Jokowi: Penggunaan Dana Desa Harus Betul Fokus dan Ada Manfaatnya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi memberi sambutan saat menghadiri acara Silaturahmi Akbar Rakyat Makassar bersama Jokowi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 22 Desember 2018. Jokowi berharap perolehan suara pada Pilpres 2019 di Sulawesi Selatan lebih dari 70 persen. ANTARA/Wahyu Putro A

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi memberi sambutan saat menghadiri acara Silaturahmi Akbar Rakyat Makassar bersama Jokowi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 22 Desember 2018. Jokowi berharap perolehan suara pada Pilpres 2019 di Sulawesi Selatan lebih dari 70 persen. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengevaluasi pemanfaatan dan penggunaan dana desa. Jokowi meminta para kepala desa maupun pendamping dana desa untuk menggunakan dana desa sesuai dengan fokus dan kebutuhan desa.

    Baca: Jokowi Minta Babinsa Turut Kawal Pelaksanaan Dana Desa

    "Saya titip, hati-hati dalam penggunaan dana ini. Betul-betul fokus, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan desa," ucap dia melalui keterangan tertulisnya, Sabtu 22 Desember 2018.

    Poin evaluasi pertama yang disinggung oleh Presiden ialah mengenai pembelian barang kebutuhan yang harus dilakukan di lingkup desa. Ini dimaksudkan agar dana desa tetap dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

    "Uang ini beredar hanya di lingkup desa terus. Ini yang kita harapkan," ujarnya.

    "Banyak yang bertanya ke saya, 'Pak, beli semen di desa lebih mahal Rp5.000.' Enggak apa, kalau hanya terpaut Rp5.000 enggak apa. Karena uangnya nanti juga masuknya ke desa itu," kata mantan Wali Kota Solo ini. 

    Jokowi mengingatkan agar proyek-proyek yang dibangun dengan menggunakan dana desa benar-benar merupakan kebutuhan bagi masyarakat suatu desa.

    "Penggunaan dana desa ini dimusyawarahkan, harus betul-betul fokus dan ada manfaatnya untuk desa. Saya berikan contoh misalnya jalan desa. Kalau memang dibutuhkan, jalan desa yang sebelumnya becek dan tidak bisa dilewati kalau hujan, diperbaiki ya bisa," tuturnya.

    Adapun untuk tahun mendatang, Presiden mengatakan bahwa penggunaan dana desa diharapkan untuk dapat menyasar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan melahirkan inovasi-inovasi desa. Menurutnya, sudah saatnya bagi seluruh pihak untuk mulai memetik hasil dari investasi pembangunan yang didanai oleh dana desa sebelumnya.

    "Saya berikan contoh misalnya ada desa yang memiliki mata air, bisa dijadikan desa wisata. Contoh sebuah desa di Jawa Tengah, namanya Desa Ponggok. Di situ ada umbul (mata air), dibuat tempat wisata. Setahun bisa dapat income berapa? Rp14 miliar," tuturnya.

    Jokowi ingin desa-desa untuk mulai melirik pada potensi kebutuhan industri. Dalam hal ini desa dapat berperan sebagai penghasil bahan baku yang dibutuhkan oleh para industri di Tanah Air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.