Rumah Dekat Stasiun Makin Diminati Konsumen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah tinggal di sebuah komplek perumahan di kawasan Citayam, Bogor, (21/5). Dengan turunnya bunga KPR dari sejumlah bank pemerintah, permintaan pada sektor properti membaik dibanding tahun lalu. TEMPO/Ayu Ambong

    Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah tinggal di sebuah komplek perumahan di kawasan Citayam, Bogor, (21/5). Dengan turunnya bunga KPR dari sejumlah bank pemerintah, permintaan pada sektor properti membaik dibanding tahun lalu. TEMPO/Ayu Ambong

    TEMPO.CO, Jakarta - Akses dan lokasi dari sebuah rumah atau properti dinilai masih menjadi pertimbangan utama konsumen dalam melakukan transaksi pembelian properti di 2019. Berdasarkan Rumah.com Property Market Outlook 2019, sebanyak 69 persen responden menyertakan kedekatan huniannya dengan sarana transportasi umum, seperti halte dan stasiun, menjadi pertimbangan utama dalam menentukan hunian yang ideal.

    Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan mengatakan pengembang properti residensial sebaiknya menekankan keberadaan sarana transportasi massal pada proyek propertinya untuk menarik minat pencari rumah.

    “Konsumen tidak mempermasalahkan kondisi rumah baik baru maupun seken, tetapi lebih menekankan kepada pentingnya ketersediaan sarana transportasi umum pada huniannya yang akan dipilihnya tersebut,” ujar ike dikutip dalam risetnya, Selasa, 1 Januari 2019.

    Selain itu, berdasarkan laporan tersebut sebanyak 61 persen responden menyatakan ketersediaan sarana transportasi umum di sekitar rumah sebagai hal yang sangat penting dalam menentukan pilihan hunian.

    Bahkan, sebanyak 51 persen menganggap jarak 500 meter hingga 1 kilometer dari sarana transportasi umum sebagai jarak ideal dari hunian yang paling banyak dicari oleh konsumen.

    Adapun, Jabodetabek masih menjadi daerah primadona bagi para pencari hunian, dengan Jakarta berada pada posisi teratas dan disusul oleh Bogor.

    Ike mengatakan hal tersebut selaras dengan data pencarian terbanyak di Rumah.com yaitu properti yang berada di Jakarta. “Di luar Jabodetabek, Bandung menjadi wilayah incaran di luar Jabodetabek, disusul Surabaya dan Semarang,” katanya.

    Selain itu, Ike juga mengatakan pengembang disarankan agar lebih fokus pada properti di sunrise area yang menawarkan capital gain dalam jangka panjang akan banyak diminati pembeli. Menurutnya masih terdapat responden yang optimis dan tertarik memanfaatkan properti sebagai alat investasi atau instrument pemasukan kendati pertumbuhan sektor properti dalam beberapa tahun terakhir melambat.

    Hal tersebut tercermin dengan sebanyak 44 persen responden memprediksi harga rumah akan meningkat lebih dari 10 persen dalam lima tahun ke depan dan sebanyak 40 persen responden memprediksi apartemen akan mengalamai kenaikan harga yang meningkat di atas 10 persen dalam lima tahun ke depan.

    “Tidak hanya itu, sebanyak 15 persen dari total responden yang berniat membeli rumah mengaku telah memiliki rumah dan hendak membeli rumah tambahan untuk investasi,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.