Tsunami Selat Sunda Tewaskan 14 Peserta Family Gathering PLN

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Tanjung Lesung pada Ahad, 23 Desember 2018, setelah diterjang tsunami pada Sabtu malam (22/12). Foto: Mursid Widjajanarko.

    Kondisi Tanjung Lesung pada Ahad, 23 Desember 2018, setelah diterjang tsunami pada Sabtu malam (22/12). Foto: Mursid Widjajanarko.

    TEMPO.CO, Tanjung Lesung - Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu malam lalu menimbulkan korban tak sedikit. Tak terkecuali di antaranya adalah keluarga besar dari Perusahaan Listrik Negara atau PLN dari Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat turut menjadi korban dari tsunami yang terjadi pada pukul 21.27 WIB semalam.

    Baca: Tsunami, Ratusan Wisatawan Tanjung Lesung Diduga Hilang

    "Kabar duka menyelimuti keluarga besar PLN atas musibah yang menimpa rekan-rekan kami di Tanjung Lesung, Pandeglang pada Sabtu malam (22/12)," seperti dikutip dari Instagram resmi PLN @pln_id, Ahad, 23 Desember 2018. 

    Dalam postingan tersebut, PLN mengunggah tulisan berwarna putih dengan latar belakang warna hitam. Tulisan itu menyebutkan, "Keluarga Besar PLN Berduka. Mohon doa untuk keselamatan karyawan PLN dan keluarganya yang belum ditemukan dari menjadi korban bencana tsunami di Tanjung Lesung, Banten."

    Dalam keterangan atas tulisan itu disebutkan update data sementara hingga Minggu pukul 10.00 WIB. Data itu terbagi menjadi tiga kelompok yakni sebanyak 14 orang korban meninggal, sebanyak 157 orang tercatat korban selamat dan termasuk di antaranya korban luka berat. Selain itu ada 89 orang merupakan korban terdata namun belum belum bisa dihubungi.

    Dari catatan PLN terdapat jumlah total keseluruhan peserta gathering sebanyak 260 orang. "Kami saat ini terus mendata dan melakukan pencarian terhadap seluruh korban," kata PLN. "Kami mohon doanya agar seluruh keluarga PLN bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat."

    Postingan yang diunggah 43 menit lalu itu hingga kini telah menuai respons tanda like sebanyak 2.202 orang. Saat ini sudah ada 82 orang yang mengomentari postingan tersebut. 

    Selain itu PLN saat ini juga telah membentuk Tim Gerak Cepat Tanggap Bencana untuk pemulihan kelistrikan serta mengirimkan 26 ambulans ke lokasi bencana. "Ambulance dari kantor pusat PLN, YBM PLN dan Palan Disjaya meluncur pagi ini menuju lokasi bencana, membantu korban dan proses evakuasi di lokasi korban," kata PLN seperti dikutip dari postingan sebelumnya di akun Instagram tersebut.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya mengatakan jumlah korban berdasarkan data sementara pada Ahad, 23 Desember, pukul 07.00 WIB tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, dan 2 orang hilang.

    Baca: Tsunami Selat Sunda, Badan Geologi ESDM Ikut Selidiki Penyebab

    Sutopo merinci dari jumlah korban tersebut, sebanyak 33 orang meninggal dan 491 luka-luka berasal dari Kabupaten Pandeglang. Selain itu, ada 400 unit rumah rusak akibat tsunami ini di daerah tersebut. "Daerah yang terdampak memang permukiman dan kawasan wisata seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.