2019, PNM Butuh Dana Rp10 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penandatanganan kerja sama antara Bank Mandiri dengan PT Permodalan Nasional Mandiri (PNM) untuk membiayai kegiatan usaha peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (MEKAAR) di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2017. Bank Mandiri memberikan bantuan kredit sebesar Rp 300 miliar yang akan disalurkan ke 1 juta perempuan yang tergabung dalam program MEKAAR PNM. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    Penandatanganan kerja sama antara Bank Mandiri dengan PT Permodalan Nasional Mandiri (PNM) untuk membiayai kegiatan usaha peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (MEKAAR) di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2017. Bank Mandiri memberikan bantuan kredit sebesar Rp 300 miliar yang akan disalurkan ke 1 juta perempuan yang tergabung dalam program MEKAAR PNM. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merilis medium term notes (MTN) senilai Rp 280 miliar sebagai aksi pendanaan menutup 2018 dan mengawali 2019. Sepanjang tahun ini, PNM bakal membutuhkan pendanaan senilai Rp 9,7 triliun - Rp10 triliun.

    Baca juga: PT PNM Kucurkan Dana Pembiayaan Rp 7,8 Triliun hingga April 2018

    Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, aksi tersebut telah memenuhi keseluruhan kebutuhan pendanaan PNM yang diperkirakan mencapai Rp 11 triliun sepanjang 2018. Sementara itu, untuk kebutuhan pendanaan pada tahun ini, sekitar 60 persen akan dipenuhi melalui investasi di pasar modal dengan instrumen obligasi dan MTN. 

    “Alhamdulillah sudah terpenuhi semua [kebutuhan 2018]. Hampir semua sudah disalurkan untuk pembiayaan PNM ULaMM dan PNM Mekaar,” tuturnya, Rabu, 2 Januari 2019.

    Berdasarkan pengumuman di situs resmi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PNM telah mendaftarkan MTN PNM XIX Tahun 2018 Seri A, B, C pada 27 Desember 2018. Masing-masing nilainya Rp 70 miliar, Rp 105 miliar, dan Rp 105 miliar.

    Adapun tingkat bunga yang ditentukan sebesar 10,2 persen per tahun. Tanggal pembayaran bunga pertama dilakukan pada 28 Maret 2019 dan jatuh tempo pada 28 Desember 2021. 

    Berdasarkan data PNM, penyaluran pembiayaan melalui program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) mencapai Rp 3,60 triliun hingga November 2018, naik 96,6 persen secara tahunan.

    Adapun pembiayaan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mencapai Rp 8,77 triliun per November 2018, tumbuh 157,8 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Non performing loan (NPL) per November tercatat masih aman, yakni 1,62 persen.

    Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, perseroan membukukan pertumbuhan laba hampir tiga kali lipat atau 271 persen menjadi Rp52 miliar pada kuartal III/2018. Dengan demikian, realisasi penyaluran PNM pada tahun ini telah melampaui sekitar 8,3 persen dari total target yang mencapai Rp 11,43 triliun.

    “Kami sedang bahas target tahun depan dengan Kementerian BUMN. Pasti nilainya akan naik. Namun, yang lebih ditonjolkan adalah target peningkatan pembinaan untuk nasabah,” ujarnya.

    Sebelumnya pada 27 September 2018, PNM menerbitkan reksa dana penerbitan terbatas (RDPT) berbasis MTN, MTN PT Permodalan  Nasional Madani (Persero) XVIII Tahun 2018 Seri A senilai Rp 390 miliar pada September 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.