Sebelum Tsunami, ASDP Sebut Mobil Antre Sebrangi Selat Sunda

Sejumlah kendaraan mengantre untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Merak, Banten, pada mudik Lebaran 2018, Rabu dinihari, 13 Juni 2018. Sebanyak 58 kapal disiapkan untuk berlayar di enam dermaga Pelabuhan Merak guna mengantisipasi lonjakan penumpang, yang diprediksi terjadi pada Rabu pagi ini. Tempo/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan ada fenomena tak biasa sebelum terjadinya tsunami di Selat Sunda, Sabtu, 22 Desember 2018. Ia menyebut adanya lonjakan jumlah kendaraan roda empat yang menyeberangi selat di barat Pulau Jawa itu pada sehari sebelum bencana datang.

Baca: Hotel di Anyer Buka Pasca-Tsunami, Perayaan Tahun Baru Dibatasi

Menurut Ira, pada Jumat, 21 Desember 2018, ada kenaikan jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang hingga mencapai 50 persen ketimbang tahun lalu di tanggal yang sama. "Ini tidak seperti biasanya 50 persen naik, biasanya kalau ada kenaikan hanya berapa persen, untuk penyeberangan itu gede banget," ujar dia di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Senin, 31 Desember 2018.

Ira melihat adanya kegairahan baru bagi masyarakat untuk bepergian melalui jalur darat. Salah satunya adalah lantaran adanya akses jalur darat yang bagus di Sumatera. Kenaikan itu juga terjadi pada hari terjadinya bencana, 22 Desember 2018. Kala itu, jumlah mobil yang menyeberang naik sekitar 26-27 persen dari tahun lalu di tanggal yang sama.

Penurunan jumlah penyeberang mulai terjadi pada Ahad, 23 Desember 2018. Ira menduga pada hari itu masyarakat mulai mengetahui berita ihwal terjadinya tsunami di Selat Sunda. "Langsung turun banget sampai kurang dari tahun lalu," ujar Ira. Meski, ia tidak menyebut angka penurunan tersebut. 

Pasca bencana, ASDP tetap tak menghentikan operasinya. Saat ini, tren penyeberangan, di Selat Sunda, kata Ira, mulai membaik kembali menjelang malam pergantian tahun. Ia menduga akan adanya kenaikan jumlah penyeberang pada hari ini.

Sebelumnya, tsunami akibat longsoran erupsi Gunung Krakatau di Selat Sunda terjadi pada Jumat, 22 Desember 2018. Bencana ini berdampak pada pesisir barat Banten serta Lampung Selatan. Dalam rilis BNPB per tanggal 25 Desember pukul 13.00, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 429 jiwa. Selain itu, 1.485 orang menjadi korban luka-luka, 154 masih hilang, dan 16.082 jiwa mengungsi.

Mengenai fenomena alam yang terjadi, Ira mengatakan ada pasang surut yang agak ekstrim pada tanggal 22 Desember 2018. "Tapi pada saat kejadian, kami tidak tahu apa yang terjadi," ujar dia. 

Lantaran kondisi ekstrim itu, kata Ira, kapal menjadi sulit bersandar. Lazimnya proses sandar memakan waktu sekitar 15 menit. Namun, pada hari itu, waktu untuk bersandar bisa mencapai 30 menit. Kendati demikian, saat itu tidak ada penghentian operasional, melainkan hanya terjadi keterlambatan. Ira juga mengatakan tidak ada kerusakan fasilitas ASDP akibat tsunami tersebut.






Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

2 hari lalu

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa tektonik bermagnitudo 4,6 mengguncang wilayah Pangandaran dan beberapa daerah di Jawa Barat, Ahad 27 November 2022 pukul 09.10 WIB.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gempa Susulan, Hari Guru tanpa Guru

2 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gempa Susulan, Hari Guru tanpa Guru

Berita berisi catatan jumlah gempa susulan di Cianjur menjadi terpopuler dua hari.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 236 Gempa Susulan di Cianjur, Gempa Darat di Jawa

3 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 236 Gempa Susulan di Cianjur, Gempa Darat di Jawa

Topik tentang gempa susulan di wilayah Cianjur sampai dengan Jumat pagi sudah 236 kali menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Ternyata Cuaca Tidak Pengaruhi Terjadinya Tsunami, Ini Beberapa Faktor Gempa Berpotensi Tsunami

4 hari lalu

Ternyata Cuaca Tidak Pengaruhi Terjadinya Tsunami, Ini Beberapa Faktor Gempa Berpotensi Tsunami

Tsunami termasuk akibat dari sejumlah kejadian, seperti tanah longsor dan letusan gunung berapi, salah satunya penyebab utamanya, gempa bumi.


Benarkah Semua Gempa Bumi Berpotensi Tsunami? Ini Penjelasan Ahli Geologi

4 hari lalu

Benarkah Semua Gempa Bumi Berpotensi Tsunami? Ini Penjelasan Ahli Geologi

Setelah terjadi gempa bumi, biasanya BMKG infokan gempa itu berpotensi tsunami atau tidak. Ini kata ahli geologi soal gempa berpotensi tsunami.


3 Kondisi Gempa Bumi yang Bisa Berpotensi Tsunami

4 hari lalu

3 Kondisi Gempa Bumi yang Bisa Berpotensi Tsunami

Gempa bumi adalah salah satu penyebab umum terjadinya tsunami. Berikut kondisi-kondisi gempa yang menyebabkan tsunami.


Profil Kepulauan Solomon yang Belum Lama Ini Dua Kali Diguncang Gempa dalam Sehari

6 hari lalu

Profil Kepulauan Solomon yang Belum Lama Ini Dua Kali Diguncang Gempa dalam Sehari

Dua kali gempa mengguncang Kepulauan Solomon pada Selasa, 22 November 2022


Gempa M5,6 Lagi Malam Ini, Kali Ini di Laut Banda

6 hari lalu

Gempa M5,6 Lagi Malam Ini, Kali Ini di Laut Banda

Gempa dari Laut Banda sebelumnya, dan guncangannya bisa dirasakan, terjadi pada Kamis dan Selasa lalu.


Gempa Magnitudo 7,0 Mengguncang Kepulauan Solomon

7 hari lalu

Gempa Magnitudo 7,0 Mengguncang Kepulauan Solomon

Gempa bumi memutus jaringan listrik di beberapa kota di Kepulauan Solomon. Tidak ada peringatan tsunami.


Gempa M 5,3 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Bandung

9 hari lalu

Gempa M 5,3 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Bandung

Data BMKG menyatakan bahwa episentrum gempa berada di titik 8.11 LS,107.87 BT atau 82 km barat daya Pangandaran, Jawa Barat di kedalaman 24 km.