Pemecatan Terkait Skandal Seks BPJS Ketenagakerjaan Dibantah

Reporter

Editor

Erwin Prima

Suasana pelayanan di kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta.

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengawasan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatullah membantah kabar soal pemecatan terhadap Tini, 27 tahun (bukan nama sebenarnya).

Baca: Aduan Skandal Seks, Pejabat BPJS Ketenagakerjaan Dinonaktifkan

Tini tak lain adalah asisten ahli di BPJS yang baru saja mengaku dilecehkan dan diperkosa oleh Syafri Adnan Baharuddin, 59 tahun, rekan Poempida yang juga anggota dewan pengawas.

Kepada Tempo, Poempida pun memberikan sejumlah klarifikasi bahwa Tini tidaklah dipecat, melainkan hanya sedang menjalani sanki berupa penonaktifan alias diberhentikan sementara. Itupun bukan karena Tini ingin melaporkan pelecehan yang dilakukan Syafri kepada Dewan Jaminan Sosial Nasional atau DJSN, melainkan karena sempat terlibat keributan yang dinilai mengganggu ketenangan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

"Jadi penonaktifan dan kasus dugaan pelecehan ini dua hal yang berbeda," kata Poempida di Jakarta, Sabtu, 29 Desember 2018. Entah mengapa, kata dia, kasus ini diungkapkan Tini berdekatan dengan momen dijatuhkannya sanksi yaitu pada 30 November 2017. "Jadi kayak ada konspirasi besar, gak ada yang seperti itu."

Kasus ini sebelumnya terkuak setelah Tini menyampaikan insiden pelecehan seksual hingga pemerkosaan yang dialaminya dalam konferensi pers di kantor konsultan politik Saiful Mujani Research and Consulting, Cikini, Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. Tini mengaku dilecehkan selama empat kali darii April 2016 hingga November 2018. Aksi ini, menurut Tini, dilakukan Syafri di dalam kantor maupun di luar saat perjalanan dinas.

Sejak pertama kali mengalami kekerasan seksual pada 2016, Tini mengaku sudah melaporkan tindakannya tersebut pada seorang anggota dewan pengawas yang lain. "Meskipun beliau berjanji akan melindungi saya, namun ternyata perlindungan tersebut tidak pernah diberikan sehingga saya terus menjadi korban pelecehan dan pemaksaan hubungan seksual," ujar Tini.

Lebih lanjut, Poempida menceritakan ada beberapa waktu lalu pacar Tini sempat terlibat keributan dengan staf Poempida yaitu Kuncoro. Penyebabnya, Kuncoro tertarik dan mencoba mendekati Tini. "Karena mereka membuat keributan di kantor, maka kami nyatakan bahwa perbuatan yang mereka lakukan tidak sesuai aturan yang ada, tak sesuai pakta integritas yang ada," ujarnya.

Walhasil, Kuncoro dan Tini sama-sama diskors untuk sementara waktu. Saat ini, Poempida menyebut Syafri juga telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komite Audit Anggaran dan Aktuaria Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, tapi masih terhitung sebagai anggota dewan. Sementara menurut Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja, Syafri membenarkan pernyataan Poempida bahwa Syafri telah berhentikan sementara dari jabatannya sebagai ketua komite..

Satu waktu, kata Poempida, Tini memang pernah meminta waktu untuk berbicara dengannya. Lantaran sedang ada pekerjaan, maka Poempida menyuruh sekretarisnya agar meminta Tini menunggu sejenak. Saat pekerjaan itu selesai, Tini rupanya telah pergi sehingga tidak ada lagi pembicaraan khusus antara mereka setelah itu.

Poempida juga membantah bila kabar soal dugaan pelecehan BPJS Ketenagakerjaan ini telah beredar lama di internal dewan pengawas dan sengaja tidak diungkap ke publik. Selama ini, kata dia, tak pernah ada pembicaraan khusus soal ini sampai akhirnya Tini mengungkapkannya ke publik. "Kami tidak tahu sama sekali." 






Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Bantalan Pengaman Sosial

16 jam lalu

Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Bantalan Pengaman Sosial

Peserta akan mendapatkan jaring pengaman sosial, sehingga walaupun kondisi saat ini begitu menantang, tapi pekerja tidak akan sampai jatuh miskin ketika terjadi risiko.


Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan yang Mudah, Bisa dari HP

6 hari lalu

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan yang Mudah, Bisa dari HP

Berikut cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan yang mudah bisa melalui HP dan aplikasi tanpa harus datang ke kantor cabang.


BPJS Ketenagakerjaan Semarakan Sail Tidore 2022

7 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Semarakan Sail Tidore 2022

Sail Tidore dijadikan momentum untuk semakin mendekatkan diri dengan pekerja, karena rata-rata pekerja informal banyak yang belum terlindungi BPJAMSOSTEK.


Bulan Ini, Kemenkes Akan Keluarkan Aturan BPJS untuk Orang Kaya

9 hari lalu

Bulan Ini, Kemenkes Akan Keluarkan Aturan BPJS untuk Orang Kaya

Kolaborasi pembayaran antara BPJS Kesehatan dan asuransi swasta telah dibahas sejak awal tahun ini.


BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan dan Santunan untuk Korban Gempa Cianjur

10 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan dan Santunan untuk Korban Gempa Cianjur

BPJamsostek sekaligus menyerahkan santunan kepada ahli waris dari 2 orang peserta yang meninggal karena menjadi korban.


Ramai PHK di GoTo dan Ruangguru, Ini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan hingga Nominalnya

10 hari lalu

Ramai PHK di GoTo dan Ruangguru, Ini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan hingga Nominalnya

Setiap pekerja yang terdampak PHK dapat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau JKP.


Industri Tekstil Lesu, Menko PMK dan Dirut BPJamsostek Diskusi dengan Pengusaha

11 hari lalu

Industri Tekstil Lesu, Menko PMK dan Dirut BPJamsostek Diskusi dengan Pengusaha

Pelaku industri tekstil diharapkan bisa mencegah PHK. Kalaupun terpaksa PHK, BPJamsostek siap beri JKP.


BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Kemudahan Klaim JHT Pekerja Terimbas PHK

12 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Kemudahan Klaim JHT Pekerja Terimbas PHK

Pekerja yang mengklaim JHT dapat dilakukan melalui Jamsostek Mobile maupun Lapak Asik.


Pekerja Bendungan Temef Protes Tak Dapat Jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

26 hari lalu

Pekerja Bendungan Temef Protes Tak Dapat Jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Menurut Jhon, ada lima pekerja bendungan yang sudah diberhentikan lantaran memprotes tidak tersedianya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan itu.


BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan pada Peserta yang Meninggal Saat Rapat

30 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan pada Peserta yang Meninggal Saat Rapat

Santunan senilai Rp5,6 miliar diserahkan kepada ahli waris.