SBY Ingin Proyek Infrastruktur Dilanjutkan Sesuai Keuangan Negara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat salah satu stan pembangunan jalan tol di pameran Indonesia Infrastruktur Week (IIW) 2018, Kemayoran, Jakarta, 1 November 2018. IIW 2018 mengadopsi konsep Show Within a Show dengan membawa enam pameran dagang vertikal dalam ruang lingkup sektor infrastruktur, yaitu InfraEnergy Indonesia, InfraPorts Indonesia, InfraSecurity Indonesia, InfraRail Indonesia, InfraWater Indonesia, dan Special Economic & Industrial Zones (SEIZ). TEMPO/Muhammad HIdayat

    Pengunjung melihat salah satu stan pembangunan jalan tol di pameran Indonesia Infrastruktur Week (IIW) 2018, Kemayoran, Jakarta, 1 November 2018. IIW 2018 mengadopsi konsep Show Within a Show dengan membawa enam pameran dagang vertikal dalam ruang lingkup sektor infrastruktur, yaitu InfraEnergy Indonesia, InfraPorts Indonesia, InfraSecurity Indonesia, InfraRail Indonesia, InfraWater Indonesia, dan Special Economic & Industrial Zones (SEIZ). TEMPO/Muhammad HIdayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ingin pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan sesuai kemampuan keuangan negara. Hal itu SBY sampaikan melalui akun Twitter @SBYudhoyono berjudul 14 prioritas Demokrat untuk rakyat.

    Simak: Pembentukan Holding BUMN Infrastruktur Rampung 2 Januari 2019

    "Lanjutkan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur perdesaan, sesuai kemampuan keuangan negara," tulis SBY dalam twit poin ke-11, Selasa, 1 Januari 2018.

    Dalam kultwitnya, SBY bersama Partai Demokrat ingin menciptakan lebih banyak lapangan kerja, termasuk untuk milenial dan perempuan sebagai isu prioritas yang pertama. "Serta batasi tenaga kerja asing," kata dia.

    Prioritas kedua, kata SBY, kelola keuangan dan tingkatkan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan dengan mengutamakan golongan kurang mampu. Ketiga, berikan subsidi listrik untuk golongan kurang mampu dan sediakan secara cukup BBM premium. "Prioritas 4: Pertahankan subsidi PUPUK untuk Petani," tulis SBY.

    Prioritas kelima, SBY juga ingin menyetop impor pangan ketika musim panen. Keenam, perlu lebi meningkatkan gaji pegawai, termasuk guru, TNI & Polri dan Pensiunan, agar memiliki daya beli yang baik.

    SBY mengatakan prioritas ketujuh ingin melonggarkan pajak, termasuk dunia usaha agar bisa tumbuh baik dan bisa tingkatkan upah buruh. Prioritas kedelapan, kata dia, bantu dan lindungi UMKM, termasuk pedagang kecil dan angkutan kota

    Pada prioritas sembilan, SBY ingin angkat secara bertahap guru & pegawai honorer dan tingkatkan kesejahteraan perangkat desa. "Prioritas 10: Kontrol dan batasi utang pemerintah dan BUMN agar tak bebani anak cucu," tulis SBY.

    Lebih lanjut SBY menuliskan, prioritas ke-12, yaitu memberikan perlindungan hukum kepada rakyat secara adil daan jaminkebebasan berbicara, termasuk kemerdekaan pers. Prioritas 13, kata dia, jaga kebhinekaan dan kerukunan antar Identitas (SARA) dan cegah perpecahan bangsa.

    SBY juga berharap program BOS, Bidik Misi, BPJS, Bantuan Lansia, Disabilitas & Bencana, PKH, Raskin, BLT/BLSM, KUR, PNPM & lain-lain, untuk kurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

    "Itulah 14 prioritas Demokrat yang akan diperjuangkan PD, agar ke depan Indonesia kita makin damai, adil, demokratis dan sejahtera," tulis SBY.

    Simak terus berita tentang infrastruktur hanya di Tempo.co

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?