JK Apresiasi Pekerja Migran yang Telah Berjibaku di Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan Pemberian Apresiasi dan Penganugrahan Zona Integritas menuju WBK/WBBM Tahun 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Senin, 10 Desember 2018. Foto: KIP Setwapres

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan Pemberian Apresiasi dan Penganugrahan Zona Integritas menuju WBK/WBBM Tahun 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Senin, 10 Desember 2018. Foto: KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Sukabumi -Wakil Presiden  Jusuf Kalla mengucapkan selamat dan memberikan penghargaan kepada para pekerja migran Indonesia yang telah berjibaku di luar negeri guna memberikan pendapatan untuk keluarga dan berperan menyumbang devisa bagi negara.

    BACA: Temui Keluarga Tuti Tursilawati, Dubes Arab Saudi: Takdir Allah

    "Menjadi pekerja migran tidaklah mudah," kata JK--begitu dia akrab disapa dalam sambutannya saat peringatan Pekerja Migran Internasional di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa, 18 Desember 2018. Para pekerja harus mampu menyesuaikan diri dengan kendala bahasa, iklim, budaya dan kebiasaan yang ada di tempat kerja.

    Tidak semua dapat meraih cerita bahagia. Ada pula yang mendapatkan cerita sedih ketika bekerja di luar negeri.

    Untuk itu, JK meminta warga masyarakat yang akan pergi bekerja ke luar negeri untuk membekali dirinya dengan kekuatan mental, kemampuan fisik, kemampuan bahasa, pengenalan budaya tempat kerja yang baik, serta keterampilan yang baik.

    JK juga menyampaikan bahwa para pekerja migran yang telah kembali dari luar negeri, dapat memberikan pengalamannya sebagai bekal mereka yang yang ingin ke luar negeri. Sementara mereka yang ingin ke luar negeri, dapat belajar dari para pekerja yang telah pulang ke Tanah Air.

    Selain itu, JK juga berharap, pendapatan yang diperoleh dari bekerja di luar negeri dapat dijadikan modal untuk menciptakan wirausaha di dalam negeri.

    "Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada para ibu-ibu dan bapak-bapak yang telah kembali ke dalam negeri dan harapan memanfaatkan pengalaman dan pendapatannya selama di luar negeri, dan bagi yang ingin berangkat tentu belajar meningkatkan kemampuannya lebih baik sehingga mendapatkan pendapatan lebih baik apabila di masa datang ke luar negeri," katanya.

    BACA: Hukuman Mati Mengintai Pekerja Migran Indonesia

    Sementara itu, di hadapan seribuan lebih para peserta peringatan Hari Pekerja Migran Internasional, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan, saat ini Indonesia memiliki sembilan juta orang yang bekerja di luar negeri.

    Hanif mengatakan, pemerintah terus memastikan pelayanan dan perlindungan kepada para pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di berbagai negara.

    Hari Pekerja Migran Internasional diperingati setiap 18 Desember berdasarkan deklarasi Konvensi Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran Dan Anggota Keluarganya (melalui Resolusi No. 45/158) pada 18 Desember 1990 di New York Amerika Serikat. Dalam kesempatan peringatan tersebut juga diberikan penghargaan Indonesia Migrant Award 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.