pesawat Lion Air JT610 bahwa telah ditunjuk Boeing untuk mengelola dana santunan


Batik Air Investigasi Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

13 hari lalu

Batik Air Investigasi Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

Batik Air member of Lion Air Group melakukan proses investigasi kejadian penanganan bagasi nomor penerbangan ID-7130.


Batik Air Minta Maaf Soal Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

13 hari lalu

Batik Air Minta Maaf Soal Koper Kaesang Pangarep yang Nyasar ke Kualanamu

Batik Air memberikan klarifikasi soal layanan bagasi nomor penerbangan ID-7130 yang sebelumnya dikeluhkan Kaesang Pangarep.


Kaesang Pangarep Curhat Naik Batik Air ke Surabaya tapi Kopernya Sampai Kualanamu

13 hari lalu

Kaesang Pangarep Curhat Naik Batik Air ke Surabaya tapi Kopernya Sampai Kualanamu

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan saat naik pesawat Batik Air. Begini kisahnya.