Bukalapak Endus Kecurangan Voucher Cashback Sejak Maret

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Head of Trust and Safety Bukalapak Ghifari Daulagri (Kiri) bersama dengan Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul (tengah)  dalam acara konferensi pers kecurangan penyalahgunaan promo PT Bukalapak di Kantor Bareskrim Polri , Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. TEMPO/SURTI RISANTI

    Head of Trust and Safety Bukalapak Ghifari Daulagri (Kiri) bersama dengan Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul (tengah) dalam acara konferensi pers kecurangan penyalahgunaan promo PT Bukalapak di Kantor Bareskrim Polri , Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. TEMPO/SURTI RISANTI

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bukalapak mengendus kasus penipuan voucher cashback sejak Maret hingga Mei 2018. Setelah itu, Bukalapak melaporkannya ke polisi pada 4 Juni lalu.

    Baca juga: Respons Bukalapak Soal Kasus Penipuan Voucher Cashback

    "Kasus bermula ketika melihat adanya transaksi tidak wajar pada periode Maret hingga Mei 2018," kata Head of Trust and Safety Bukalapak Ghifari Daulagiri di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018.

    Setelah ditelusuri, tim Trust and Safety Bukalapak menemukan 3 pengguna Bukalapak menyalahgunakan promo voucher cashback berdomisili di Kediri, Jawa Timur.

    Tim Direktorat Tidak Pidana Kejahatan Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus kecurangan penyalahgunaan promo PT Bukalapak, dengan total kerugian sebesar Rp 70,06 juta.

    Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Rickynaldo Chairul menjelaskan para tersangka sudah memanipulasi data tiga bulan lamanya. Motifnya melakukan transaksi pembelian sesuai aturan di Bukalapak dengan membuat seolah-olah akun penjual dan pembeli merupakan orang yang berbeda.

    “Melalui fitur Bukadompet milik penjual yang tersedia di Bukalapak dana manipulasi terkumpul di situ. Cashback yang diperoleh para tersangka digunakan kembali untuk bertransaksi," ujarnya.

    Pasca kasus penipuan voucher cashback tersebut, Ghiffari mengatakan bisnis Bukalapak berjalan seperti biasa. “Kami berkomitmen untuk menjaga agar Bukalapak menjadi marketplace yang aman dan terpercaya, sehingga kami selalu menindak tegas pelaku-pelaku kecurangan,” katanya.

    SURTI RISANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.