Grab Siap Ikuti Aturan Teranyar Taksi Online

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat menghadiri momen presiasi mitra pengemudi di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 22 Desember 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan aplikasi online Grab Indonesia siap mengikuti aturan teranyar soal taksi online. Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan aturan baru itu perlu dihargai.

Baca: Dihujat Netizen, Grab Klarifikasi Mediasi Sopir Cium Penumpang

"Sepanjang beberapa bulan Pak Menteri Perhubungan Budi Karya beserta jajarannya melakukan diskusi yang panjang dan kami sangat hargai," kata Ridzki saat ditemui di acara Grab di Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 22 Desember 2018.

Menurut dia, diskusi yang dilakukan Kementerian Perhubungan merupakan kunci untuk mengetahui solusi yang dibutuhkan oleh mitra pengemudi dan masyarakat. "Itu menjadi kunci kesuksesan suatu aturan, kami tidak ingin aturan ini diluncurkan untuk dilanggar, kami ingin aturan ini ditepati bersama-sama, karena kami ingin aturan mainnya sama semua," kata Ridzki.

Ridzki memang sangat menunggu aturan tersebut rampung. "Kami optimistis dan berharap ini bisa menjadi tonggak sejarah untuk transportasi digital," kata dia.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menandatangani aturan baru taksi online. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan aturan pengganti PM 108 Tahun 2017 itu, akan berlaku pada Mei 2019.

"Aturan ini akan berlaku enam bulan setelah hari ini ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yaitu bulan lima, ke depan," kata Budi Setyadi di kantornya, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.

Aturan baru itu merupakan pengganti dari Peraturan Menteri Perhubungan atau Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Permenhub itu resmi dicabut oleh Mahkamah Agung atau MA pada 31 Mei 2018.

Budi Setyadi mengatakan pengganti PM 108 ini, memiliki kekhususan. Kekhususan itu, kata dia seperti, yang sudah dianulir MA tidak bisa masuk kembali.

"Dan PM 108 sudah mengeluarkan beberapa pasal norma yang tidak bisa diatur oleh MA seperti masalah uji KIR, kami tidak masukkan di PM baru ini dan stiker juga tidak saya masukkan," ujar Budi.

Tapi, kata Budi untuk kendaraan perorangan atau UMKM masih diakomodir dalam aturan baru, karena itu boleh diatur.

Kemudian, menurut Budi ada beberapa pasal yang juga dikeluarkan dalam aturan baru itu. "Seperti SIM umum, yang domainnya ada di kepolisian. Itu tidak diatur, karena oleh Kapolri dalam pasal 22 sudah diatur mengenai SIM umum," kata Budi.

Sebelumnya, Budi mengatakan para aplikator sudah menyetujui tarif taksi online dalam aturan baru. Aturan tarif itu termaktub dalam Peraturan Direktur Jenderal yang sebesar Rp 3.500 sampai 6.500. "Kalau pick hour mereka silahkan main ditinggikan, tapi jangan lebih dari Rp 6.500, kalau mereka melebihi berarti pelanggaran. Tapi kalau saat sepi jangan di bawah Rp 3.500," ujar dia.

Simak terus berita tentang Grab hanya di Tempo.co






Anggota Densus 88 yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Ditangkap di Bekasi

9 jam lalu

Anggota Densus 88 yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Ditangkap di Bekasi

Bripda HS pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online di Depok ditangkap di Bekasi oleh kesatuannya sendiri, Densus 88 Antiteror.


Sopir Taksi Online di Depok Dibunuh Anggota Densus 88, Istri Minta Diusut Tuntas

13 jam lalu

Sopir Taksi Online di Depok Dibunuh Anggota Densus 88, Istri Minta Diusut Tuntas

Anggota Densus 88 menjadi pelaku pembunuhan terhadap seorang sopir taksi online di Depok. Istri korban minta polisi mengusut tuntas kasus ini.


Polda Metro Benarkan Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok Anggota Densus 88

13 jam lalu

Polda Metro Benarkan Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok Anggota Densus 88

Polda Metro membenarkan pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online di Depok adalah polisi anggota Densus 88.


Grab dan SRCIS Kolaborasi Bantu UMKM melalui Digitalisasi

1 hari lalu

Grab dan SRCIS Kolaborasi Bantu UMKM melalui Digitalisasi

Berbagai layanan digital dari ekosistem Grab dan OVO akan terintegrasi dengan aplikasi AYO SRC dan tersedia di toko kelontong SRC.


TKP Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok di Jalan Sepi, Pengurus Lingkungan Imbau Warga Pasang CCTV

1 hari lalu

TKP Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok di Jalan Sepi, Pengurus Lingkungan Imbau Warga Pasang CCTV

Lokasi TKP Pembunuhan sopir taksi online Sony Rizal Taihitu di Perumahan Bukit Cengkeh 1 Jalan Nusantara RT 06 RW 15, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat hanya ada dua unit Closed Circuit Television (CCTV).


Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Sony Rizal di Depok Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

1 hari lalu

Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Sony Rizal di Depok Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Pelimpahan kasus pembunuhan sopir taksi online Sony Rizal ke Polda Metro Jaya bertujuan untuk mempermudah proses pengungkapan.


Puluhan Ribu Mitra Grab Terima Apresiasi Senilai Rp 17.2 Miliar

26 hari lalu

Puluhan Ribu Mitra Grab Terima Apresiasi Senilai Rp 17.2 Miliar

Lebih dari 7 ribu Mitra dan keluarganya hadiri dua helatan akbar Grab, Hari Mitra Grab & OVO dan HAJATAN, yang digelar di 7 kota.


Grab Jalin Kerja Sama dengan DKI, Dukung Semboyan Heru Budi: Sukses Jakarta untuk Indonesia

28 hari lalu

Grab Jalin Kerja Sama dengan DKI, Dukung Semboyan Heru Budi: Sukses Jakarta untuk Indonesia

Presiden Grab Indonesia menyatakan siap mewujudkan semboyan Pj Gubernur DKI Heru Budi, Sukses Jakarta untuk Indonesia.


Gojek Kini Punya Layanan Baru, GoCar Luxe dengan Armada yang Lebih Luas

54 hari lalu

Gojek Kini Punya Layanan Baru, GoCar Luxe dengan Armada yang Lebih Luas

Perusahaan transportasi daring Gojek mengenalkan layanan terbarunya, GoCar Luxe. Apa saja kelebihannya?


Gunakan 8.500 Kendaraan Listrik, Grab Menghemat 4 juta Liter Bensin

57 hari lalu

Gunakan 8.500 Kendaraan Listrik, Grab Menghemat 4 juta Liter Bensin

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menyatakan saat ini pihaknya menggunakan 8.500 armada kendaraan listrik untuk beoperasi.