Dituduh Skandal Seks, Pejabat BPJS Ketenagakerjaan Ini Buka Suara

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pelecehan Seksual. sfgate.com

    Ilustrasi Pelecehan Seksual. sfgate.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Syafri Adnan Baharuddin, 59 tahun, anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan akhirnya buka suara terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya. Syafri dituduh melakukan pelecehan seksual hingga pemerkosaan oleh asisten ahlinya Tini, 27 tahun (bukan nama sebenarnya).

    BACA: Aduan Skandal Seks, Pejabat BPJS Ketenagakerjaan Dinonaktifkan

    "Insyaallah, ada saatnya saya jelaskan," kata Syafri kepada Tempo di Jakarta, Sabtu sore, 29 Desember 2018. "Saat ini laywer (pengacara) saya sedang dalam proses penuntutan hukum, mohon doanya."

    Belum banyak pernyataan yang disampaikan oleh Syafri, termasuk apakah proses penuntutan hukum ini akan diarahkan langsung kepada Tini. Syafri juga belum memberikan klarifikasi apakah kejadian yang dituduhkan Tini benar adanya atau hanya tuduhan sepihak.

    Kasus ini sebelumnya terkuak setelah Tini menyampaikan insiden pelecehan seksual hingga pemerkosaan yang dialaminya dalam konferensi pers di kantor konsultan politik Saiful Mujani Research and Consulting, Cikini, Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. Tini mengaku dilecehkan selama empat kali dari April 2016 hingga November 2018. Kejadian itu, kata dia, dialaminya baik di dalam kantor maupun di luar saat perjalanan dinas.

    BACA: Dugaan Pemerkosaan, Sekretaris Pejabat BPJS Kirim Surat ke Jokowi

    Untuk diketahui, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari tujuh orang anggota. Dua dari unsur pemerintah, dua dari unsur pekerja, dua dari pemberi kerja, dan satu dari tokoh masyarakat. Syafri dan Guntur Witjaksono adalah dua orang perwakilan dari unsur pemerintah.

    Syafri dan enam anggota Badan Pengawas BPJS lainnya dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 22 Februari 2016 di Istana Negara. Selain sebagai anggota, Syafri juga tercatat menjabat sebagai Komite Audit Anggaran dan Aktuaria di Dewan Pengawas BPJS. Tapi lantaran terlibat dalam kasus dugaan pelecehan ini, maka Syafri maupun Tini telah diberhentikan sementara dari posisinya.

    "Demi menjaga situasi tetap kondusif dan kedua belah pihak dapat fokus menyelesaikan permasalahan pribadinya," kata Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat BPJS Ketenagakerjaan, Ivansyah Utoh Banja. Pemberhentian sementara ini kemungkinan akan berlangsung sampai adanya keputusan tetap dari Dewan Jaminan Sosial Nasional atau DJSN terkait nasib keduanya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.