Pertamina Kerahkan Satgas BBM dan Elpiji per Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengerahkan satuan tugas bahan bakar minyak atau BBM dan elpiji dalam rangka natal dan tahun baru mulai hari ini, Selasa, 18 Desember 2018. Satgas akan beroperasi hingga 8 Januari 2019. 

    Baca: BPH Migas Antisipasi Puncak Konsumsi BBM Natal dan Tahun Baru

    "Kami telah menyiapkan langkah operasional untuk memperkuat pelayanan dalam rangka menghadapi arus pergerakan kendaraan pada titik utama di Pulau Jawa dari Ibukota menuju daerah tujuan," kata Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 18 Desember 2018. 

    Melalui Satgas ini, Mas'ud mengatakan perseroan memastikan ketercukupan BBM untuk pemudik sepanjang rute jalan tol dan non tol dan kebutuhan elpiji untuk masyarakat menjelang dan saat natal dan tahun baru (Naru). Dalam rangka memudahkan perjalanan pemudik, Pertamina juga menyediakan layanan digital seperti Waze untuk mengetahui lokasi SPBU, melayani transaksi non tunai, SPBU Digital dan sekaligus mengedukasi penggunaan BBM yang berkualitas. 

    Selama periode natal 2018 dan tahun baru 2019 ini, kata Mas'ud, perseroan menyiagakan sebanyak 3687 Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) untuk bisa beroperasi penuh 24 jam. Sementara untuk mengantisipasi kebutuhan pada masa puncak, Satgas Naru Pertamina juga menyediakan fasilitas tambahan yakni 16 mobil dispenser, 24 motor kemasan, 31 kiosK pertamax, 54 buffer tank BBM, serta 3,7 kiloliter BBM kemasan. 

    Secara umum, Pertamina mempersiapkan 125 moda layanan di sepanjang jalur mudik. “Antisipasi kenaikan konsumsi BBM pada masa puncak, Satgas Naru Pertamina menyediakan sarana tambahan jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya," kata Mas'ud. "Pengalaman mengelola kebutuhan BBM saat Satgas Lebaran Idul Fitri, Pertamina menambah volume BBM Kemasan jenis Pertamax dan Dex sekitar 32 persen dari 2017." 

    Menurut Mas’ud, dengan pertumbuhan perekonomian 5,2 persen dan adanya cuti bersama serta libur akhir tahun yang bersamaan libur anak sekolah, diprediksi kebutuhan BBM naik. Kenaikan kebutuhan BBM itu seiring dengan peningkatan konsumsi pada saat momen akhir tahun 2018. 

    Secara keseluruhan, Mas'ud mengatakan penyaluran BBM jenis gasoline diperkirakan sebesar 99,7 ribu Kilo Liter (KL) atau naik 5,6 persen dari kondisi normal. Sementara BBM jenis gasoil naik sekitar 2,5 persen sebesar 41,2 ribu KL. Satgas Naru Pertamina juga memprediksi permintaan tertinggi BBM terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 dan Sabtu, 5 Januari 2019.

    Baca: Alasan Ekonom Sebut Harga BBM Tahun 2019 Pasti Naik

    Sebelumnya Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa menyatakan pihaknya mengantisipasi puncak peningkatan konsumsi BBM pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2019. Ia menyebutkan bahwa potensi puncak konsumsi BBM akan terjadi tiga kali, yakni 22 Desember, 31 Desember, dan 5 Januari 2019. "Khusus untuk bahan bakar 'gas oil', puncaknya pada 5 Januari, sedangkan konsumsi avtur dan gas Elpiji pada 22 Desember," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.