Bantuan Korban Tsunami, Kemenhub Siapkan Jalur Laut dan Udara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas K9 Shabara Polda Lampung melakukan pencarian korban tsunami menggunakan anjing pelacak di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, Senin 24 Desember 2018. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    Petugas K9 Shabara Polda Lampung melakukan pencarian korban tsunami menggunakan anjing pelacak di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, Senin 24 Desember 2018. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah sarana akses jalur udara dan laut untuk mengangkut bantuan bagi korban pasca bencana tsunami di Pantai Selat Sunda. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hal ini dilakukan guna memperlancar distribusi bantuan kepada korban bencana.

    Baca: Sepertiga Bangunan Tanjung Lesung Resort Rusak Dihantam Tsunami

    "Akses ke sini jalan daratnya hanya satu yang biasa digunakan masyarakat sehari-hari. Maka dari itu, Kemenhub memberikan solusi dengan menyediakan jalur lain yaitu melalui udara dan laut," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Desember 2018.

    Budi mengatakan kedua jalur itu dapat digunakan untuk pengangkutan barang baik logistik makanan, kesehatan maupun untuk pembangunan. Hal itu Budi sampaikan usai meninjau korban bencana tsunami di Labuan hari ini.

    Melalui jalur udara, Budi mengatakan untuk pengangkutan logistik dapat menggunakan pesawat jenis caravan yang mendarat di airstrip Tanjung Lesung. "Kalau dengan helikopter kan kapasitasny sedikit, nah kita bisa dari airstrip Tanjung Lesung menggunakan caravan. Kira-kira kapasitasnya untuk 12 orang dan muatan barang sekitar satu sampai dua ton. Jadi pendistribusian obat-obatan bisa langsung ke sana," kata dia.

    Sedangkan melalui jalur laut, Kemenhub menyiapkan kapal-kapal negara untuk membantu menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana tsunami melalui Pelabuhan Merak.

    "Untuk yang lebih masif, kami sediakan kapal dari Merak, memang perjalanannya cukup lama tetapi kapasitas besar, bisa mengangkut muatan sampai 20-30 ton. Kami sudah siapkan tim dan ada salah satu Direktur kami yang akan bersiaga untuk mengkoordinasikan barang-barang tersebut," ujar Budi.

    Selain itu Budi juga meminta kepada Ditjen Perhubungan Darat untuk membantu pengaturan lalu lintas di daerah tersebut agar kondisi arus berjalan lancar.

    Dalam kunjungannya, dia juga mengajak beberapa stakeholder baik BUMN maupun swasta. Budi meminta mereka melakukan kegiatan untuk penyaluran bantuan ke lokasi.

    Turut mendampingi Budi Karya, Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono, Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Direktur Angkasa Pura II Awaluddin, Direktur Airnav Novie Riyanto, dan Direktur Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja.

    Simak terus berita tentang tsunami hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.