IHSG Hari Ini Dibuka Melemah Masih Terkena Imbas Kebijakan Fed

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini Jumat, 21 Desember 2018, dibuka melemah, masih terimbas kebijakan the Fed yang menaikkan suku bunga.

    Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru

    IHSG BEI dibuka melemah 30,93 poin atau 0,50 persen menjadi 6.116,94. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 7,01 poin atau 0,71 persen menjadi 978,05.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan kenaikan suku bunga Fed yang keempat pada tahun ini sebesar 25 basis poin menjadi biang utama tertekannya bursa saham global, termasuk IHSG.

    "The Fed yang melakukan aksi pengetatan sekaligus pandangan dovish membuat pasar diselimuti ketidakpastian sehingga menjadi kendala terjadinya aksi 'window dressing' tahun ini," katanya.

    Kendati demikian, lanjut dia, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan 7-Day Reverse Repo Rate (7-DRRR) di level 6 persen dapat membantu IHSG tidak tertekan terlalu dalam.

    "Tingkat suku bunga saat ini diyakini mampu untuk menurunkan defisit transaksi berjalan dan juga mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik," katanya.

    Selain IHSG, bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 303,90 poin (1,49 persen) ke 20.088,68, indeks Hang Seng melemah 294,05 poin (1,15 persen) ke 25.329,47, dan indeks Strait Times melemah 18,72 poin (0,61 persen) ke posisi 3.031,90.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.