Menteri Luhut Minta Ahli Selidiki Penyebab Tsunami Selat Sunda

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa waktu lalu. TEMPO/Syafiul Hadi

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah berkoordinasi dengan para ahli untuk bekerja dalam satu tim mengidentifikasi penyebab tsunami Selat Sunda. Hal itu, kata dia bertujuan untuk menghindari berbagai macam spekulasi ihwal penyebab bencana.
 
 
Luhut mengatakan sudah ada teori awal yang disimpulkan oleh tim yang mulai bekerja sejak kemarin. “Bahwa ini bukan tsunami karena gempa vulkanik tapi karena longsor seluas 64 hektar dari gunung anak Krakatau,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Desember 2018.
 
Koordinasi dilaksanakan dengan melibatkan para ahli dari berbagai instansi seperti BPPT, LIPI, BMKG, BIG, LAPAN, Pushidros TNI-AL dan Kementerian ESDM. Menurut Luhut analisa sementara para ahli mengarah pada terjadinya flank collapse atau longsoran gunung anak Krakatau, yaitu adanya material yang lepas dalam jumlah banyak di lereng terjal yang dipicu oleh tremor dan curah hujan tinggi.
 
Sumber data analisa berupa seismogaf, tide gauge, citra satelit, dan data interferometri 64 hektar. Untuk membuktikan kebenaran teori tersebut, tim akan melakukan survei geologi kelautan dan batimetri di komplek Gunung Krakatau setelah situasi dirasa aman dan memungkinkan.
 
“Sekarang mau kami bikin, kapal untuk lihat sana belum bisa, karena cuaca masih jelek, mungkin dapat diberangkatkan setelah 25 Desember, mungkin 27 atau 28 Desember, pakai Kapal Baruna Jaya (BPPT) untuk lihat lagi peta di bawah lautnya,” ujar Luhut.
 
Selain survei laut, tindak lanjut tim tersebut  antara lain akan dilakukan konfirmasi citra satelit resolusi tinggi oleh LAPAN, survei udara oleh BPPT, data GPS dan Pasut oleh BMKG, BIG, Pushidros TNI-AL, serta melibatkan industri di kawasan.
 
Khusus mengenai solusi jangka panjang dalam menghadapi bencana alam, kata Luhut, pemerintah sedang merancang kebijakan yang lebih terintegrasi dan holistik di bawah koordinasi Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman.
 
“Kemarin kami, BMKG, Basarnas, BNPB sudah rapat bersama semua (instansi terkait) untuk menyusun Perpres terpadu,” kata dia.
 
Luhur mengatakan pembahasan itu sudah masuk tahap finalisasi. Dia menargetkan minggu pertama atau kedua Januari 2019, pemerintah akan duduk lagi membahas hal itu. "Nanti antara semua instansi-instansi terkait biar tuntas. Setelah itu akan dibawa ke Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi,” ujar Luhut.
 
Luhut juga mengatakan ihwal rencana peningkatan teknologi alat deteksi dini tsunami yang menjadi salah satu bagiannya. Luhut mengkalian rencana soal itu sudah ada. 
 
"Kemarin kami sudah sepakat dengan Bappenas, kami rapat hari Jumat lalu. Mestinya 2019 sudah bisa dijalankan,” ujarnya.
 
 





Erupsi Gunung Semeru dan Ancaman Tsunami di Jepang, PVMBG: Tidak Mungkin!

12 jam lalu

Erupsi Gunung Semeru dan Ancaman Tsunami di Jepang, PVMBG: Tidak Mungkin!

"Gunungnya (Semeru) di mana, tsunaminya di mana?"


Yakin Kunjungan Wisatawan 2023 Lampaui Target, Luhut: Harus Kerja Sama dan Berpikir Kreatif

16 jam lalu

Yakin Kunjungan Wisatawan 2023 Lampaui Target, Luhut: Harus Kerja Sama dan Berpikir Kreatif

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa kolaborasi dan cara berpikir yang out of the box menjadi kunci untuk mengajak masyarakat agar berwisata di dalam negeri.


Erupsi Gunung Semeru Disebut Bisa Sebabkan Tsunami Okinawa, BMKG Jepang Buka Suara

23 jam lalu

Erupsi Gunung Semeru Disebut Bisa Sebabkan Tsunami Okinawa, BMKG Jepang Buka Suara

BMKG Jepang menjelaskan soal dampak erupsi Gunung Semeru terhadap ancaman tsunami di Okinawa. Apa katanya?


Mengenali 7 Jenis Bencana Alam

1 hari lalu

Mengenali 7 Jenis Bencana Alam

Ada berbagai jenis bencana alam. Apa saja?


Erupsi Gunung Semeru, Begini Jepang Memantau Dampak di Wilayahnya

1 hari lalu

Erupsi Gunung Semeru, Begini Jepang Memantau Dampak di Wilayahnya

BMKG 'sentil' pemberitaan media online nasional yang mengangkat adanya peringatan tsunami dampak erupsi Gunung Semeru di Jepang.


Tenda Mewah Besar Serba Putih Mulai Selimuti Rumah Erina Gudono, Luhut Pantau Persiapan

1 hari lalu

Tenda Mewah Besar Serba Putih Mulai Selimuti Rumah Erina Gudono, Luhut Pantau Persiapan

Di lahan kosong depan rumah Erina Gudono, juga telah ikut dipasang lantai dari kayu dan terlindungi dengan tenda putih besar.


Gempa M4,5 dari Laut Selatan Guncang Pangandaran, Ini Data BMKG

3 hari lalu

Gempa M4,5 dari Laut Selatan Guncang Pangandaran, Ini Data BMKG

Gempa tektonik bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu menjelang pagi tadi, 3 Desember 2022.


Luhut Sebut Kill or to be Killed Soal Investasi, Jadi Ingat Lagu Muse Begini Liriknya

3 hari lalu

Luhut Sebut Kill or to be Killed Soal Investasi, Jadi Ingat Lagu Muse Begini Liriknya

Ungkapan kill or to be killed oleh Luhut saat pemaparan kondisi investasi di Indonesia mengingatkan pada lirik lagu grup musik asal Inggris, Muse.


Luhut Sebut Warga Beli Motor Listrik Bakal Disubsidi, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

4 hari lalu

Luhut Sebut Warga Beli Motor Listrik Bakal Disubsidi, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih akan membahas rencana pemberian subsidi pembelian motor listrik.


Begini Lobi Luhut ke Elon Musk Biar Tesla Investasi Pabrik Mobil Listrik di RI

4 hari lalu

Begini Lobi Luhut ke Elon Musk Biar Tesla Investasi Pabrik Mobil Listrik di RI

Luhut Pandjaitan optimistis Tesla akan berinvestasi di Indonesia. Investasi mobil listrik di Cina disebutnya lebih mahal.