Asosiasi Sebut Visa Umrah Biometrik oleh Swasta Langgar Aturan

Sejumlah jemaah dari berbagai negara mulai memadati Kota Madinah untuk menjalani ibadah haji di Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. Menurut Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, jumlah jemaah tahun ini meningkat sekitar 264 ribu orang dari tahun lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Permusyawaratan Antar Syarikat Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) menolak pelaksanaan rekam data biometrik pembuatan visa umrah dan haji yang dilakukan oleh Visa Facilitation Services (VFS) Thaseel, perusahaan penyelenggara pembuatan visa di bawah Kedutaan Besar Arab Saudi. Organisasi yang beranggotakan ratusan biro perjalanan haji dan umrah ini pun mengungkapkan kelemahan hingga potensi pelanggaran di perusahaan tersebut.

Baca: Arab Saudi Resmi Hapus Biaya Kenaikan Visa Umrah dan Haji

Pertama, VSL Thaseel hanya memiliki izin sebagai biro travel dari Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, bukan lembaga yang merekam data biometrik jemaah haji dan umrah. "Ini jelas ada sebuah pelanggaran," kata Anggota Dewan Pembina Patuhi, Baluki Ahmad, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis, 3 Desember 2018.

Jika perekaman data biometrik dilakukan dalam negeri, kata Baluki, maka seharusnya menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri serta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. BKPM, sebagai pemberi izin pun, kata dia, disinyalir tidak mengetahui jika VFS Thaseel telah beroperasi di luar izin yang diberikan.

Untuk diketahui, telah terjadi perubahan pengurusan visa jemaah haji dan umrah. Selama ini, rekam biometrik hanya dilakukan begitu para jemaah mendarat di Jeddah, Arab Saudi. Tapi sejak tiga bulan lalu, sekitar Oktober 2018, proses rekam biometrik itu dipindahkan ke negara-negara asal jemaah haji dan umrah untuk mengurangi antrean di Arab Saudi. Nah, VFS Thaseel inilah yang ditunjuk Kedubes Arab Saudi melakukan keseluruhan proses tersebut.

Masalahnya, sejumlah perusahaan biro perjalanan haji dan umrah di bawah Patuhi menemukan kesulitan pada proses rekam biometrik di kantor-kantor VFS Thaseel yang ada di Indonesia. Pertama, yaitu kantornya yang hanya 30 unit dinilai sangat terbatas sehingga menyulitkan para jemaah yang tersebar di berbagai daerah. Kedua, proses pengurusan yang bisa memakan waktu hingga dua hari.

Baluki melanjutkan, bahwa VSL Thaseel juga dianggap mengabaikan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Di dalam aturan itu, kata dia perseroan terbatas yang terlibat dalam penyelenggaraan haji dan umrah wajib mendapatkan izin Menteri Agama. "Sementara, VSL Thaseel tidak memilikinya."

Ketua Harian Patuhi, Artha Hanif, menegaskan bahwa asosiasi tidak akan tinggal diam dan akan terus mendesak kementerian mengambil sikap tegas. "Ini tidak boleh dibiarkan." Jika akhirnya tidak ada kejelasan, maka asosiasi pun telah berencana untuk mengambil sikap yang lebih keras yaitu memboikot kehadiran VFS Thaseel di Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, Tempo masih berupaya untuk meminta konfirmasi dari pihak Kedutaan Besar Arab Saudi dan VFS Thaseel terkait pembuatan visa umrah dan haji biometrik.






PT KAI Uji Coba Face Recognation Boarding Gate, Begini Cara Kerja Face Recognition

6 Oktober 2022

PT KAI Uji Coba Face Recognation Boarding Gate, Begini Cara Kerja Face Recognition

PT Kerata Api Indonesia (PT KAI) tengah menguji coba face recognation boarding gate. Lalu, bagaimana cara kerja dari face recognition?


Saudi Hapus Visa Khusus Umrah

14 Agustus 2022

Saudi Hapus Visa Khusus Umrah

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memutuskan semua pemegang visa Saudi diizinkan untuk melakukan umrah.


Mengenal Face Recognition dan Kegunaannya

14 April 2022

Mengenal Face Recognition dan Kegunaannya

Face recognition merupakan teknologi kategori keamanan biometrik.


Pertumbuhan Fintech Diyakini Meningkatkan Inklusi Keuangan Indonesia

6 April 2022

Pertumbuhan Fintech Diyakini Meningkatkan Inklusi Keuangan Indonesia

Fintech dapat membantu menyediakan akses produk finansial pada masyarakat yang belum memiliki akses ke perbankan.


Bandara Soekarno-Hatta Uji Coba Sistem Pengenalan Wajah Penumpang Pesawat

9 November 2021

Bandara Soekarno-Hatta Uji Coba Sistem Pengenalan Wajah Penumpang Pesawat

Sistem face recognition di Bandara Soekarno-Hatta mempermudah penumpang karena tidak lagi harus menunjukkan dokumen fisik di Security Check Point.


Taliban Dikabarkan Sita Data Biometrik Sekutu Amerika

19 Agustus 2021

Taliban Dikabarkan Sita Data Biometrik Sekutu Amerika

Laporan media lokal menjelaskan Taliban telah menggunakan data biometrik pemerintah dalam lima tahun terakhir.


Arab Saudi Izinkan Umrah untuk Anak-anak Usia 12-18 Tahun yang Sudah Divaksin

10 Agustus 2021

Arab Saudi Izinkan Umrah untuk Anak-anak Usia 12-18 Tahun yang Sudah Divaksin

Kementerian Haji dan Umrah mengatakan anak-anak usia 12 hingga 18 tahun yang sudah divaksinasi penuh dapat mengajukan izin umrah.


Fitur Biometrik, Bank Syariah Indonesia Targetkan 1 Juta Nasabah BSIMobile

25 Juni 2021

Fitur Biometrik, Bank Syariah Indonesia Targetkan 1 Juta Nasabah BSIMobile

PT Bank Syariah Indonesia menargetkan pembukaan rekening online mencapai 1 juta nasabah dengan fitur terbaru.


Si Sisca, Si Melati dan Si Manja Siap Melayani di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

10 Juni 2021

Si Sisca, Si Melati dan Si Manja Siap Melayani di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

Pelayanan dokumen perjalanan di kantor Imigrasi Jakarta Pusat kini dipermudah dengan layanan Si Sisca, Si Manja, Si Melati dan Si Pelangi Senja.


Himpun Data Biometrik Penggunanya di Amerika, Ini Kata TikTok

7 Juni 2021

Himpun Data Biometrik Penggunanya di Amerika, Ini Kata TikTok

Aplikasi berbagi video pendek TikTok diam-diam telah memperbarui kebijakan privasinya di Amerika Serikat.