Pengusaha di Bali Dukung Larangan Penggunaan Plastik, Sebab..

Reporter

Ilustrasi kantong plastik. thisbluemind.com

TEMPO.CO, Denpasar -Kalangan pengusaha di Bali mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam melarang penggunaan plastik termasuk dalam pelayanan konsumen di sejumlah toko modern dan pusat perbelanjaan.

BACA: Libur Akhir Tahun, Pengusaha Vila Puncak Keluhkan Pengunjung Sepi

"Di seluruh belahan dunia, plastik menjadi masalah lingkungan yang terus dicarikan solusinya. Kami dukung kebijakan itu asal sosialisasi harus terus digencarkan," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra di Denpasar, Kamis, 3 Januari 2018.

Menurut Alit, sosialisasi dari pemerintah harus terus dilakukan mengingat mengubah budaya masyarakat yang sudah terbiasa dengan penggunaan plastik tidak mudah.

Dalam praktiknya memang masih ada sebagian kecil pusat perbelanjaan dan toko swalayan yang menggunakan plastik untuk kemasan dagangan yang diberi masyarakat, meski di tempat itu juga tertempel larangan penggunaan sampah plastik.

Alit mengaku pihaknya akan berkontribusi termasuk mendorong pelaku usaha di Bali untuk mengikuti aturan termasuk menyosialisasikan larangan penggunaan plastik kepada masyarakat.

BACA: Jangan Pernah Berpikir Ini, Jika Ingin Menjadi Pengusaha

Apalagi mulai pertengahan Januari 2019 ini pihaknya tengah membuka pendaftaran gratis bagi pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di Bali untuk bergabung menjadi anggota Kadin Bali sehingga akan dimanfaatkan untuk sosialisasi kepada pelaku usaha.

Pelaku usaha, kata dia, juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan kebijakan tersebut mengingat mereka mengalokasikan anggaran sebelumnya untuk membeli plastik.

Dalam sosialisasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 itu telah terbit pada 21 Desember 2018.

"Melalui pergub ini mewajibkan setiap produsen, distributor dan pemasok, serta pelaku usaha untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok, dan menyediakan pengganti (substitusi) plastik sekali pakai. Sekaligus melarang untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok, dan menyediakan PSP," ucapnya.

Pihaknya juga membentuk tim ini terdiri dari unsur vertikal, perangkat daerah, akademisi, LSM, pengusaha, tokoh keagamaan dan tokoh masyarakat yang bertugas melakukan edukasi, sosialisasi, konsultasi, bantuan teknis, pelatihan/pendampingan dan penggunaan bahan non-plastik oleh produsen, distributor, penyedia, dan masyarakat pada umumnya serta penegakan hukum.

"Kami memberikan waktu enam bulan bagi setiap produsen, pemasok, pelaku usaha dan penyedia plastik sekali pakai untuk menyesuaikan usahanya terhitung sejak peraturan gubernur ini diundangkan," katanya.

Pemerintah Kota Denpasar juga memberlakukan Peraturan Wali Kota atau Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang berlaku sejak 1 Januari 2019 termasuk pusat perbelanjaan, toko modern, pasar tradisional, hingga toko kelontong.

Baca berita tentang Pengusaha lainnya di Tempo.co.






Pertimbangkan Hal Ini sebelum Merangkul Mitra Usaha

1 hari lalu

Pertimbangkan Hal Ini sebelum Merangkul Mitra Usaha

Apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan mitra usaha? Simak ulasan berikut agar bisnis tidak gagal.


Pengusaha Ajukan Uji Materiil Aturan Kenaikan Upah, Buruh Kecam Keras: Serakah

1 hari lalu

Pengusaha Ajukan Uji Materiil Aturan Kenaikan Upah, Buruh Kecam Keras: Serakah

Serikat buruh merespons rencana pengusaha yang akan mengambil langkah uji materiil terkait Peraturan kenaikan upah.


Kadin dan Apindo Ajukan Uji Materiil Aturan Kenaikan Upah Maksimal 10 Persen

2 hari lalu

Kadin dan Apindo Ajukan Uji Materiil Aturan Kenaikan Upah Maksimal 10 Persen

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid akan melakukan uji materiil Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 18 Tahun 2022.


Sandiaga Uno Ajak UMKM Kuliner Naik kelas

3 hari lalu

Sandiaga Uno Ajak UMKM Kuliner Naik kelas

Sandiaga Uno mencontohkan pengalamannya menjadi pengusaha. Awalnya cuma 3 pegawai, 25 tahun kemudian sudah punya 30 ribu pegawai.


Tips buat Pengusaha untuk Menarik Investor

3 hari lalu

Tips buat Pengusaha untuk Menarik Investor

Banyak investor yang ragu dan berpikir berkali-kali untuk menginvestasikan dananya pada sebuah usaha. Berikut tips yang bisa dilakukan pengusaha.


Ingin Mulai Usaha Waralaba, Cek Untung Ruginya

4 hari lalu

Ingin Mulai Usaha Waralaba, Cek Untung Ruginya

Bisnis waralaba semakin menjamur dan banyak diminati. Untuk lebih memahami tentang franchise atau waralaba, berikut penjelasannya.


Ingin Jadi Pengusaha Produk Kecantikan, Orang Boyolali Dilaporkan ke Polres Metro Depok

6 hari lalu

Ingin Jadi Pengusaha Produk Kecantikan, Orang Boyolali Dilaporkan ke Polres Metro Depok

Berniat jadi pengusaha produk kecantikan, nasib wiraswasta asal Boyolali, Jawa Tengah, Amiruddin malah berujung dilaporkan ke polisi.


William Wongso sebagai Culinary Advisor di KTT G20, Ini Profil Pakar Kuliner Nusantara

6 hari lalu

William Wongso sebagai Culinary Advisor di KTT G20, Ini Profil Pakar Kuliner Nusantara

William Wongso dipercaya sebagai Culinary Advisor di KTT G20. Begini profil pakar kuliner dan penulis buku Cita Rasa Indonesia ini.


Saat Para Kepala Negara G20 Puji Keindahan dan Kedamaian Bali

7 hari lalu

Saat Para Kepala Negara G20 Puji Keindahan dan Kedamaian Bali

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan para delegasi KTT G20, terutama kepala negara menyampaikan pujian dan apresiasi terhadap Bali.


Adu Visi Misi dalam Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi: Inkubator Pengusaha hingga Stabilitas Politik Ekonomi

7 hari lalu

Adu Visi Misi dalam Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi: Inkubator Pengusaha hingga Stabilitas Politik Ekonomi

Dalam debat ketiga yang digelar Jumat lalu, ketiga calon ketua Hipmi menyampaikan visi misinya saat akan memimpin organisasi hingga 3 tahun ke depan