Asosiasi Tolak Syarat Rekam Biometrik Visa Umrah Haji Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi haji atau umrah. REUTERS

    Ilustrasi haji atau umrah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Permusyawaratan Antar Syarikat Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) menolak pelaksanaan rekam data biometrik untuk pembuatan visa umrah dan haji yang dilakukan oleh Visa Facilitation Services (VFS) Thaseel, perusahaan penyelenggara pembuatan visa di bawah Kedutaan Besar Arab Saudi. "Hadirnya VFS ini sangat membuat kegaduhan dan gejolak di banyak jemaah haji dan umrah," kata Ketua Harian Patuhi, Artha Hanif dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2018.

    Baca: Arab Saudi Resmi Hapus Biaya Kenaikan Visa Umrah dan Haji

    Selama ini, rekam biometrik untuk keperluan pembuatan visa umrah dan haji hanya dilakukan begitu para jemaah mendarat di Jeddah, Arab Saudi. Prosesnya pun tidak berlangsung lama karena hanya membutuhkan waktu 5 menit saja. Tapi sejak tiga bulan lalu, sekitar Oktober 2018, proses rekam biometrik itu dipindahkan ke negara-negara asal jemaah haji dan umrah. "Mulai diwajibkan itu sejak 17 Desember 2018," ujar Artha.

    Masalahnya, sejumlah perusahaan biro perjalanan haji dan umrah di bawah Patuhi menemukan kesulitan pada proses rekam biometrik di kantor-kantor VFS Thaseel yang ada di Indonesia. Pertama, yaitu kantornya yang hanya 30 unit dinilai sangat terbatas sehingga menyulitkan para jemaah yang tersebar di berbagai daerah. Kedua, proses pengurusan yang bisa memakan waktu hingga dua hari.

    Akibatnya, kata Artha, banyak jemaah haji yang merasakan kerugian, mulai dari jadwal keberangkatan yang tertunda hingga tiket dan pemesanan pesawat maupun hotel yang terpaksa tertunda. Saat ini saja, khusus untuk jemaah haji Indonesia, jumlahnya sudah mencapai 1.050.000 orang setiap tahunnya. Jumlah jemaah umrah juga lebih banyak lagi. Nah, VFS dinilai tidak mampu untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh jemaah tersebut.

    Para perusahaan biro travel ini mengaku sudah membicarakan ini langsung dengan pihak VFS Thaseel. Tapi, kata Artha, mereka hanya memberikan jawaban, "kami hanya kontraktor pelaksana, tergantung perintah kerajaan Arab Saudi." Bahkan, kata Artha, pihak VFS Thaseel sempat menyampaikan pernyataan yang dinilai angkuh oleh Patuhi. "Kalau anda mau umroh, harus lalui proses biometrik, kalau enggak, enggak usah umroh," ujar Artha menirukan pernyataan pihak VFS Thaseel.

    Perwakilan dari Patuhi akhirnya datang menemui pihak Kementerian Haji Arab Saudi langsung ke negara mereka. Perwakilan sempat dijanjikan akan mendapatkan solusi tentang syarat pembuatan visa umrah dan haji itu segera namun tiga minggu kemudian, kata Artha, belum ada lagi kelanjutan kabar dari kementerian tersebut.

    Anggota Dewan Pembina Patuhi, Baluki Ahmad, menyebut jika kondisi ini terus berlanjut, maka potensi pengurangan jumlah jemaah haji dan umrah bakal berkurang drastis di tahun 2019. "Bisa-bisa di musim haji nanti, bisa berkurang drastis 30 sampai 40 persen."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.