Ridwan Kamil Rombak Direksi BUMD, Ini Kriteria yang Dicari

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama para pemain Diklat Persib. (persib.co,id)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama para pemain Diklat Persib. (persib.co,id)

    TEMPO.CO, Bandung -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merombak direksi dan komisaris Bandara Kertajati, pada Jumat, 28 Desember 2018. Sebelumnya ia merombak direksi di Bank BJB. Lalu kriteria seperti apa yang dicari Ridwan Kamil?

    BACA: Ridwan Kamil Sebut Direksi BUMD Dirombak Semua, Sebab..

    Menurut Ridwan Kamil, kriteria kandidat direksi dan komisaris yang dicari, bisa meyakinkan kinerja BUMD akan menangguk untung. “Kebanyakan BUMD ini merugi, tidak memberikan keuntungan kecuali Bank BJB, sehingga saya bedah dan saya harus berikan indikator-indikator baru,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengklaim, proses seleksi mencari pengisi direksi dan komisaris baru seluruh BUMD akan rampung dalam sebulan. Proses seleksi, dimulai dari pengumuman akan dimulainya sejak Januari 2019. “Kita sudah pengalaman. Minimal sebulan sudah on lagi,” kata dia.

    BACA: Setelah Bank BJB, Ridwan Kamil Copot Dirut Bandara Kertajati

    Ridwan Kamil mengatakan, akan mengawasi sendiri proses seleksi direksi dan komisaris semua BUMD Jawa Barat. “Saya monitor langsung untuk memastikan visi misi 5 tahun terkejar. Kalau orang lama ternyata bisa kompetitif, bisa meyakinkan, gak ada masalah,” kata dia. “Bagaimana meyakinkan agar profitable. Kalau tiap tahun hanya minta duit dari pemprov menurut saya gak begitu. Saya akan tantang itu.”

    Asisten Daerah Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Jawa Barat, Eddy Iskandar Muda Nasution mengatakan, Bandara Kertajati belum termasuk kategori BUMD yang merugi. “Tapi mendekati kritis, karena sudah harus jatuh tempo membayar hutang-hutangnya di tahun depan ini,” kata dia di Bandung, Jumat, 28 Desember 2018.

    Baca berita tentang Ridwan Kamil lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.