Usai Tsunami, Penyeberangan Merak - Bakauheni Kembali Normal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam kondisi normal, penyeberangan antara kedua pelabuhan (Merak dan Bakauheni) sebanyak 108 trip (perjalanan pulang pergi) perhari. DOK/TEMPO/Adri Irianto

    Dalam kondisi normal, penyeberangan antara kedua pelabuhan (Merak dan Bakauheni) sebanyak 108 trip (perjalanan pulang pergi) perhari. DOK/TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai gelombang tinggi dan tsunami yang terjadi Sabtu malam kemarin, PT PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) memastikan pelayanan penyeberangan Merak Banten - Bakauheni Lampung kini kembali normal. 

    Baca: Gempa 6,2 SR Guncang Mentawai, Tak Berpotensi Tsunami

    "Saat terjadi gelombang tinggi, kapal feri membutuhkan waktu untuk bermanuver saat sandar. Dampaknya terjadi keterlambatan pelayanan," kata Media Relation PT ASDP, Ellen Pirik saat dihubungi, Ahad, 23 Desember 2018. 

    Ellen menjelaskan, gelombang tinggi dan tsunami terjadi Sabtu malam kemarin pada pukul 21.30 WIB. Setelah kejadian gelombang tinggi di kalangan penumpang, kemudian bermunculan berita-berita yang simpang-siur sehingga sempat menimbulkan kepanikan.

    Beberapa penumpang kemudian memutuskan untuk menunda keberangkatan serta kembali ke daerah asal terkait adanya berita tersebut. Ellen mengatakan saat ini kondisi pelabuhan penyeberangan baik di Merak maupun Bakauheni sudah kembali normal serta siap untuk memberikan pelayanan.

    Menjelang libur Natal dan tahun baru tercatat sudah sebanyak 10.000 lebih kendaraan baik sepeda motor, kendaraan pribadi, maupun kendaraan komersial yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Banten dari hari Jumat sampai dengan hari Sabtu kemarin pukul 8.00 WIB.

    Baca: Tsunami Melanda, Garuda Tetap Terbang ke Tokyo

    Untuk memberikan pelayanan penumpang, PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan 31 kapal dan 6 dermaga. Pengelola pelabuhan sudah menyiapkan 58 kapal untuk mengangkut penumpang dari Jawa menuju Sumatera.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?