Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pantauan Penerbangan Diperketat

Kondisi Gunung Anak Krakatau lewat udara yang terus mengalami erupsi pada Ahad, 23 Desember 2018. Berdasarkan hasil pengamatan dari analisis data dan visual instrumental hingga tanggal 23 Desember 2018, tingkat aktivitas gunung Anak Krakatau masih tetap Level II atau waspada dan belum menunjukkan tanda-tanda letusan besar. TEMPO/Syafiul Hadi

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah meminta para stakeholder terkait di industri penerbangan secara intensif memantau operasional penerbangan yang bisa terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti Polana juga meminta jajarannya memeriksa fasilitas infrastruktur transportasi udara yang terdampak tsunami di wilayah Banten dan Lampung Selatan. 

Baca: Begini Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap Penerbangan

Hal itu mengingat aktivitas penerbangan sedang tinggi selama masa angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2019. “Untuk itu saya telah meminta Otoritas Bandara, Unit Penyelenggara Bandar Udara dan semua stakeholder penerbangan untuk terus melakukan koordinasi dan siap siaga jika terjadi hal-hal yang mengganggu aktivitas penerbangan,” ujar Polana dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 27 Desember 2018.

Berdasarkan informasi BMKG per tanggal 26 Desember 2018 pukul 19.00 WIB, sebaran debu vulkanik mengarah ke Barat Daya-Barat dengan ketinggian mencapai lebih dari 10 kilometer. Saat ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga telah menaikkan status Gunung Anak Krakatau ini menjadi siaga.

Polana mengatakan bahwa sampai saat ini belum mendapatkan Notam khusus penutupan bandara dari AirNav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas udara. Hanya saja, kata dia, Airnav sudah mengeluarkan NOTAM A5440/18 perihal penutupan dan re-route penerbangan yang tidak bisa dilewati pesawat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Sejauh ini abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak memberikan dampak kepada penutupan bandara, untuk bandara terdekat seperti Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung, bandara masih beroperasi normal,” ucap Polana.

Polana juga meminta agar Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG dan Airnav untuk memberikan informasi terkait kondisi terbaru Gunung Anak Krakatau. “Dan bisa menndistribusikan informasi itu melalui NOTAM kepada airlines dan bandara,” ujar dia.

Kepala Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) Dwikorita Karnawati sebelumnya menyatakan erupsi dari Gunung Anak Krakatau membahayakan untuk penerbangan. "Jelas dan itu kami pantau setiap saat dengan satelit Himawari," kata Dwikorita saat jumpa pers di gedung BMKG, Selasa malam, 25 Desember 2018. "Dari pemantauan kami, arah sebaran abunya itu akan terdeteksi dipengaruhi oleh arah angin."

Dwikorita menjelaskan bahwa BMKG telah mencoba untuk mengecek secara langsung melalui udara tebing kawah dari Gunung Anak Krakatau tersebut. Pihaknya sudah dua kali terbang mendekat untuk mengecek langsung tebing kawahnya, namun sampai saat ini belum berhasil. "Awannya tebal," ucapnya.

Baca: Pantau Gunung Anak Krakatau, BMKG Pasang Sensor di Selat Sunda

ANTARA






Erupsi Gunung Semeru, Penerbangan ke Surabaya dan Malang Berjalan Normal

5 jam lalu

Erupsi Gunung Semeru, Penerbangan ke Surabaya dan Malang Berjalan Normal

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memuntahkan awan panas disertai guguran. Erupsi berlangsung pada Ahad sejak pukul 02.46 WIB.


Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Penerbangan Bali - Seoul

18 jam lalu

Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Penerbangan Bali - Seoul

Maskapai plat merah Garuda Indonesia membuka lagi rute penerbangan Bali - Seoul dan sebaliknya, demi meningkatkan kunjungan wisata di kedua negara.


Semeru dan Penjelasan 4 Status Aktivitas Gunung Api di Indonesia

19 jam lalu

Semeru dan Penjelasan 4 Status Aktivitas Gunung Api di Indonesia

Semeru menjadi satu-satunya gunung api berstatus awas saat ini


Ditutup Sejak 2021 karena Faktor Keamanan, Penerbangan Sentani-Kiwirok Kini Dibuka Kembali

2 hari lalu

Ditutup Sejak 2021 karena Faktor Keamanan, Penerbangan Sentani-Kiwirok Kini Dibuka Kembali

Kini masyarakat Distrik Kiwirok bisa menikmati kembali pelayanan terbang dengan dibukanya penerbangan Sentani-Kiwirok-Sentani.


Mulai Awal Bulan Ini Penerbangan Pelita Air Jakarta-Bali 5 Kali Sepekan, Berikut Jadwalnya

2 hari lalu

Mulai Awal Bulan Ini Penerbangan Pelita Air Jakarta-Bali 5 Kali Sepekan, Berikut Jadwalnya

Pelita Air menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Bali-Jakarta menjadi 5 kali sehari mulai 1 Desember 2022.


3 Fakta tentang Mauna Loa Gunung Berapi Aktif di Hawaii

3 hari lalu

3 Fakta tentang Mauna Loa Gunung Berapi Aktif di Hawaii

Mauna Loa gunung berapi aktif terbesar di dunia


Ditambah Hong Kong, Bandara Ngurah Rai Telah Layani 24 Rute Penerbangan Internasional

3 hari lalu

Ditambah Hong Kong, Bandara Ngurah Rai Telah Layani 24 Rute Penerbangan Internasional

Hingga 26 November 2022, Bandara Ngurah Rai Bali secara total telah melayani sebanyak 3.699.665 orang penumpang internasional.


5 Alasan Tak Biasa yang Membuat Penumpang Dikeluarkan dari Pesawat

3 hari lalu

5 Alasan Tak Biasa yang Membuat Penumpang Dikeluarkan dari Pesawat

Kenyataannya adalah ada banyak persyaratan kontrak dari maskapai penerbangan, termasuk hak awak pesawat untuk mengeluarkan penumpang dari pesawat.


BRIN Berikan Penghargaan Nurtanio kepada Pakar Pengindraan Orbita Roswitiarti

4 hari lalu

BRIN Berikan Penghargaan Nurtanio kepada Pakar Pengindraan Orbita Roswitiarti

Orbita merupakan peneliti ahli utama di bidang kepakaran, teknologi, dan aplikasi pengindraan jauh pada Pusat Riset Pengindraan Jauh BRIN.


Riwayat Letusan Gunung Merapi, Paling Parah Tahun 1930

5 hari lalu

Riwayat Letusan Gunung Merapi, Paling Parah Tahun 1930

Berikut Sejarah Letusan Gunung Merapi. Salah satu gunung paling aktif di dunia yang memakan banyak korban jiwa.