Fase 20 Besar Gerakan Secangkir Semangat Kapal Api

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu yang diprakasai oleh Kapal Api bekerja sama dengan BEKRAF sudah memasuki fase 20 besar.

    Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu yang diprakasai oleh Kapal Api bekerja sama dengan BEKRAF sudah memasuki fase 20 besar.

    INFO NASIONAL-- Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu yang diprakasai Kapal Api bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sudah memasuki fase 20 besar. Dua puluh proposal terbaik telah terpilih dari 5.000 proposal yang terdaftar dalam www.secangkirsemangat.id.

    Group Brand Manager Kapal Api Johnway Suwarsono mengatakan Gerakan Secangkir Semangat merupakan sebuah wadah untuk anak muda yang mempunyai ide dan semangat sociopreneur sehingga dapat menyalurkan aspirasinya. “Kapal Api akan menyediakan wadah bagi anak muda agar berani membuat nyata tujuannya lewat mentoring sepanjang program. Mulai peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan hingga mampu membuat protoype yang siap dipresentasikan kepada juri. Di akhir periode program pada Februari 2019, peserta dengan nilai kompetitif terbaik akan ditetapkan sebagai pemenang,” katanya.

    Seleksi ketat dilakukan para mentor, yang juga merupakan para pelaku sociopreneur, di antaranya Helga Angelina, pendiri Burgreens; Iwet Ramadhan, pendiri JKT Creative; Leonard Theosabrata, pendiri Indoestri Makerspace; dan puluhan mentor lainnya.

    “Kami sangat senang terhadap kualitas proposal yang masuk. Sebagian besar beranjak pada problem sosial yang mereka alami dan solusi yang mereka tawarkan sebagai ide bisnis pun berangkat dari kearifan lokal,” ujarnya.

    Salah satu ide bisnis yang banyak mendapat pujian dari para juri adalah Elven Aprilnico. Anak muda kelahiran Bekasi pada 1996 mempunyai impian besar mempunyai coffee shop yang mempekerjakan mantan narapidana. “Ingin memanusiakan manusia adalah misi saya,” ucap Elven.

    Ada pula ide bisnis dari Meybi Agnesya Lomanledo, seorang puteri daerah asli Kupang, yang ingin membuat  Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia ( SL-TMOI) di Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Berangkat dari permasalahan banyak para petani daun kelor kurang mengerti cara budi daya yang baik sehingga hasil produksinya menjadi kurang optimal,” tuturnya.

    Meybi ingin membuat sekolah lapangan yang membina para petani daun kelor sehingga dapat dibuat pangan olahan berbasis daun kelor. “Saya ingin daun kelor menjadi komoditas unggulan NTT yang dapat mendunia,” ujar Meybi yang bangga setelah terpilih menjadi 20 besar finalis Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu.

    Du puluh besar finalis yang telah terpilih selanjutnya diwajibkan mempresentasikan konsep bisnisnya beserta prototype-nya di depan para juri nasional di Jakarta, seperti Yoris Sebastian serta Veronica Colondam.

    Profil 20 besar finalis juga dapat dilihat dalam website www.secangkirsemangat.id. Tiga besar finalis akan mendapat hadiah dari Kapal Api berupa modal kerja hingga Rp 250 juta. (*)

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.