Temui Nelayan, Sandiaga: Fokus Kami Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menyapa masyarakat saat kunjungan di Kampung Nelayan Pasir Putih, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Kamis 3 Januari 2019. Dalam kunjungannya Sandiaga Uno menjelaskan perlindungan dalam bidang kelautan harus meningkatkan kesejahteraan para nelayan seperti asuransi dan pendanaan. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menyapa masyarakat saat kunjungan di Kampung Nelayan Pasir Putih, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Kamis 3 Januari 2019. Dalam kunjungannya Sandiaga Uno menjelaskan perlindungan dalam bidang kelautan harus meningkatkan kesejahteraan para nelayan seperti asuransi dan pendanaan. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno melanjutkan kampanyenya ke daerah yang banyak menjual udang dan kepiting di Jalan Jembatan Bongkok, Pantai Karang Anyar, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada Jumat, 4 Januari 2019. Dalam perjalanan kampanye tersebut Sandiaga menerima keluhan dari para petambak dan juga nelayan.

    Baca juga: Prabowo - Sandiaga Ungkap Cara Bangun Infrastruktur tanpa Utang

    Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, semua yang disampaikan para pengusaha tambak dan nelayan akan diserap dan dikaji. Sandi juga mengatakan jika pada 2019 dirinya dipercaya melayani masyarakat Indonesia maka pemerintah akan hadir di sana, sebab fokus Prabowo-Sandi adalah ekonomi.

    “Kami pastikan pemerintah hadir untuk semua pelaku usaha kecil dan menengah. Fokus kami adalah ekonomi, termasuk menggerakkan ekonomi rakyat seperti tambak udang dan kepiting ini," kata Sandiaga seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Jumat, 4 Januari 2018.

    Sebelumnya, dalam kunjungan tersebut Sandiaga menerima keluhan dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Utara, Nurhasan. Ia mengatakan masih ada beberapa kendala mengenai kondisi , salah satunya adalah harga yang tidak menentu.

    “Kami ada masalah dengan harga yang naik turun, sehingga tidak ada kepastian dalam pendapatan pak. Belum lagi soal penyakit dan ketatnya kualitas untuk ekspor. Kami berharap ada perhatian yang lebih besar dari pemerintah, baik kebijakan maupun pendampingan,” kata dia dalam siaran pers yang sama.

    Selain itu, keluhan datang dari pelaku pembudidaya kepiting yakni bernama Munir. Ia mengatakan bahwa ada beberapa kebijakan yang membuat gerak pengusaha kepiting yang kebanyakan diekspor ke Cina menjadi terbatas. Salah satunya yakni adalah adanya kebijakan pembatasan ekspor untuk kepiting betina yang sedang bertelur.

    "Itu memang kalau tangkapan alam, Pak memang nggak papa. Tapi ini kan budidaya. Malah kalau dibiarkan, kepiting ini bisa menjadi hama, merusak tambak ikan dan udang. Harga pun turun dari 200 ribu rupiah perkilo menjadi hanya 40 ribu perkilo,” ucap Munir.

    Karena itu, mendengar keluhan tersebut Sandiaga berjanji akan memberikan kebijakan yang solutif mengenai kondisi tersebut jika nantinya berhasil memenangi pemilihan presiden 2019.

    "Kami akan memberikan kebijakan yang solutif, termasuk pendampingan, permodalan dan pemasaran. Sehingga ada penyerapan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat Tarakan,” ucap Sandiaga.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.