Banggakan Jalan Tol di Era Jokowi, Luhut Sebut soal Makan Beton

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan merayakan ulang tahun di parkir Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018. TEMPO/ Caesar Akbar

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan merayakan ulang tahun di parkir Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018. TEMPO/ Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan tol sangat penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan menanggapi banyaknya kritik terhadap pemerintahan Jokowi yang terkesan jor-joran dalam membangun infrastruktur tapi malah membebani perekonomian.

    Baca: Prabowo Sebut RI Bakal Punah, Luhut: Jangan Asal Ngomong

    "Memang, orang tidak makan beton, itu betul. Tapi makanan lewat di atas beton itu sehingga harga pangan turun," katanya di sela-sela meninjau percepatan pembangunan proyek New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, Rabu malam, 19 Desember 2018.

    Luhut melanjutkan, pembangunan jalan tol sangat penting karena dapat memangkas biaya logistik dan pada akhirnya menekan laju inflasi daerah. "Kalau jalan tol tidak ada, harga pangan naik karena biaya transportasi mahal. Jadi infrastruktur itu merupakan hal yang sangat vital dalam suatu negara supaya ekonominya maju," ucapnya.

    Dalam kesempatan itu Luhut menjelaskan selama Pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla selama empat tahun belakangan ini sudah membangun jalan tol sepanjang 671 kilometer. Sementara bila dibandingkan dengan di masa orde baru, 216 kilometer jalan tol yang terbangun.

    Hal tersebut, kata Luhut, menunjukkan bahwa pemerintah berupaya melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sementara pada 2019, Presiden Jokowi akan memfokuskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur saat ini. "Pembangun infrastruktur dan SDM harus seimbang supaya saling mengisi," katanya.

    Sebelumnya ekonom senior Kwik Kian Gie menyebutkan beban utang negara semakin membengkak akibat pembangunan infrastruktur yang tidak terkendali dan didanai dengan utang. "Impor kita juga terus membesar, sementara ekspor komoditas mandeg. Begini keadaan ekonomi kita sekarang," ujarnya dalam dalam Diskusi Rabu Biru bertemakan Nestapa Ekonomi 2018 di Media Center Prabowo-Sandi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 19 Desember 2018.

    Pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi, dinilai Kwik, telah melakukan pembangunan infrastruktur secara masif tapi tidak memperhitungkan kemampuan APBN dalam mendanai proyek tersebut. Akibatnya, keuangan negara semakin terbebani. Kondisi perekonomian nasional, menurut Kwik, semakin diperparah dengan makin merajalelanya praktik-praktik korupsi oleh para penyelenggara negara. 

    Baca: Kasus Montara, Luhut: Kami Terus Kejar Tanggung Jawab Australia

    Kwik yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) ini menilai pembangunan infrastruktur di antaranya berupa jalan tol yang digencarkan oleh pemerintahan Jokowi tidak tepat waktu. Pembangunan infrastruktur ini juga terlihat main hantam saja tanpa memperhitungkan berbagai aspek.

    Simak berita lainnya terkait Luhut di Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.