Pemerintah Putar Otak Perbaiki Defisit Neraca Dagang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, 26 April 2017. Surplus neraca perdagangan Maret 2017 tercatat sebesar 1,23 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan surplus Februari 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pekerja mengamati bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, 26 April 2017. Surplus neraca perdagangan Maret 2017 tercatat sebesar 1,23 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan surplus Februari 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah memutar otak untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan yang terus memburuk. “Kita masih mencari kebijakan baru untuk mendorong ekspor," kata Darmin, Selasa, 18 Desember 2018. Ia menegaskan defisit perdagangan pada Oktober dan November dipicu oleh lesunya pasar internasional yang terimbas perang dagang global.

    BACA: Kata Sri Mulyani Soal Membengkaknya Defisit Neraca Perdagangan

    Neraca perdagangan kembali mencatat hasil defisit pada November senilai US$ 2,05 miliar, rekor terburuk sepanjang tahun ini. Tekornya kinerja ekspor terhadap impor ini membuat neraca perdagangan akhir tahun semakin tertekan setelah pada Oktober lalu mencatatkan defisit US$ 1,77 miliar. (Koran Tempo edisi 18 Desember 2018, Neraca Perdagangan Jeblok ke Titik Terendah)

    Sejumlah ekonom mengkhawatirkan memburuknya kinerja perdagangan dua bulan terakhir, yang berpotensi berlanjut pada Desember. Tingginya defisit perdagangan bakal membuat defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) triwulan IV sama tingginya—atau lebih—dibandingkan dua triwulan sebelumnya yang telah melampaui batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto.

    BACA: Solusi Atasi Defisit Neraca Perdagangan Menurut Jusuf Kalla

    Tingginya CAD dianggap sebagai modal buruk dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global yang diprediksi berlanjut tahun depan. “Kalau begini sudah lampu merah,” kata Ekonom Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia, Piter Abdullah.

    Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia atau BSBI, Muhammad Edhie Purnawan, mendesak pemerintah mengawal ketat implemenasi kebijakan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN untuk mengerem laju impor. “Defisit neraca perdagangan sudah dalam tingkat waspada,” kata dia.

    AHMAD FAIZ | ANTARA | AGOENG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.