Belanja Subsidi Energi Melonjak, Kemenkeu Sebut 3 Penyebab

Kilang Minyak

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan perubahan parameter kurs dan harga minyak mentah dari asumsi dalam APBN 2018 menjadi penyebab kelebihan belanja subsidi energi dari pagu yang telah ditetapkan. "Perubahan asumsi kurs dan ICP itu menyebabkan ada tambahan belanja subsidi energi," kata Askolani di Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019.

Baca: Sri Mulyani Hitung Tambahan Subsidi untuk Pertamina dan PLN

Askolani menjelaskan kelebihan belanja subsidi energi terjadi karena terdampak oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 6,9 persen dan pergerakan harga minyak dunia yang terus berfluktuasi sepanjang 2018.

Realisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir tahun 2018 tercatat mencapai Rp 14.247 atau lebih tinggi dari asumsi Rp 13.400. Adapun harga minyak mentah Indonesia mencapai US$ 67,5 per barel atau lebih tinggi dari asumsi US$ 48 per barel.

Faktor lain dari kelebihan subsidi energi tersebut adalah pemerintah harus menanggung penyelesaian kurang bayar subsidi energi tahun 2017 kepada PT Pertamina sebesar Rp 12 triliun. Selain itu, setelah melalui proses audit, ada kurang bayar subsidi energi tahun 2017 ke PT PLN sebesar Rp3 triliun. "Kita melunasi itu setelah melalui sistematika dari hasil audit, nanti pembayaran dilakukan lewat APBN," kata Askolani.

Lebih jauh Askolani menjelaskan penyebab lain dari kelebihan belanja subsidi energi adalah penyesuaian subsidi tetap solar dari Rp 500 per liter menjadi Rp 2.000 per liter untuk menyerap risiko kenaikan harga yang dapat mempengaruhi inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

"Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan stabilitas harga, daya beli masyarakat, kegiatan ekonomi dan badan usaha. Penyesuaian ini juga dilakukan agar badan usaha bisa stabil melakukan kegiatan," ujar Askolani.

Baca: 20 Tahun Reformasi: Bom Waktu Itu Bernama Subsidi BBM

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat realisasi subsidi energi dalam APBN 2018 mencapai Rp 153,5 triliun atau 162,4 persen dari pagu Rp 94,5 triliun. Subsidi energi yang dimaksud itu terdiri atas subsidi BBM dan elpiji Rp 97 triliun atau 207 persen dari pagu Rp 46,9 triliun serta subsidi listrik Rp 56,5 triliun atau 118,6 persen dari pagu Rp 47,7 triliun.

ANTARA






Proyeksikan Defisit APBN 2,8 Persen, Kemenkeu: Arahnya Sangat Baik

7 jam lalu

Proyeksikan Defisit APBN 2,8 Persen, Kemenkeu: Arahnya Sangat Baik

Febrio Kacaribu memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 akan berada di bawah 3 persen yaitu 2,8 persen dari PDB.


Rupiah Menguat ke 15.620,5 per Dolar AS, Analis: Investor Sudah Antisipasi The Fed

20 jam lalu

Rupiah Menguat ke 15.620,5 per Dolar AS, Analis: Investor Sudah Antisipasi The Fed

Tak seperti kemarin, rupiah pada sore hari ini menguat meskipun indeks dolar AS juga perkasa.


Pasokan BBM Selama Libur Nataru 2023 Diklaim Aman, Begini Kata Pertamina

1 hari lalu

Pasokan BBM Selama Libur Nataru 2023 Diklaim Aman, Begini Kata Pertamina

Pertamina telah memetakan lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan BBM selama libur nataru 2023, khususnya di destinasi wisata.


Data Kendaraan di Korlantas Polri Bakal Disinkronkan dengan Aplikasi MyPertamina

1 hari lalu

Data Kendaraan di Korlantas Polri Bakal Disinkronkan dengan Aplikasi MyPertamina

Pertamina bisa mengetahui kendaraan apa saja yang berhak mendapatkan susbidi dari hasil sinkronisasi data MyPertamina itu.


MyPertamina Tak Hanya untuk Subsisi BBM: Ada Program Promosi hingga Pembayaran

1 hari lalu

MyPertamina Tak Hanya untuk Subsisi BBM: Ada Program Promosi hingga Pembayaran

Sebanyak 3,1 juta pemakai kendaraan telah mendaftarkan diri sebagai pengguna MyPertamina.


Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG untuk Natal dan Tahun Baru Aman

1 hari lalu

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG untuk Natal dan Tahun Baru Aman

Pertamina telah memetakan lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan selama libur akhir tahun, khususya di destinasi wisata.


Cadangan Devisa Naik jadi USD 134 Miliar, BI: Mampu Dukung Ketahanan Eksternal dan Jaga Stabilitas

2 hari lalu

Cadangan Devisa Naik jadi USD 134 Miliar, BI: Mampu Dukung Ketahanan Eksternal dan Jaga Stabilitas

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia per November 2022 mencapai US$ 134 miliar atau naik US$ 3,8 miliar ketimbang bulan sebelumnya.


Rupiah Melemah ke Level 15.620 per Dolar AS di Awal Perdagangan, Apa Saja Pemicunya?

2 hari lalu

Rupiah Melemah ke Level 15.620 per Dolar AS di Awal Perdagangan, Apa Saja Pemicunya?

Pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, nilai tukar rupiah melemah ke level 15.620 per dolar AS.


Dampak Subsidi Kendaraan Listrik ke Investasi, BKPM: Jelas Positif, Industri Lebih Agresif

2 hari lalu

Dampak Subsidi Kendaraan Listrik ke Investasi, BKPM: Jelas Positif, Industri Lebih Agresif

Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkap bagaimana dampak adanya subsidi kendaraan listrik.


Beli Solar Subsidi Pakai QR Code Mulai Diterapkan, Begini Cara Belinya

2 hari lalu

Beli Solar Subsidi Pakai QR Code Mulai Diterapkan, Begini Cara Belinya

Berikut adalah langkah-langkah membeli Pertalite dan Solar subsidi menggunakan aplikasi MyPertamina: