KUR 2019 Jadi Rp 140 T: Nelayan dan Petani Bisa Beli Apa?

Kapal nelayan berada di pantai Teluk Buo, Bungus, Padang, Sumatera Barat, Jumat, 11 November 2018. Teluk Buo merupakan salah satu kawasan di pinggiran kota itu yang berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata bahari karena memiliki teluk dan pantai berpasir putih serta hutan mangrove. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan plafon Kredit Usaha Rakyat atau KUR tahun 2019 sebesar Rp 140 triliun atau naik dari tahun 2018 yang dipatok Rp 123,8 triliun. Lebih dari separuhnya akan diprioritaskan untuk membantu para nelayan, peternak, hingga petani.

BACA: Plafon Kredit Usaha Rakyat 2019 Ditetapkan Rp 140 Triliun

"Kami ingin KUR ini lebih banyak untuk mereka yang berproduksi, selama ini perbankan lebih suka menyalurkan kredit ke sektor perdagangan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Desember 2018.

Darmin menuturkan, Kemenko Perekonomian tengah mengatur dan mempelajari bentuk penyaluran KUR bagi para nelayan. Kemenko bakal mengecek berapa harga rata-rata sebuah kapal yang bisa nantinya dibeli menggunakan pinjaman KUR oleh nelayan. Lalu, cara pengoperasiannya, apalah nelayan perorangan atau berkelompok. "Misal kira-kira harganya Rp 350 juta, nah bisa kami kasih (KUR), kami masih pelajari."

Begitu pula dengan para petani dengan skala produksi kecil, yaitu sekitar 1,5 hingga 2 ton beras, yang jumlahnya sangat banyak. "Kenapa beras suka jelek? itu karena airnya kebanyakan." Nah, lewat KUR, pemerintah melalui bank BUMN bakal memberikan pinjaman untuk membeli pengering padi. "Kami akan kasih kredit, ada itu pengering yang terjangkau bentuknya kayak tempat tidur."

Untuk diketahui, penyaluran KUR untuk sektor produksi hingga 30 November 2018 tercatat masih sekitar 45,6 persen. Jumlah ini masih kurang dari target tahun ini yang sebesar 50 persen. Maka, pemerintah pun "memaksa" perbankan untuk lebih menggenjot penyaluran KUR melalui skema penalti jika target tak tercapai. Di tahun 2019, target untuk sektor produksi malah sudah dinaikkan hingga 60 persen.

Kemenko Perekonomian membenarkan bahwa perbankan lebih tertarik menyalurkan KUR ke sektor perdagangan, ketimbang sektor produksi, karena lebih menarik secara bisnis. Namun, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebut justru sektor produksi seperti kelautan dan pertanianlah yang menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Di sisi lain, sektor-sektor seperti ini pula tingkat kemiskinan terpusat dan lebih tinggi di banding sektor lainnya. Itu sebabnya, penyaluran KUR di tahun 2019 lebih diprioritaskan bagi kelompok ini demi pemerataan ekonomi. "Enggak adil bagi mereka, menyerap tenaga kerja terbesar tapi tingkat kemiskinan untuk sektor-sektor itu sangat tinggi."






Pemerintah Jelaskan Penyebab 20 Persen UMKM yang Miliki Akses ke Kredit Perbankan

3 menit lalu

Pemerintah Jelaskan Penyebab 20 Persen UMKM yang Miliki Akses ke Kredit Perbankan

Yulius mencatat hanya 20 persen usaha kecil dan menengah (UKM) yang memiliki akses kredit ke perbankan.


Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital, Sandiaga: Pemerintah dan Dunia Usaha Harus Kerja Sama

20 menit lalu

Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital, Sandiaga: Pemerintah dan Dunia Usaha Harus Kerja Sama

Sandiaga Uno mengatakan pemenuhan kebutuhan 9 juta talenta digital harus dikerjakan bersama antara pemerintah dan dunia usaha


NFA Apresiasi OKKPD yang Berhasil Terbitkan Label Hijau untuk UMKM

18 jam lalu

NFA Apresiasi OKKPD yang Berhasil Terbitkan Label Hijau untuk UMKM

Ada 18 kabupaten yang menerima penghargaan.


Sepanjang 2022, Program Keringanan Utang Bantu 2.109 Debitur Kecil

1 hari lalu

Sepanjang 2022, Program Keringanan Utang Bantu 2.109 Debitur Kecil

Program keringanan utang yang diluncurkan pemerintah pada tahun ini telah membantu 2.109 debitur kecil.


Ganjar Pranowo Ungkap Pentingnya Medsos untuk Komunikasi Langsung dengan Rakyat

2 hari lalu

Ganjar Pranowo Ungkap Pentingnya Medsos untuk Komunikasi Langsung dengan Rakyat

Ganjar Pranowo mengungkap pentingnya penggunaan media sosial bagi pemimpin masa kini untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.


Depok Kaji Subsidi APBD untuk Bayar Bunga Bank Pinjaman UMKM

2 hari lalu

Depok Kaji Subsidi APBD untuk Bayar Bunga Bank Pinjaman UMKM

Pemkot Depok telah menginstruksikan BAZNAS Kota Depok untuk memberikan bantuan permodalan kepada sektor UMKM.


Unggul Berdayakan UMKM, BRI Raih Dua Penghargaan BI Awards 2022

3 hari lalu

Unggul Berdayakan UMKM, BRI Raih Dua Penghargaan BI Awards 2022

Dua gelar itu adalah Bank Pendukung UMKM Terbaik dan Bank Konvensional Pendukung Pengendalian Moneter Rupiah dan Valas Terbaik.


Terkini: Daftar 172 Obat Sirop Aman Menurut BPOM, Prospek Cinema XXI yang Akan IPO Tahun Depan

5 hari lalu

Terkini: Daftar 172 Obat Sirop Aman Menurut BPOM, Prospek Cinema XXI yang Akan IPO Tahun Depan

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Sabtu siang, 3 Desember 2022, dimulai dari daftar lengkap 172 obat sirop yang aman dikonsumsi menurut BPOM.


Alokasi Anggaran KUR Tahun Depan Naik jadi Rp 450 Triliun, Airlangga: Ekonomi Domestik Perlu Dijaga

5 hari lalu

Alokasi Anggaran KUR Tahun Depan Naik jadi Rp 450 Triliun, Airlangga: Ekonomi Domestik Perlu Dijaga

Pemerintah akan menetapkan anggaran untuk KUR sebesar Rp 450 triliun pada tahun 2023 atau naik dari tahun ini yang sebesar Rp 373 triliun.


BRI Kembali Gelar UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022

5 hari lalu

BRI Kembali Gelar UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022

Acara puncak UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022 pada 14-18 Desember di Jakarta Convention Center.