Jokowi Mengaku Diminta Ulama Gratiskan Jembatan Suramadu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (ketiga kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kedua kanan) serta pejabat setempat dan para ulama meresmikan pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu di atas truk di jembatan tersebut, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 27 Oktober 2018. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (ketiga kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kedua kanan) serta pejabat setempat dan para ulama meresmikan pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu di atas truk di jembatan tersebut, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 27 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membebaskan tarif tol Jembatan Surabaya Madura atau Jembatan Suramadu. Hal ini diungkapkan di hadapan para ulama Madura.

    Baca: Presiden Jokowi Resmi Gratiskan Jembatan Suramadu

    Menurut Jokowi, ia mendapat banyak masukan mengenai Jembatan Suramadu. Pada 2015, Jokowi mengatakan mendapatkan informasi bahwa tarif Tol Jembatan Suramadu terlalu mahal sehingga menghambat perekonomian masyarakat setempat. Ketika itu, Jokowi memutuskan untuk memangkas tarif tol jembatan sebesar 50 persen.

    "Saya ingin menyampaikan mengenai masalah Jembatan Suramadu. Saya mendapatkan banyak masukan di Madura mengenai jembatan ini," katawi saat berpidato dalam acara Deklarasi Akbar Ulama Madura Bangkalan, Rabu, yang digelar di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Rabu, 19 Desember 2018.

    "Di 2015 saya mendapat informasi, tarifnya, karcisnya untuk jembatan terlalu mahal. Kemudian saya potong. Saya ketemu lagi dengan para ulama, katanya tetap mahal. Ya sudah digratiskan saja," kata Presiden.

    Pembebasan tarif kata dia, dimungkinkan karena Jembatan Suramadu dibangun dengan biaya APBN. "Karena setelah saya lihat, Jembatan Suramadu itu dari APBN jadi memungkinkan tarifnya dibebaskan," katanya.

    Menurut dia, pembebasan tarif dilakukan untuk kepentingan dukungan pengembangan ekonomi di wilayah Madura. "Kenapa dibebaskan? Karena dari Pulau Jawa ke Madura ya aksesnya Jembatan Suramadu. Tak ada yang lain. Kalau lewat saja bayar, inikan pengembangan ekonomi di Madura di depannya. Inilah, agar manfaat ini dimanfaatkan dengan baik," katanya.

    Pada kesempatan itu, Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Ulama Madura untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf yang diselenggarakan atas dukungan Yenny Wahid melalui Konsorsium Kader Gusdur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?