Jusuf Kalla Ungkap Penyebab Bengkaknya Defisit Neraca Perdagangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan Pemberian Apresiasi dan Penganugrahan Zona Integritas menuju WBK/WBBM Tahun 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Senin, 10 Desember 2018. Foto: KIP Setwapres

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan Pemberian Apresiasi dan Penganugrahan Zona Integritas menuju WBK/WBBM Tahun 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Senin, 10 Desember 2018. Foto: KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan hal utama yang membuat neraca perdagangan dalam negeri defisit adalah menurunnya harga komoditas dunia. Padahal komoditas adalah sektor andalan Indonesia dalam perdagangan luar negeri.

    Baca juga: Defisit Neraca Perdagangan November Bengkak Hingga USD 2,05 M

    “Harga-harga komoditi turun lagi. Seperti batubara turun, CPO turun, karet turun. Hampir semua mineral-mineral itu juga mengalami perubahan harga,” ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden Ri, Selasa, 18 Desember 2018.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia defisit US$2,05 miliar pada November 2018 seiring besarnya defisit di neraca migas. 

    Nilai defisit ini disebabkan posisi neraca ekspor yang tercatat sebesar US$ 14,83 miliar lebih rendah dibandingkan dengan nilai neraca impor sebesar sebesar US$ 16,88 miliar.

    Di sisi lain Kalla pun mengatakan jumlah ekspor komoditas Indonesia tak berubah. Namun nilai ekspor tergerus karena penurunan harga tersebut.  

    “Ekspornya sama tetapi dia punya value, nilainya, turun. Sedangkan yang dihitung dalam neraca perdagangan itu nilai. Jadi, ini kan batu bara turun lagi 20-30 persen dibanding dengan beberapa bulan yang lalu. Jadi secara volume, ini tidak turun tetapi secara nilai dia turun,” ucapnya.

    Jusuf Kalla pun mengatakan pemerintah sebelumnya sudah memprediksi bahwa akan terjadi peningkatan defisit neraca perdagangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.