Prabowo - Sandiaga Ungkap Cara Bangun Infrastruktur tanpa Utang

Reporter

Drajad Wibowo (kanan). TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo menjelaskan cara Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mewujudkan ide pembangunan infrastruktur tanpa utang. Kata dia, ada tiga pelaku dalam ide tersebut, antara lain pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan swasta.

Baca juga: Di Sampang, Sandiaga Senam dan Dialog Ekonomi dengan Emak-emak

"Untuk pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, ada beberapa sumber pembiayaan yang bisa dipakai, tergantung politik anggaran yang diambil pemerintah," ujar Dradjad melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 3 Januari 2019. 

Politik anggaran itu, kata Dradjad, misalnya adalah dari tambahan penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Menurut dia, tambahan itu bisa dialokasikan untuk infrastruktur. Kebijakan lain yang bisa diambil adalah dari efisiensi belanja negara.

Di samping itu, pemerintah mesti melakukan perbaikan prioritas dalam membangun infrastruktur, antara lain dengan perencanaan yang lebih matang. "Tidak seperti sekarang, di mana sisi efisiensi anggaran, keamanan kerja, kualitas pekerjaan dan lainnya dikorbankan," ujar Dradjad.

Sementara untuk pelibatan BUMN, ujar Dradjad, pemerintah mesti melihat dulu kondisi keuangan terakhir perseroan. Sebab, mesti dipastikan bahwa perusahaan pelat merah Karya masih memiliki likuiditas dan solvabilitas yang begus dengan melonjaknya utang infrastruktur mereka. Sedangkan sektor swasta bisa ditarik dengan skema investasi swasta murni, maupun Public-Private Partnership alias PPP.

Sebelumnya, Sandiaga Uno berpendapat dalam membangun infrastruktur, pemerintah tidak harus mendanai dari utang luar negeri. Menurut Sandi boleh-boleh saja pemerintah membangun infrastruktur, namun harus melibatkan dunia usaha dan stake holder. Dan dalam membangun infrastruktur itu, kata Sandiaga, fokus pemerintah harus pada pembukaan lapangan pekerjaan, bukan menambah beban utang negara.

Sandiaga mengklaim akibat pembangunan infrastruktur besar-besaran, utang pemerintah membengkak menjadi Rp 5.000 triliun lebih. “Kenapa ini tidak dilakukan (pemerintah membangun tanpa utang), karena ada kebijakan pro-penambahan utang,” katanya.

Pada 10 Desember lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi penjelasan soal upaya pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi melibatkan swasta untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. Penjelasan itu disampaikan Sri terkait keinginan dari pasangan calon presiden dan wakil Prabowo-Sandiaga Uno yang bakal melibatan swasta dalam pembiayaan pembangunan.

KUKUH S WIBOWO






MRT Jakarta Buka Lowongan Insinyur Infrastruktur Teknologi Informasi, Ini Kriterianya

5 jam lalu

MRT Jakarta Buka Lowongan Insinyur Infrastruktur Teknologi Informasi, Ini Kriterianya

PT MRT Jakarta (Perseroda) membuka lowongan kerja posisi Information Technology Infrastructure Engineer atau Insinyur Infrastruktur Teknologi Informasi.


Menhan Prabowo: Setiap Kabupaten/Kota Minimal Ada Satu Batalion Komponen Cadangan

12 jam lalu

Menhan Prabowo: Setiap Kabupaten/Kota Minimal Ada Satu Batalion Komponen Cadangan

Prabowo Subianto mengatakan komponen cadangan penting bagi pertahanan negara. Hal ini untuk menjaga dari ancaman serangan asing.


Sandiaga Optimistis KEK Morotai Mampu Bangkitkan Ekonomi: Target 4 Ribu Lapangan Kerja

21 jam lalu

Sandiaga Optimistis KEK Morotai Mampu Bangkitkan Ekonomi: Target 4 Ribu Lapangan Kerja

Sandiaga Uno optimistis keberadaan KEK Morotai mampu membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.


Jokowi Minta Relawan Pilih Capres Berambut Putih, Pengamat: Sinyal Kuat untuk Ganjar Pranowo

1 hari lalu

Jokowi Minta Relawan Pilih Capres Berambut Putih, Pengamat: Sinyal Kuat untuk Ganjar Pranowo

Pengamat sebut pernyataan Jokowi soal calon presiden yang didukung mengarah ke Ganjar Pranowo. Cuma Ganjar yang berambut putih dari tiga nama lain.


Indonesia Cepat Adopsi Teknologi Digital, Sandiaga Akan Ciptakan Peluang Usaha

1 hari lalu

Indonesia Cepat Adopsi Teknologi Digital, Sandiaga Akan Ciptakan Peluang Usaha

Sandiaga Uno mengatakan pemerintah tidak berhenti berkolaborasi, menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru berkualitas.


Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

2 hari lalu

Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

Bank sentral Cina berharap bisa meningkatkan sentimen pasar terhadap sektor properti yang terlilit utang dan berpindah dari krisis ke krisis.


Soal Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI, Prabowo: Jelas Beliau Mampu

2 hari lalu

Soal Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI, Prabowo: Jelas Beliau Mampu

Laksamana Yudo Margono disebut-sebut menjadi kandidat kuat pengganti Jenderal Andika Perkasa jadi Panglima TNI. Surpres dikirim ke DPR Senin depan.


Jambore Kewirausahaan Sosial 2022, Sandiaga Dorong Percepatan Literasi Digital

2 hari lalu

Jambore Kewirausahaan Sosial 2022, Sandiaga Dorong Percepatan Literasi Digital

Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial 2022 merupakan bagian dari pembinaan terhadap para pelaku usaha mikro.


Prabowo: Indonesia Selalu Memandang Australia Teman Dekat

3 hari lalu

Prabowo: Indonesia Selalu Memandang Australia Teman Dekat

Di depan Marles, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia selalu memandang Australia sebagai teman dekat dan mitra utama bidang pertahanan.


Dana Jumbo JETP Rp 311 Triliun, Skema Utang atau Hibah?

3 hari lalu

Dana Jumbo JETP Rp 311 Triliun, Skema Utang atau Hibah?

Pengamat mengatakan komitmen dari JETP itu tidak cukup. Karena transisi energi butuh Rp 500 triliun.