Kepala Bekraf Jelaskan IKKON-TOL yang Viral di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mencicipi kopi dalam kunjungan ke kantor Redaksi TEMPO, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. Bekraf berupaya meningkatkan potensi kopi sebagai gaya hidup di Indonesia. TEMPO/Charisma Adristy

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mencicipi kopi dalam kunjungan ke kantor Redaksi TEMPO, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. Bekraf berupaya meningkatkan potensi kopi sebagai gaya hidup di Indonesia. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Ekonomi Kreatif alias Bekraf Triawan Munaf menjelaskan soal program IKKON-TOL yang digagas lembaganya.

    Baca: Bekraf Gandeng Iflix Garap Film Nasional Bertema Anak

    Triawan merasa perlu menjelaskan program tersebut karena belakangan sebuah video yang berisi wawancaranya berkembang viral di sejumlah media sosial dan ramai dibicarakan masyarakat. Nama program IKKON-TOL sempat dicetuskan Triawan dalam wawancara telepon bersama salah satu stasiun televisi pada Selasa, 1 Januari 2019.  

    "Itu program IKKON atau Inovasi, Kreativitas, Kolaborasi Nusantara khusus untuk daerah-daerah yang dilewati tol, yang secara spontan pada saat wawancara itu saya kasih istilah IKKON-TOL," kata Triawan melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 3 Januari 2019.

    Mulanya, kata Triawan, ia sedang membahas soal pemanfaatan jalan tol untuk pemasaran produk-produk ekonomi kreatif berkualitas dari daerah-daerah yang dilintasi jalan tol seperti Trans Jawa. Dengan demikian, keberadaan Infrastruktur jalan tol selain melancarkan perjalanan antar kota dan wilayah juga dapat berkontribusi positif kepada kesejahteraan masyarakat setempat.

    Lantas Triawan menyebut salah satu program Bekraf, yaitu IKKON. Berdasarkan situs resmi Bekraf, IKKON adalah program yang menempatkan sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

    "Program IKKON itu program Bekraf untuk mengembangkan potensi daerah yang sudah berjalan selama lebih dari 3 tahun ini," kata Triawan. Pada saat itu pula secara spontan ia menyebut program IKKON khusus jalan tol itu dengan istilah 'IKKON-TOL'.

    Baca: Bekraf Cari 100 Pengusaha Startup Kuliner Terbaik

    Setelah IKKON-TOL yang disebut Triawan itu viral di masyarakat, belakangan ia berpikir untuk mengubah nama program tersebut. "Mungkin akan lebih tepat diberi nama IKKON Jalan Tol," ujar dia.

    Simak berita lainnya terkait Bekraf hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.