Ekonomi Diprediksi Tumbuh 5,3 Persen, Erick Thohir: Tantangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    Erick Thohir. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, optimistis pemerintahan Jokowi akan terus melanjutkan komitmen pembangunan saat ini hingga ke masa depan.

    Baca juga: Di Makassar, Erick Thohir Kampanye Program Jokowi Membangun Pasar

    "Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 yang diprediksi Bank Indonesia (BI) akan mencapai 5,3 persen menjadi peluang sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia ke masa depan," kata Erick Thohir dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2018.

    Menurut dia, meski 2019 merupakan tahun politik dengan berlangsungnya pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif, pondasi ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang sudah kuat dibangun pemerintahan Jokowi dalam empat tahun terakhir diyakini tidak akan menggoyahkan target pencapaian menuju masyarakat adil dan makmur.

    Ia memaparkan, indikator-indikator pertumbuhan ekonomi yang digapai hingga saat ini, kedewasaan politik dari mayoritas masyarakat Indonesia, toleransi dan rasa kebersamaan yang kian kuat, serta munculnya budaya-budaya baru yang lebih tertib, disiplin, serta beradab di mata Erick menjadi modal besar bagi bangsa Indonesia melanjutkan pembangunan nasional.

    "Walau masih saja ada kalangan tertentu yang memprediksi bangsa ini akan hancur, atau punah, namun jika dilihat lebih seksama, justru inilah saat yang tepat bagi bangsa kita untuk lebih maju dan berdiri sejajar dengan bangsa lain yang lebih dulu maju. Banyak momen fenomenal dicapai bangsa ini selama 2018 di segala bidang, sehingga sungguh tepat jika tahun depan kita meneruskan dan meningkatkan apa yang sudah diraih," tegas Erick.

    Contohnya, ujar dia, antara lain adalah kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang mengangkat nama Indonesia, pelaksanaan IMF dan World Bank Forum di Bali, serta makin eksisnya kedudukan Indonesia di G20 menjadi sederetan momen penting yang dicapai negeri ini di tahun 2018.

    Menurut Erick, dalam menghadapi era revolusi industri 4,0, dibutuhkan kondisi ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang stabil dan terus meningkat.

    "Dalam tahap inilah, saya yakin dan optimistis, pilpres dan pileg 2019 nanti akan berjalan lancar karena mayoritas masyarakat Indonesia pada dasarnya menginginkan situasi kondusif dan kemajuan yang telah dicapai pemerintahan Jokowi terus bertahan dan meningkat," katanya.

    Di bidang ekonomi, contohnya. Erick menilai berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah, untuk menyongsong revolusi industri 4,0 sudah sangat tepat. Mulai dari mendorong angkatan kerja di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi internet, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing.

    "Bahkan, kalangan pengusaha, generasi muda, dan juga milenial juga didorong memanfaatkan teknologi digital lebih optimal dalam perindustrian nasional dan juga berinovasi teknologi melalui pengembangan perusahaan rintisan atau start-up. Untuk itu, saya ajak semua kalangan yang akan meneruskan estafet dan tanggung jawab negara ini, tetap optimistis dan memberikan dukungan optimal," kata Erick Thohir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.