Garuda Ungkap Alasan Pilot Turun Tangan pada Keributan di Pesawat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing 747-400 milik  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang berhenti beroperasi, di Cengkareng, Banten, 9 Oktober 2017. Pesawat ini telah dioperasikan sejak 23 tahun lalu. Tempo/Vindry Florentin

    Pesawat Boeing 747-400 milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang berhenti beroperasi, di Cengkareng, Banten, 9 Oktober 2017. Pesawat ini telah dioperasikan sejak 23 tahun lalu. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia menjelaskan alasan pilot turun tangan saat insiden keributan di pesawat rute Hong Kong - Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018. Menurut Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan aksi turun tangan sang pilot disebabkan petugas keamanan belum naik ke atas pesawat.

    Baca juga: Viral Keributan di Pesawat Garuda, Pilot Turunkan Penumpang

    "Aviation Security ada di bawah, belum datang (naik ke kabin)," ujar Rosan melalui sambungan telepon kepada Tempo, Ahad, 30 Desember 2018. 

    Ia berujar sang pilot akhirnya memutuskan turun tangan menangani insiden tersebut lantaran jika menunggu petugas keamanan datang situasinya bisa semakin tak kondusif. "Kejadiannya begini kan ada perselisihan penumpang, karena penumpang satu itu penumpang lain jadi terprovokasi marah sama dia."

    Sebelumnya diberitakan viral video keributan antar penumpang di pesawat Garuda Indonesia. Keributan tersebut berasal dari seorang penumpang yang duduk di kursi 40 K. Ia membuat kegaduhan setelah kakinya terinjak oleh seorang anak kecil. Setidaknya ada tiga petugas kabin, yang berusaha menenangkan penumpang tersebut.

    Dalam video yang berdurasi sekitar satu menit terlihat perdebatan antara seorang penumpang perempuan dengan beberapa penumpang di dalam pesawat Garuda. Penumpang lain tampak mulai berteriak kepada sang perempuan, sebelum akhirnya pilot turun tangan menertibkan mereka. Sang pilot sempat berteriak, "semuanya diam, duduk, ini perintah," ujar dia sembari meminta penumpang lain untuk kembali ke kursinya. 

    Namun, saat pilot sedang melakukan penertiban, sang perempuan malah menabrakkan tubuhnya kepada sang pilot. Kontan saja, pilot melakukan tindakan menarik dan menahan tubuh perempuan tersebut. "Jadi itu mengunci supaya dia tidak berbuat lain-lain, prosedur melemahkan penumpang tapi kemudian dilepaskan lagi," kata Rosan. Penumpang pun diamankan.

    Insiden itu mengakibatkan keterlambatan penerbangan Garuda sekitar 50 menit. "Jadi delay karena ada proses supaya dia turun itu ada durasinya," ujar Rosan. Penumpang tersebut lantas diberangkatkan pada keesokan harinya setelah kondisinya normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.